Wanita 1 Triliun

Wanita 1 Triliun
BAB 48


__ADS_3

Pintu kamar pribadi Lorenzo terbuka, masuklah Raymond yang diikuti oleh Rayny. Rayny sontak menghampiri Claudia ia menghela nafas lega melihat keadaan sahabatnya sekarang. "Syukurlah...."


"Ada sesuatu yang ingin ku katakan..." Mulai Raymond.


Lorenzo sontak berdiri dari duduknya. "Aku juga!.."


"Ray tolong jaga Audi jika ada apa-apa cepat hubungi! para bodyguard juga ada di luar sedang berjaga.." Ujar Lorenzo.


"Baiklah jangan khawatir..." Balas Rayny.


Setelah itu Lorenzo pergi ke suatu tempat di ikuti oleh Raymond. "Kau duluan!.." Mulai Lorenzo.


"Setelah ku selidiki semua informasi tentang Jerome, ternyata dia adalah kakak dari istrimu. Satu tahun yang lalu perusahaanmu dengan miliknya pernah bersaing tapi dia menggunakan nama Charlie, kau pasti tahu."


"Istri dari kakakmu ternyata mantan kekasihnya.." Timpal Raymond lagi.


"Aku juga sudah mengetahuinya jika dia kakak dari Claudia, ku mohon jangan memberi tahu apa-apa pada istriku dia sedang mengandung!." Tegas Lorenzo.


"Baiklah..."


"Sekarang yang ingin ku pertanyakan adalah.. Apa Jerome tahu adiknya adalah istri dariku?." Tanya Lorenzo.


"Ini masih misteri, dia dendam terhadapmu karena perusahaannya kalah saing di bidang bisnis dan entertainment. Tetap waspada kau juga menjadi sasaran dendam yang seharusnya tertuju pada kakakmu.." Jawab Raymond.


"Cih!!.." Sinis Lorenzo merasa geram.


"Antarkan aku kepada orang yang sudah menembak istriku!!.."


"Tentu." Jawab Raymond.

__ADS_1


Sebelum keduanya pergi Lorenzo menyuruh anak buahnya untuk berjaga ketat di setiap sudut perusahaan termasuk istrinya.


Di suatu tempat....


Seorang pria meronta-ronta karena kedua tangannya diikat rantai. "Lepaskan aku!..."


Tidak ada jawaban dari Rio, ia mempersilakan kedua atasannya Lorenzo dan Raymond memasuki ruangan bawah tanah.


Tampak lelaki itu terkejut setelah berhadapan dengan Lorenzo. Raymond memberikan sebuah cairan kepada atasannya.


"Apa yang akan kau lakukan!.." Histeris orang itu.


Lorenzo mencengkram leher lelaki itu dengan kuat sehingga ia kesulitan untuk bernafas. Dengan wajah dingin ia siramkan cairan berbahaya itu ke area wajah hingga tubuh.


Rasanya benar-benar mematikan bahkan wajah lelaki itu berasap hingga kulit tubuh dan wajahnya merah padam. "Aaaaarrggh apa ini!!! aaaarrgh!...."


Tanpa ampun Lorenzo menginjak kepalanya. "Cairan itu ada penawarnya jika kau memberi tahu keberadaan atasanmu brengsek!!!.."


"M-maafkan aku karena telah melakukan hal itu kepada istrimu itu juga suruhan, cepat berikan penawarnya akan ku beri tahu keberadaan tuan Jerome.. Berikan aaaaaarrrggh cepat!!..." Jeritnya memilukan perlahan tubuhnya hancur.


"Dimana katakan!!..." Bentak Lorenzo menggelegar.


"D-di Brazil..."


Lorenzo melepas injakan kakinya ia sontak memutar langkah. "Kau sudah tahu tugasmu bukan?.." Tanya Lorenzo kepada Rio.


"Iya tuan...."


Setelah mendapatkan siksaan akan balasan ulahnya terhadap Claudia, lelaki itu diamankan dengan keadaan tak sadarkan diri bahkan setengah tubuhnya melepuh.

__ADS_1


...***...


Sesampainya kembali ke perusahaan, Lorenzo dan Raymond dibuat pusing dengan para wartawan yang menanyakan Claudia yang sudah berhari-hari tidak aktif dalam dunia model.


"Tuan tolong jawab pertanyaan kami, orang-orang juga penasaran dengan kabar nona Claudia saat ini." Ujar salah satu wartawan dan disusul dengan pertanyaan wartawan lainnya.


"Hanya dua orang saja yang boleh masuk ke ruanganku!..." Tegas Lorenzo frustasi.


Raymond mengatur semuanya, 1 orang perekam berita dan 1 orang yang akan bertanya.


Claudia hanya bisa mematuhi arahan suaminya.


"Untuk saat ini istriku akan hiatus dulu dari pekerjaannya, karena beliau sedang mengandung anakku!.." Jelas Lorenzo kepada media.


Siaran berita itu menyebar luas kemana-mana..


Sementara itu di tempat lain....


Seera melotot mendapati berita hari ini apalagi Andrean terdiam kelu. "Apa!! wanita mandul itu mengandung?.."


Seera mondar-mandir di depan Andrean. "Hahaha itu tidak mungkin yang benar saja, wanita itu harus tetap mandul!."


Rasa menyesal tumbuh kembali dalam benak Andrean, menyesal dan sangat menyesal kenapa dia bodoh hingga dulu tega menjual istrinya sendiri demi uang.


Dalam siaran berita, Claudia tersenyum sinis kepada media. "Keberhasilanku adalah tamparan bagimu!."


Andrean dan Seera merasa tersindir. "Tidaaaakk! bagaimana bisa wanita mandul itu hamil? aku tak mau mendengarnya..."


"Cukup Seera!.."

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2