Wanita 1 Triliun

Wanita 1 Triliun
BAB 43


__ADS_3

Claudia sontak bangun ia terkejut juga tegang, tangannya menggenggam erat langan kekar Lorenzo ia gemetar ketakutan. "A-ada apa ini?..."


Lorenzo meraih pinggang istrinya. "Its okay ada aku di sini!.."


Dokter wanita bernama Alyssa itu sontak menutup pintu dan menguncinya. "Tuan bawa nona sembunyi dulu!.."


Tanpa pikir panjang Lorenzo membawa Claudia ke tempat lain dengan menyelinap. "S-sebenarnya siapa mereka?..." Lirih Claudia dengan nada bicara gemetar.


"Jangan takut Audi..." Jawab Lorenzo membawa istrinya ke salah satu ruangan yang dimaksud dokter Alyysa.


DOR! DORR!...


"Aaakkhh!.. Jangan takut bagaimana? suara tembakan itu sangat menggema bagaimana dengan orang-orang di luar sana?, dimana handphoneku akan ku hubungi polisi." Cemas Claudia.


Rupanya handphone Claudia ketinggalan di mobil, ia semakin ketakutan hanya bisa memeluk tubuh bidang suaminya dengan mata terpejam.


Sementara itu....


Orang-orang mengangkat kedua tangannya termasuk semua dokter dan suster yang ada di rumah sakit tersebut, mereka ketakutan dan hanya bisa melindungi nyawanya dengan mengangkat tangan.


7 orang bertubuh tinggi kekar berpakaian serba hitam memakai topeng dilengkapi dengan senjata yang berbahaya juga tajam, mereka mendobrak setiap pintu ruangan rumah sakit.


"Katakan apa kalian melihat Lorenzo Scottbryan!!..." Bentak salah satu dari mereka sambil menodongkan senjata kepada dokter yang ada di sana.

__ADS_1


"A-aku melihatnya t-tapi sekarang tidak tahu dia dimana..." Jawabnya ketakutan.


Orang itu meludah sembarang karena kesal, hingga sampailah mereka di depan ruangan tempat USG. Gagang pintu itu mereka tembaki berkali-kali hingga hancur, salah satu dari mereka sontak menendang sehingga dokter Alyysa terdorong hingga jatuh.


"Kenapa kau menahan pintunya hah! katakan dimana mereka pasti kau tahu!..."


Dokter Alyysa kesakitan saat lehernya dicengkeram kuat oleh salah satu dari mereka. "A-aaakkh! sakit lepas...."


"Jangan membantah atau nyawamu jadi ganti! ini bukan main-main kau akan ketar-ketir saat mengetahui identitas kami!..." Ancamnya.


"B-baiklah aku akan memberi petunjuk tolong lepaskan dulu..." Memohon dokter Alyysa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Mereka bertujuh saling tatap dan mengangguk, akhirnya leher dokter Alyysa lepas dari cengkeraman kuat. "Sekali lagi katakan dimana dia!..."


"Aku di sini....." Lirih Lorenzo dengan senyum sinisnya berjalan ke hadapan mereka.


Tidak ada jawaban dari Lorenzo, wajahnya kini berubah menjadi datar menakutkan tubuh kekarnya itu bersandar di dinding rumah sakit. Tatapan tajamnya tak lepas dari mereka.


Dokter Alyysa juga semua dokter dan suster yang tadi ketakutan tiba-tiba berdiri dengan wajah dingin, sehingga tujuh orang lelaki bertopeng itu merasa ada yang aneh melirik satu sama lain.


Mereka bertujuh semakin dibuat terkejut saat semua dokter dan suster di rumah sakit itu merobek pakaian rumah sakit tinggal menyisakan baju serba hitam dilengkapi dengan senjata yang lebih lengkap.


"Ada apa ini!..." Pekik salah satu dari mereka.

__ADS_1


"Selamat datang di permainanku..." Lirih Lorenzo dengan wajah dingin.


"Apa tidak mungkin!!!...."


Saat ketujuh orang itu menyadari mereka langsung bersiap untuk menembak dengan brutal, akan tetapi tiba-tiba....


Sret!!!


"Aaaaaarrgh!..." Teriak mereka bersamaan saat sebuah benda berisi cairan sudah bersarang di tubuh masing-masing.


Tujuh orang itu mencari sosok yang membidik cairan, mereka semakin dibuat terkejut ketika melihat sosok lelaki berada di atas gedung tidak jauh dari rumah sakit tersebut.



Dari balik penutup wajah, Raymond tersenyum menyeringai. "Dalam 5 detik cairan itu akan bereaksi..."


Benar saja tidak lama lelaki bertopeng itu semuanya ambruk tak berdaya. "Aaaaaarrrggh sial!, apa yang kau lakukan pada tubuh kami!!!."


"Urus berengsek itu!!!..." Datar Lorenzo.


Para anak buah Lorenzo yang menyamar sebagai suster dan dokter sontak membawa mereka ke area dunia bawah kekuasaan atasannya.


Rencana Lorenzo berhasil, perlahan identitas mereka akan terkuak. Ia sengaja memancing kedatangan mereka dengan akal jeniusnya yang tak perlu diragukan.

__ADS_1


Dari atas gedung Raymond bersiul sambil membuka penutup wajahnya. "Setelah sekian lama aku kembali bermain dengan cairan penghancur organ haha....."


Bersambung....


__ADS_2