Wanita 1 Triliun

Wanita 1 Triliun
BAB 60


__ADS_3

"Aku tidak akan mengganggu daddy-mu lagi jika kalian berdua menyerahkan diri dan menjadi bagian dari kekuasaanku, apa kalian ingin hal tragis mendatang di masa depan?." Ujar Jerome menatap tajam Rayn dan Zayn.


"Apa masalahmu dengan daddy!." Timpal Rayn suara lembutnya sekarang terdengar tegas.


Jerome tersenyum menyeringai. "Banyak sekali, daddy-mu salah satu penghancur segalanya!."


"Jadi apa keputusan kalian berdua? ikut bersamaku atau jika tidak di waktu yang akan datang kalian akan tahu akibatnya." Lanjut Jerome. " Cepat katakan!!..."


Zayn mengepalkan tangannya kuat, dalam hati ia bertekad jika sudah besar nanti akan melindungi daddy dan mommy-nya dari pria mengerikan ini. "Tidak!!!!.." Tegas Zayn.


"Ya!.." Timpal Rayn sambil lengannya mengaktifkan tombol yang sudah diberikan Lorenzo untuk menjaga putranya.


"Kau tidak semudah itu bisa membawa kami pergi!!..." Dingin Zayn.


Dalam waktu bersamaan tiba-tiba pintu itu terbuka akan tendangan yang kuat sehingga menyebabkan anak buah Jerome yang menyamar menjadi guru tersungkur ke lantai akibat tendangan Rio dan Alyysa.


Dengan secepat kilat Rio menarik Rayn dan Zayn ke belakang untuk melindunginya, sementara Alyysa pasang badan dengan senjata api yang mematikan. "Kau beraninya main petak umpet?.." Sinis Alyysa kepada Jerome.


Tidak ada jawaban dari Jerome ia menatap semua orang yang ada di sana dengan tatapan dingin. "Aku sudah menduganya!..."


"Sebaiknya kau pergi sebelum aparat keamanan datang ke sini!..." Ancam Rio untuk menghindari keributan senjata diarea sekolah.


Jerome memberi kode kepada para anak buahnya yang ingin menyerang Rio untuk dibatalkan, menurutnya itu bukan waktu yang tepat melihat keberadaan mereka untuk adu senjata.

__ADS_1


Sebuah helikopter datang, Jerome dan para anak buahnya berlalu pergi lepas landas.


Barulah Rio dan Alyysa bisa bernafas lega setelah musuh berbahaya itu pergi, mereka sontak membawa pergi si kembar untuk kembali ke kediaman.


Semua kejadian yang terjadi hari ini dipantau oleh Lorenzo dari perusahaan. "Jerome akhir-akhir ini kembali melancarkan aksinya..." Ujar Raymond.


Tidak ada jawaban dari Lorenzo ia hanya menatap datar pemandangan luar perusahaan. Konfliknya dengan Jerome semakin memanas bahkan minggu lalu ada penyusup yang berhasil mencuri uang perusahaan dengan membunuh tragis pegawainya.


"Biarkan saja aku akan tetap menikmati gerakan Jerome sampai waktunya nanti bertindak!..." Lirih Lorenzo datar.


"Oke... Ngomong-ngomong sifat Zayn sepertinya menurun darimu sedangkan Rayn dari Claudia.." Timpal Raymond yang tak habis pikir setelah melihat si kembar dalam layar pantauan.


Lorenzo hanya tersenyum menyeringai mendapati itu.


Saat mereka bicara, terdengar langkah kaki memasuki ruangan itu. Rupanya Claudia baru selesai dari pekerjaannya ia menghampiri Lorenzo dan mengecup bibirnya sekilas seperti biasa.


Claudia terkekeh. "Haha bagaimana usia kehamilannya? aku sudah lama tidak bertemu sahabatku."


"Sangat baik." Balas Raymond.


"Syukurlah... Karena pekerjaan telah selesai ayo kita pulang, aku merindukan si kembar.." Ucap Claudia.


Lorenzo tersenyum. "Baiklah istriku....."

__ADS_1


...*...


...*...


...*...


...*...


...*...


Waktu berlalu begitu cepat...


Saat ini di kediaman Lorenzo sedang merayakan acara ulang tahun si kembar, usia Rayn dan Zayn sudah genap 17 tahun. Wajah blasteran Asia dan Eropa begitu melekat pada wajah keduanya.


Sudah tak perlu ditanyakan lagi para anak gadis di luaran sana menginginkan mereka sebagai seorang kekasih sebanyak apa.. Hanya saja Rayn dan Zayn tidak menggubrisnya mereka berdua menghabiskan waktu dengan study juga berlatih senjata sejak umur 6 tahun hingga sekarang.


Kejeniusan dan kepintarannya dalam taktik bertarung sudah terlatih sejak dini, bahkan mereka berdua memiliki banyak bekas luka pada tubuh kekarnya karena itu.


Claudia memeluk kedua putranya. "Happy sweet seventeen putra mommy..."


Rayn dan Zayn tersenyum, Lorenzo memeluk mereka bertiga. Orang-orang terdekat juga merasa senang melihatnya.


Dari kejauhan mata tajam seseorang memantau mereka penuh tatapan dendam. "Ini sudah waktunya! lemparkan bom itu!!...."

__ADS_1


"Baik!!!..."


Bersambung.....


__ADS_2