Wanita 1 Triliun

Wanita 1 Triliun
BAB 67


__ADS_3

"Tumben sekali kau tersenyum?." Timpal Rayn kepada sang adik yang sedang mengobrol dengan teman laki-lakinya.


Tidak ada jawaban dari Zayn ia hanya tersenyum sekilas setelah itu wajah dinginnya terpampang kembali.


Si kembar menikmati party itu dengan berenang juga kumpul keluarga, Claudia dan Lorenzo ikut berenang menghilangkan rasa penat.


Setelah puas Rayn dan Zayn naik ke atas membiarkan mommy dan daddy-nya berduaan di kolam, saat keduanya sedang menggosok rambut dengan handuk tiba-tiba handphone Lorenzo menyala bertanda ada pesan masuk.


Zayn memicingkan matanya ia dibuat terkejut saat melihat profil seorang wanita sexy yang menghubungi Lorenzo. "Bukankah itu nona Cathlin?..." Tanya Rayn.


"Ya..."


"Cih mau ngapain dia!.." Ujar Rayn.


Zayn sontak meraih handphone Lorenzo tanpa izin, ia tidak mau mengganggu waktu daddy dan mommy-nya. Zayn membuka pesan dari Cathlin diikuti oleh Rayn, tentunya mereka berdua sontak menatap mata satu sama lain setelah melihatnya.


Rayn sontak mengambil handphone itu dan membalas sesuatu kepada Cathlin. "Bukankah kita harus memberi pelajaran Zayn?.."


"Tentu Rayn!..." Timpal Zayn yang tak habis pikir.


"Apa rencanamu?."


"Mendatanginya..."


"Setelah mendatanginya?.." Tanya Rayn kembali kepada sang adik.


Terdapat senyum licik dari sudut bibir Zayn. "Mungkinkah bercinta dengannya?.."


PLAK!! sebuah tamparan berhasil mendarat di pantat Zayn. "Yang benar saja kalau ngomong!." Timpal Rayn jijik mendengar jawaban konyol adiknya.

__ADS_1


"Kau pikir aku sungguhan!.."


"Bercandanya jangan berlebihan adik, kau masih kecil!.." Ujar Rayn lagi.


"Aku tidak serius..."


"Tapi kau pasti membayangkannya setelah bicara seperti itu, haish!..." Timpal Rayn kesal.


"Yang pasti itu tidak mungkin! sudahlah kakak..."


Rayn hanya mengangguk saja menanggapi adiknya, ia memblokir nomor baru itu meninggalkan jejak pesan dari Cathlin.


"Mom, dad, kami ijin pergi dulu..." Ujar Zayn kepada Lorenzo dan Claudia yang sedang berenang.


Claudia mengerutkan keningnya. "Mau kemana kalian ini sudah jam 10 malam?..."


"Tidak lama ada masalah sedikit mom.." Jawab Rayn.


"Sudah biarkan saja Audi, mereka sudah dewasa tahu apa yang harus dilakukan." Lorenzo menimpali.


"Bukan apa-apa mom ini masalah anak muda.." Jawab Rayn sengaja berbohong.


Claudia terdiam sesaat. "Baiklah pulanglah sebelum jam 12 malam!."


"Ya..." Serentak keduanya.


Claudia dan Lorenzo menghabiskan waktu bersama, sementara Rayn dan Zayn bersiap-siap untuk pergi ke tempat tujuan.


Di perjalanan..

__ADS_1


"Cih wanita itu bukankah mantan kekasih daddy dulu?.." Ujar Rayn.


Zayn hanya mengangguk sambil fokus menyetir dengan kecepatan tinggi.


"Kau pelan-pelan tenangkan emosimu!..." Tegas Rayn kepada sang adik.


Barulah Zayn merubah laju setirnya....


Di suatu apartemen....


Cathlin tersenyum licik di depan kaca besar melihat kemolekan tubuhnya yang hanya mengenakan lingerie.



"Setelah kita bertemu 2 hari yang lalu, Lorenzo menyetujui keinginanku untuk datang ke sini. Kurasa dia tidak pernah melupakanku...." Lirihnya.


Tak sia-sia ia merubah bentuk tubuhnya dengan operasi, merubah setiap area tertentu menjadi lebih kencang. "Lorenzo aku sudah membayangkannya apa yang akan terjadi diantara kita...."


Ting tong ting tong!...


Cathlin balik badan ia tersenyum mendapati itu. "Dia datang tepat waktu, kurasa Claudia sudah membosankan baginya..." Ujarnya dengan licik seolah-olah bangga dijadikan yang kedua.


Ia melangkahkan kaki menuju pintu apartemen, perlahan dibukanya pintu itu. Senyum Cathlin seketika menghilang saat mengetahui siapa yang datang.



Rayn dan Zayn terkejut mendapati pemandangan itu.


Cathlin seketika tersenyum kembali menyembunyikan rasa tegangnya. "Dua pemuda tampan yang datang, apa kalian akan menggantikan peran daddy-mu di sini?...."

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2