Wanita 1 Triliun

Wanita 1 Triliun
BAB 54


__ADS_3

Alyysa menancap gas motornya dengan kecepatan tinggi menerobos hutan gelas itu sendirian, ia dibuat terkejut kala melihat 3 harimau peliharaan Jerome yang mengejarnya di belakang. "Apa? sial!...."


Grrrrh!!!.. Grrrrh!... Roaaarrr!!!.. Grrrrhh!...


Sebuah helikopter mengikuti motor Alyysa di atas, Alyysa dengan situasi menegangkannya sesekali melihat helikopter itu. "Apa itu Rio?.."


"Rio di sini!!..." Teriak Alyysa sambil melambaikan tangannya.


Sementara ketiga harimau buas itu jaraknya semakin dekat dengan Alyysa. "Ck!!..."


Alyysa melihat dengan teliti helikopter tersebut, ia dibuat semakin terkejut ternyata itu bukan helikopter Rio ataupun rekannya melainkan musuh yang sedang mengejar siap menembak.


"Situasi macam apa ini!.."


DOR! DOR! DOR! DOR!! DOR!!


Sebisa mungkin Alyysa menghindari tembakan beruntun itu, hatinya mulai merasa panik ia melemparkan 1 bom ke belakang untuk memperlambat gerakan harimau. "Duaaarrrrr!!!..." Hutan yang gelap seketika menjadi terang akibat ledakan.


"Sial wanita itu gesit sekali!..." Ujar salah satu anak buah Jerome yang kewalahan menembak tetapi tidak kena.


Dari arah berlawanan helikopter muncul mendekati helikopter anak buah Jerome, tanpa menyia-nyiakan kesempatan Claudia langsung melemparkan 3 bom besar dari celah jendela helikopter musuh. "Rasakan itu!!!!!..."

__ADS_1


"Apa!!!!..." Pekik mereka bersamaan yang mengira helikopter itu adalah rekannya yang ternyata milik Lorenzo.


DUAR!! DUAAAAARR!!! DUAAAAAARRR!!!


Hancurlah helikopter itu berkeping-keping tanpa menyisakan orang hidup di dalamnya. Mendapati itu Alyysa sontak loncat dari motor ia sontak menaiki salah satu pohon menghindari kejaran harimau.


Helikopter Lorenzo menyodorkan tangga darurat, Alyysa sontak menaikinya harimau itu hanya mencapai sepatu hitam Alyysa. "Grrrrrhhh!!!..."


Setelah Alyysa selamat helikopter itu kembali lepas landas dengan kecepatan penuh menuju tempat aman sesuai perintah Lorenzo.


Sesampainya di kediaman Lorenzo...


Claudia dengan perlahan membuka topengnya membiarkan rambut indah bergelombang hitam itu kembali terurai...


"Audi...."


Claudia tersenyum ke arah Lorenzo yang masih tak menyangka melihat hal itu. Bagaimana bisa istrinya yang sering berpenampilan ayu dan anggun bisa seperti tadi?.


"Iya ini aku, maaf tidak ijin terlebih dahulu kepadamu..."


"Sejak kapan kau berlatih!." Timpal Lorenzo dengan nada sedikit tinggi.

__ADS_1


"Jangan menghukum Rio dan Alyysa ini kemauanku untuk jaga diri.."


"Audi kau jangan ikut campur dalam hal bahaya yang sedang ku urus! aku tidak mau terjadi sesuatu pada dirimu.." Timpal Lorenzo lagi.


Claudia terdiam ia sadar dengan tindakannya yang membahayakan. "Maafkan aku yang telah menggagalkan rencanamu untuk Jerome, maaf juga karena sudah membuatmu khawatir. Aku hanya belum siap melihat adu gencatan senjata antara suamiku dan kakakku..."


Lorenzo terdiam mendengar ucapan Claudia, istrinya itu berkata sambil tersenyum tetapi ada makna kesedihan di dalamnya. "Kau sudah tahu Jerome kakakmu?.."


Claudia mengangguk. "Aku juga tidak menyangka dia dulu menyuruh seseorang untuk menembakku saat mengandung Rayn dan Zayn..."


Lengan jenjang Claudia menyentuh bekas pukulan keras Jerome pada dada bidang Lorenzo. "Kenapa kau tidak melawan?, maafkan kakakku ini pasti sakit..."


"Audi...."


Tanpa aba-aba Claudia mencium lama bibir Lorenzo setelah puas ia melepasnya. "Istirahatlah jangan dulu memikirkan rencana untuk menyerang Jerome..." Setelah itu Claudia beranjak melangkah.


"Kau mau kemana!..." Timpal Lorenzo menghentikan langkah istrinya.


"Menyusui Rayn sama Zayn, mau ikut?...."


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2