
06:35 dini hari....
Lorenzo perlahan membuka matanya ia sontak melirik ke samping, tampak Claudia masih terlelap dengan tenang. Lorenzo merubah posisinya menghadap sang istri menatap wajah cantiknya dengan seksama, lelaki itu tersenyum ketika mengingat adegan panas mereka berdua semalam.
"Ah aku menginginkannya lagi...."
Entah bagaimana, yang jelas Lorenzo tersenyum senang ketika melihat bekas cinta yang terlihat di area dada juga leher Claudia akan ulahnya yang liar.
Tangan kekar itu dengan lembut mengelus wajah cantik Claudia, tatapan mata Lorenzo tertuju lama pada bibir ranum istrinya..
Ia mendekatkan wajah mencium bibir Claudia diiringi dengan l*matan lembut, niatnya cuma sekilas tetapi malah ketagihan. "Ya Tuhan aku tak bisa menahannya...." Batinnya.
Claudia mengerjapkan mata ia terbangun karena sesuatu, ia sedikit terkejut dengan Lorenzo.
"Sudah bangun?.." Tanyanya.
"Hmmm good morning."
Claudia perlahan merubah posisi tidurnya, tubuhnya terasa sangat pegal apalagi bagian bawah ada sedikit rasa sakit di sana karena semalam.
"Ini karena dirimu.." Lirihnya sambil membalas tatapan lekat Lorenzo.
"Salah sendiri kenapa terus membuatku ketagihan!."
"Lah kok aku? kamu saja yang liar.." Balas Claudia tak mau kalah.
"Karena kamu begitu menggoda aku tak bisa menahannya!.."
__ADS_1
Claudia sontak mengalihkan pandangan pipinya tampak merona, mendapati itu Lorenzo tersenyum ia menggigit bibir bawahnya karena gemas.
Claudia dibuat semakin terkejut akan tangan kekar Lorenzo yang sudah bermain di area dada, sambil bibir lelaki itu tak henti mengecup leher jenjangnya.
"Audi......."
"H-hmmm?..." Jawab Claudia sedikit terbata akan ulah tangan Lorenzo.
"Aku menginginkannya lagi...."
"Apa semalam tidak puas?." Tanya Claudia membalas tatapan berat suaminya.
"Aku sangat puas, tetapi sekarang aku tak tahan melihat dirimu.."
Claudia tersenyum namun tatapannya tak lepas dari Lorenzo, sebagai seorang istri dia harus melayani suami. "Lakukanlah jangan terlalu liar seperti semalam, di dalam perutku juga ada anakmu..."
Lorenzo tersenyum sambil mengangguk, tangan kekar itu mengelus perut Claudia yang masih rata. "Daddy akan pelan-pelan..."
Lorenzo melakukannya bukan hanya sekali, tetapi lagi dan lagi. Tubuh istrinya itu sungguh candu yang menggoyahkan iman dan pendirian.
Setelah selesai mereka berdua memilih mandi bersama, Claudia tak bisa menolak keinginan suaminya itu, lagi-lagi mereka melakukannya di kamar mandi penuh gairah akan gelora asmara keduanya.
*
*
Sehabis mandi.....
__ADS_1
Lorenzo hanya mengenakan kaos dan celana pendek ia duduk di pinggir ranjang sambil menatap Claudia yang sedang siap-siap untuk menghadiri acara disalah satu brand ambassador ternama di Paris.
"Apa kau akan kembali ke New York sekarang?.." Tanya Claudia sambil duduk di pangkuan Lorenzo sebelum berangkat.
"Tidak, kita akan kembali bersama besok..." Jawab Lorenzo menatap lekat wajah cantik istrinya.
"Bagaimana dengan perusahaan?."
"Raymond yang mengambil alih, aku akan berada di sini untuk menemani istriku.."
Claudia tersenyum hatinya sangat senang saat dipanggil istri oleh Lorenzo, lelaki itu benar-benar mencintai dan menghargainya.
"Berhenti tersenyum seperti itu atau kau ku makan lagi sekarang.." Sengaja Lorenzo.
Claudia terkekeh dibuatnya, sebelum pergi mereka berciuman mesra. "Aku pergi dulu..."
"Ya, jika terjadi sesuatu cepat hubungi aku!..."
"Tentu...."
Claudia pergi bersama anak buah Lorenzo yang lain, bahkan bodyguardnya ada seorang wanita untuk menjaganya.
Setelah istrinya berlalu, datanglah Rio anak buah Raymond ke apartemen atasannya. "Saya di sini tuan...."
"Kau tahu tugasmu harus apa, urus Andrean tanpa sepengetahuan istriku. Dan bawa anak buahku yang telah lalai menjaga Claudia semalam!!..."
"Segera tuan!..." Tegas Rio berlalu.
__ADS_1
Terlihat wajah tampan Lorenzo tampak datar bengis menakutkan di hadapan para anak buahnya, tetapi tidak jika bersama Claudia. Definisi segarang, sebengis, sedatar, dan sedingin apapun jika seorang lelaki sedang bersama orang yang dicintainya itu pasti berbeda.
Bersambung.....