
...~...
Sementara itu di tempat lain..
Ameera mengikuti langkah Jerome yang membuka pintu kamar apartemen, jantungnya semakin berdebar kencang karena gugup. Bagaimana bisa? ia sudah lama tidak menjalin hubungan dan sekarang belum 1 minggu kenal sudah menikah secara mendadak.
Setelah keduanya masuk Jerome langsung mengunci pintu itu. "Bagaimana?." Tanyanya kepada sang istri.
"Apanya?." Balik tanya Ameera.
Perlahan Jerome mendekati wanita itu ia menarik ikat rambut Ameera membiarkan rambut indah itu terurai. Ameera menatap ikat rambutnya yang terjatuh ke lantai.
Saat berbalik Ameera dibuat terkejut dengan jaraknya yang begitu dekat dengan Jerome. "Apa kau semakin mencintaiku wanita galak?."
"Berhentilah menggodaku tuan pemaksa!.."
Jerome tersenyum menyeringai ia menyentuh dagu istrinya. "Apa kau sudah tahu kewajiban seorang istri terhadap suami?."
Ameera mengalihkan pandangan ia tidak bisa bertatapan lama dengan mata biru itu. "Hmmm aku tahu, tapi kita baru saja menikah secara mend!...."
Belum sempat Ameera menyelesaikan ucapan, bibirnya sudah dicium oleh Jerome tanpa aba-aba.
"Apa ini waktunya?..." Batin Ameera yang semakin berdebar.
Jerome melepas ciuman itu ia menempelkan hidung mancung mereka. "Kau mandilah duluan ada sesuatu yang harus ku urus sebentar, istriku..." Lirih Jerome seraya keluar kamar menuju ruang tamu.
Ameera menghela nafas lega, sebutan istriku dari Jerome membuatnya tersenyum terasa nyaman sekali mendengarnya.
Ia memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri. "Aaaarrgh apa aku harus kabur saja?." Tetapi Ameera tetap membersihkan diri.
Setelah selesai Ameera mengenakan handuk, ia mengintip kamarnya yang terlihat kosong sepertinya Jerome belum kembali. "Pakai baju setelah itu tidur.."
Ia bergegas mendekati koper..
Cklek...
Pintu kamar dibuka masuklah Jerome ia terdiam melihat pemandangan itu, Ameera sontak memasang senyum manisnya menyembunyikan rasa gugup. "Jika kau ingin membersihkan diri, kamar mandi kosong..." Ujarnya.
"Tidak, sepertinya aku menginginkanmu..." Lirih Jerome.
Belum sempat Ameera bicara, Jerome menarik tubuhnya ke dalam dekapan. Mencium bibir manis itu penuh agresif akan gairah yang terpendam lama.
__ADS_1
Ameera perlahan memejamkan matanya ia ikut membalas ciuman panas itu, posisi keduanya kini sudah di atas ranjang. Perlakuan Jerome benar-benar membuat Ameera merona sekaligus menikmatinya.
Ameera meremas sprei saat Jerome mencium leher jenjangnya meninggalkan bekas cinta di sana, tangan kekarnya perlahan melepas kaitan handuk sehingga tampaklah tubuh indah Ameera tanpa penutup sehelai benang pun.
Ia menggigit bibir bawahnya menahan rasa malu, Jerome tersenyum mendapati itu terlihat tidak ada kekurangan sama sekali pada tubuh Ameera.
"Aku sangat mencintaimu..." Bisik Jerome lembut sebelum memulai aksinya.
"Aku juga mencintaimu.." Jawab Ameera dengan wajah merona.
Jerome tersenyum ia kembali mencium bibir ranum Ameera, perlahan tapi pasti penyatuan itu telah dilakukan Ameera meringis kesakitan. "Ini tidak akan lama..."
Setelah rasa sakit itu reda, Jerome memulai aksinya begitu liar memberikan kenikmatan akan dirinya juga Ameera. Bukan hanya sekali tetapi berkali-kali tubuh keduanya sudah bermandikan keringat.
Hujan deras di luar dan dinginnya malam menjadi saksi akan sepasang suami istri yang sedang memadu kasih penuh cinta.
...***...
1 bulan berlalu...
Di kediaman Lorenzo..
Mereka dikabarkan dengan kabar gembira atas kehamilan pertama Ameera, keluarga besar itu sengaja merayakannya dengan makan-makanan mewah..
"Ah ada apa denganku?..." Lirihnya lemas.
"Audi apa yang...."
"Jangan dekat-dekat denganku aroma tubuhmu membuatku mual!.." Potong Claudia kepada Lorenzo.
"Bukankah kau sangat menyukainya?."
"Sekarang aneh sekali rasanya..." Jawab Claudia.
Melihat itu Dokter Alyysa mendekati tuannya. "Nyonya ingat-ingat terakhir kali anda menstruasi.."
Claudia terdiam. "Sepertinya sudah mau 1 bulan lebih belum datang bulan.."
Alyysa sontak mengambil tespack dari tasnya. "Coba buktikan siapa tahu...."
Claudia menatap penuh tanda tanya kepada Lorenzo, tetapi ia mencoba untuk melihatnya. Semua keluarga besar itu menunggu hasil.
__ADS_1
Tidak lama Claudia keluar dari kamar mandi ia sontak berhambur ke pelukan Lorenzo. "Benar aku sedang mengandung lagi..."
Lorenzo sontak memeluk erat istrinya, si kembar senang bukan main mendengar kabar bahagia ini. Orang-orang yang ada di sana memberi selamat.
"Persalinan nanti pasti akan diwaktu berdekatan..." Timpal Jerome.
"Luar biasa sekali, apa kalian berdua membuatnya di waktu yang sama?.." Tanya Raymond.
Lorenzo dan Jerome saling tatap tidak lama mereka terkekeh. "Mungkin...."
...***...
Hari berganti bulan pun berlalu.
9 bulan kemudian...
Di salah satu rumah sakit ternama...
Putra pertama Jerome telah lahir begitu tampan tanpa ada kekurangan sedikitpun, ia diberi nama 'Charlie Lyu Michael'..
Di ruangan lain Claudia masih berusaha antara hidup dan mati, keringatnya bercucuran Lorenzo menggenggam erat lengan istrinya tak lepas ia ciumi..
Tidak lama Claudia terkulai lemas disusul dengan tangisan bayi cantik yang telah lahir.
Dokter Alyysa sontak menangani Claudia, sementara dokter lain mengurus bayi berjenis kelamin perempuan itu.
Setelah selesai bayi itu diserahkan kepada Lorenzo. "Putriku..." Lirihnya terharu...
Sesuai kesepakatan Ameera dan Claudia disatukan dalam satu ruangan, orang-orang terdekat mereka berdatangan untuk melihat kedua bayi itu.
"Siapa namanya?.." Tanya Jerome kepada Lorenzo.
"Angela Scottbryan..." Ujar Lorenzo mantap sambil tersenyum ke arah Claudia yang juga menatapnya.
"Baby Angela..." Lirih Claudia tersenyum bahagia.
Putra Jerome dan putri Lorenzo di tempatkan dalam tempat yang sama. Benar-benar cantik dan tampan orang-orang di sana terharu memujinya.
Rayn dan Zayn mendekati adik perempuannya itu. "Cantik sekali adikku.." Lirih keduanya.
Lengkap sudah kebahagiaan mereka dengan lahirnya baby Angela dan baby Michael..
__ADS_1
..._TAMAT_...