Wanita 1 Triliun

Wanita 1 Triliun
BAB 76


__ADS_3

Mata tajam Katashi menatap setiap sudut ruangan, ia tidak menemukan keberadaan para anak buahnya. "Utusan siapa kau?..."


Claudia beralih menodongkan pedangnya ke arah leher lelaki itu bahkan leher Katashi sudah berdarah akibat tergores. "Aku akan mengampunimu untuk saat ini jika kau mau ikut!..."


"Jika tidak berkenan ikut?.." Balik tanya Katashi dengan nada santai.


Claudia dibuat murka mendengarnya. "Aku akan menghabisimu sekarang juga!.."


"Sepertinya aku memilih mati daripada harus ikut..."


"Oh tidak... Aku tidak akan membiarkanmu berulah leluasa tanpa merasa berdosa dan bertanggung jawab setelah menjatuhkan pesawat Katashi!!..." Dingin Claudia dengan tatapan membunuh.


DUARRRRR!!!!....


Terdengar ledakan dahsyat dari tempat lain, Katashi menyadari sesuatu. "Rupanya kau model cantik istri dari Lorenzo Scottbryan!..."


"Aku tidak mau melukai tubuh indahmu mending kita mengerang bersama penuh dengan kenikmatan nona Claudia..."


Rasanya Claudia ingin membunuh Katashi sekarang juga mencabiknya hingga hancur, tetapi ia harus membawanya hidup-hidup untuk diadili seadil-adilnya karena menyebabkan ratusan orang meninggal dalam pesawat.


"Aku berurusan dengan Lyu Jerome, kau tidak ada hubungannya denganku!..." Lanjut Katashi.


"Bedebah!..." Pekik Claudia semakin menekan pedangnya.


"Aaargh! lumayan..." Lirih Katashi menahan sakit di lehernya. "Tetapi lihatlah kedua tanganku nona!.."


Claudia terkejut saat melihat 2 senjata api dari tangan Katashi yang menodong ke arahnya.


Saat Katashi akan melepas pelatuknya tiba-tiba...


DOR!! DORR!!..


"Aaakkhh!..." Jerit Katashi saat kedua tangannya tertembak peluru yang dilakukan Lorenzo dari arah pintu kamar.

__ADS_1


"Apa aku terlambat sayang?.." Ujar Lorenzo santai kepada istrinya.


"Tidak juga honey..." Balas Claudia.


"Apa-apaan ini? sial!!!...." Murka Katashi yang hendak menekan tombol darurat pemanggil anak buahnya.


BRUK!!


Belum sempat Katashi bertindak, Claudia melemparkan jaring besar dengan sengatan listrik yang luar biasa menyengat ke sekujur tubuh Katashi.


Katashi berontak hebat akan sengatan listrik, tidak menunggu waktu lama lelaki itu pingsan bahkan hampir sekarat akibatnya.


Barulah Claudia loncat dari atap. "Rasakan itu brengsek!!..."


Sebuah helikopter datang mendatangi jendela kamar Katashi. "Ayo masuk!!..." Ujar Raymond.


Lorenzo dan Claudia membawa tubuh yang tak sadarkan diri itu ke dalam helikopter, mereka lepas landas berlalu pergi dari sarang musuh.


"Jerome sudah mengamankan ******* itu! dia masih menghabisi anak buah Katashi yang berontak..." Jawab Lorenzo.


"Ah baiklah kita tunggu saja di markas..."


Raymond memborgol Katashi yang pingsan kaki juga tangan. "Tidak tahu umur menjijikkan!!.."


"Kita selesaikan masalah ini dengan tuntas! pihak kepolisian juga sudah menunggu bukti." Timpal Lorenzo.


"Baik!."


...~...


Di depan kamera yang menyala juga disaksikan para keluarga korban dan aparat keamanan, Lorenzo menunjukkan ******* dalam video. "Lihatlah wajah orang ini!!.."


Tidak lama helikopter datang di tengah-tengah kerumunan, keluarlah Jerome membawa Hito sang ******* yang sudah babak belur tak karuan.

__ADS_1


Lorenzo menunjuk Hito. "Samakan wajahnya dengan bedebah itu!.." Lanjutnya.


Orang-orang sontak menutup mulutnya terkejut, para keluarga korban histeris ingin menghabisi Hito tetapi aparat menahan mereka.


Claudia menuntun Katashi mendorongnya ke arah Jerome. "Katakan yang sebenarnya kak!.."


Jerome menatap tajam musuhnya itu. "Demi melancarkan bisnis perusahaannya dia menggunakan cara biadab untuk menjebakku!..."


Hancurlah reputasi Katashi dalam sekejap perusahaannya diambang kebangkrutan, bahkan ia sekarang divonis hukuman mati bersama Hito.


Aparat keamanan membawa mereka berdua pergi untuk dieksekusi seadil-adilnya, sebelum pergi mereka sangat berterima kasih kepada Jerome, Lorenzo, Claudia serta anak buahnya yang lain. Masalah selesai..


...~...


Jerome malam ini memutuskan untuk menginap di rumah Claudia terlebih dahulu.


"Ada satu kamar kosong di sana istirahatlah.." Ujar Lorenzo sambil menepuk pundak kakak iparnya itu.


"Oke.."


Lorenzo dan Claudia berlalu menuju kamar, begitupun Jerome melangkah pergi menuju kamar yang ditunjuk Lorenzo.


"Ini apa yang ini?.." Pikir Jerome.


Ada dua kamar bersebelahan, yang satu dikunci dan yang satu tidak. "Mungkin ini yang kosong..." Pikir Jerome sontak memasuki kamar yang tidak dikunci itu lalu menguncinya.


Ia perlahan membuka jaketnya meletakkan dengan sembarang, membuka kausnya memperlihatkan dada bidang yang atletis. Jerome berencana mandi karena sangat gerah.


Langkahnya terhenti saat pintu kamar mandi terbuka, keluarlah seorang wanita cantik hanya mengenakan handuk sepaha memperlihatkan jelas lekuk tubuhnya yang indah.


Ameera terkejut bukan main melihat seorang lelaki telanjang dada di kamarnya. "Aaaaaarrrggh! apa yang kau lakukan di sini!.."


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2