Wanita 1 Triliun

Wanita 1 Triliun
BAB 37


__ADS_3

Venny memeluk menantunya sambil mengelus perut yang masih rata itu. "Sekarang kamu juga putri mama, tetap banyak istirahat jaga kesehatan ingat anakmu juga cucu kita.."


"Iya ma tentu..."


Lorenzo dan Claudia mengabadikan momen bahagia itu dengan beberapa kostum pernikahan, karena pernikahan ini bersifat rahasia jadi setelah selesai acara mereka kembali pulang ke kediaman masing-masing tanpa membuat orang-orang curiga.


Sesampainya di Mansion Lorenzo....


Raymond mempercepat langkahnya menghampiri Claudia yang sedang naik tangga bersama Lorenzo. "Tunggu!..."


Lorenzo dan Claudia menghentikan langkahnya.


"Claudia harus berangkat ke Paris sekarang, hanya ada waktu 30 menit untuk siap-siap. Acara di sana mulai pukul 20:00 malam sedangkan penerbangan dari sini ke sana 7 jam, dan di sini sekarang pukul sudah 12:00 siang itu waktu yang pas...." Ujar Raymond.


"Ah ya ampun baiklah, aku akan siap-siap sekarang..." Claudia berlari menuju kamarnya untuk mengemas barang yang akan dibawa.


Lorenzo memijit keningnya sambil mondar-mandir di depan Raymond, ia tidak mau berpisah dengan Claudia. "Berapa lama istriku di sana nanti?.."


"Hanya tiga hari kau tenang saja, Claudia aman di sana para anak buahmu juga sudah siap menjaga."


"Apa aku sama sekali tidak bisa ikut?.."


"Bukannya tidak bisa kau adalah orang yang berkuasa di perusahaan, tetapi saat ini perusahaan juga membutuhkan dirimu untuk nanti pertemuan dengan duta besar dari Jepang." Jawab Raymond kepada sahabatnya.


Lorenzo membuang nafas berat. "Baiklah aku juga tidak bisa apa-apa ini pekerjaan istriku, tunggu! apa tidak ada seorang pun wanita yang menemaninya?.."


"Tenanglah kau ini... Designer Lily dan Manda yang akan menemani istrimu di sana nanti, jangan khawatir..."


"Bagus, kau memang terbaik!..."


Raymond menyunggingkan senyumnya. "Untuk malam pertama tahan saja tuanku yang budiman...."


Lorenzo sontak menatap tajam Raymond yang sedang menggodanya. "Berani sekali kau!.."


Raymond hanya terkekeh...

__ADS_1


Claudia sudah siap dengan barang-barangnya bahkan Lorenzo mengirimkan bibi pembantu untuknya di sana nanti, jet pribadi juga para anak buahnya sudah siap lepas landas.


"Hey aku tidak perlu pembantu..." Lirih Claudia.


"Tidak ada bantahan!.." Jawab Lorenzo tegas.


"Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu ini tidak akan lama..."


Setelah berpelukan, Claudia mencium pipi Lorenzo.


"Satu kali lagi!..." Pinta Lorenzo dengan tatapan beratnya.


"Baiklah..."


Claudia mendekatkan wajahnya kembali untuk mencium pipi Lorenzo, tetapi wajah tampan lelaki itu malah menghadap sehingga bibir keduanya menyatu sempurna. Tampak Claudia terkejut tapi tidak dengan Lorenzo.


Raymond dan orang-orang yang ada di sana sontak balik badan. "Dasar tidak menghargai keberadaanku.." Batin Raymond menjerit.


Setelah dirasa puas ciuman itu terlepas, tampak pipi Claudia merah merona akan ulah suaminya. Setelah berpamitan mereka pun lepas landas berangkat menuju Paris.


...*...


...*...


...*...


Paris-France


20:00 malam


Semua model satu persatu melakukan fashion show, Claudia mengatur nafas untuk tenang agar tidak gugup. Dan tiba saat gilirannya, ia tersenyum melangkah dengan anggun di sini semua orang yang ada di sana ikut terpana akan kecantikannya yang tampak sempurna.


Bukan karena apa, kebanyakan model tidak memiliki paras cantik hanya dengan tubuh profesional saja cukup. Tetapi Claudia memiliki keduanya.


"Di tv saja dia sudah sangat cantik, tapi menurutku dia lebih amat cantik jika dilihat langsung..." Antusias salah seorang.

__ADS_1


"Yeah benar pantas saja putra presiden New York menikahinya.." Timpal yang lain.


Semua awak media kini menyoroti Claudia.. Setelah selesai Fashion show yang pertama, Claudia memilih untuk kembali ke apartemen yang sudah disediakan Lorenzo bersama designer-nya Lily..


Di tengah perjalanan pulang..


"Manda kemana? dia tidak kelihatan dari tadi?.." Tanya Claudia..


"Itu dia nona, Manda tadi izin pergi ke salah satu bar di daerah sini untuk menemui kekasihnya. Dan jika pulang ia ingin dijemput, apa nona tidak keberadaan?.."


Claudia diam sejenak.. "Baiklah kita jemput ke sana saja, jangan ditinggalkan.."


Anak buah Lorenzo patuh, sehingga mereka mampir di sebuah bar ternama di Paris. Claudia menemani Lily masuk ke dalam bar tersebut. Salah satu anak buah Lorenzo mengawasi nona majikannya dari luar takut terjadi sesuatu.


Orang-orang di dalam sana banyak sekali yang sudah mabuk, bahkan ada yang melakukan hal intim di mana-mana. Claudia dibuat tak nyaman dengan itu semua.


"Itu dia Manda.." Timpal Lily sontak menghampiri temannya yang setengah sadar karena alkohol. "Kau dalam bahaya jika tuan Lorenzo tahu! ayo pulang..."


Lily mencoba mengangkat tubuh Manda membawanya ke arah Claudia, saat Claudia ingin membantu Lily ia merasa jika dari tadi ada yang memperhatikannya. Saat ia melihat orang tersebut sontak mata indahnya membulat sempurna.


"Andrean! kenapa bisa dia ada di sini?..."


Mantan suaminya ada di bar tersebut dalam keadaan mabuk, Claudia sedikit ketakutan karena tatapan mata lelaki itu tertuju dan terus menatapnya tanpa henti. "C-claudiaaa? apa itu kau?....."


"Lily ayo pulang!..." Ujar Claudia sambil mempercepat langkahnya.


"Iya nyonya, ada apa tegang begitu?..."


"Ayo!!!...." Claudia membantu mengangkat Manda, ia semakin cemas saat Andrean berjalan menghampirinya dengan kondisi seperti itu..


GREPH!..


Claudia dibuat semakin ketakutan dengan tangan Andrean yang sudah menahannya.


"T-ternyata benar kau Audi, ayo temani aku malam ini....."

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2