Wanita 1 Triliun

Wanita 1 Triliun
BAB 52


__ADS_3

Tangan kekar Rio melindungi Claudia yang di belakang, sementara tangan yang satunya lagi menodong senjata tajam yang tak perlu diragukan lagi mematikannya seperti apa.


Claudia dibuat syok pikirannya menerawang kemana-mana, tubuh sosok berjas hitam itu sedikit familiar dibenak Claudia.


"Apa kau lelaki itu!!.." Tegas Rio.


Tidak ada jawaban darinya, Jerome hanya menatap lekat wajah Claudia. Tentunya Claudia dibuat semakin tak nyaman dengan tatapan matanya walaupun ketampanan lelaki itu lumayan di atas rata-rata.


"Rio sebenarnya siapa dia? kenapa kau bertindak seperti ini!..." Bisik Claudia.


"Kau akan tahu kebenarannya nanti dari tuan Lorenzo nona..."


Pikiran Claudia semakin bertanya-tanya ia dengan keberaniannya sontak menghampiri Jerome.


Rio dibuat terkejut. "Nona!.."


Dalam jarak dekat mata indah Claudia mengintimidasi lelaki itu. "Sebenarnya siapa kau? apa sebelumnya kita pernah bertemu!.."


Masih tidak ada jawaban dari lelaki itu, tatapan mata tajamnya tertuju pada bekas tembakan lengan atas Claudia yang terjadi 8 bulan yang lalu.


Di sini Rio meneliti dengan seksama sesuai arahan atasannya.


"Ya kita pernah bertemu di masa lalu..." Lirih lelaki itu dengan suara beratnya.


Deg!

__ADS_1


Claudia terkejut menyadari itu namun hati kecilnya tetap membantah, tidak mungkin dia..


Dengan seketika Rio pasang badan kembali ia bahkan menempelkan senjata tajamnya pada leher lelaki itu. "Kau kan lelaki itu!!!.."


Diwaktu bersamaan tiba-tiba datang 10 orang scurity mereka langsung memisahkan Rio dan Jerome agar tidak terjadi keributan.


Jerome memilih pergi setelah membisikkan sesuatu kepada Rio, tanpa pikir panjang Rio langsung membawa Claudia di mana atasannya berada.


Sesampainya di kediaman....


Claudia langsung menghampiri kedua putra kembarnya melepas rindu, namun pikirannya tetap mengingat kejadian tadi saat di fashion show. "Itu tidak mungkin! tapi dia memiliki nama yang sama dengan kakakku..." Batinnya bertanya.


"Akan ku tanyakan kepada Lorenzo!.." Ujarnya sambil beranjak menuju ruang kerja sang suami.


Sementara itu....


"Apa kau meragukanku Raymond?.." Lirih Lorenzo.


Raymond terdiam sontak melepas genggaman, ia tidak bisa membantah keputusan atasannya yang punya seribu rencana dibalik akal jeniusnya.


"Rio apa kau yakin dengan tempat yang ia bisikan?."


"Iya tuan sepertinya dia benar-benar ingin kau datang tanpa siapa-siapa." Balas Rio.


"Lalu bagaimana dengan Claudia dan putramu aku harus bilang apa kepada mereka? apalagi kau sekarang mau pergi ke sarang musuh." Tanya Raymond.

__ADS_1


"Aku akan menemui mereka sebelum pergi, jadi jangan memberi tahu dulu bahwa Jerome adalah kakaknya sekaligus dalang dibalik semua ini aku tak mau istriku khawatir!!." Balas Lorenzo.


"Baiklah..." Serentak Raymond dan Rio mengikuti arahan atasannya.


Claudia dibuat semakin terkejut juga syok kala mendengar percakapan mereka, karena tak mau ketahuan ia sontak kembali berlari di mana kamar bayi kembarnya berada.


Benar saja tidak lama Lorenzo datang dengan tersenyum ke arah mereka, wajah seriusnya hilang saat berhadapan dengan sang istri dan kedua putranya.


"Aku akan pergi dulu ada meeting mendadak di perusahaan.." Lirih Lorenzo sambil mencium lama pipi lembut istrinya.


Tidak ada jawaban dari Claudia berat sekali rasanya. "Apa kau akan lama?..."


"Tidak Audi hanya sebentar aku akan kembali lagi.."


"Bohong!..." Batin Claudia.


Lorenzo memeluk dan mencium kedua putra tampannya, hal itu membuat rasa khawatir Claudia semakin menjadi. Sebelum pergi Lorenzo kembali memeluk erat tubuh ramping istrinya. "Ada Raymond dan Rio yang menjaga kalian..."


"Baiklah..." Lirih Claudia sambil menatap nanar kepergian sang suami.


Setelahnya Claudia pergi menuju kamar, kedua putra tampannya ada yang menjaga oleh Dokter Alyysa.


Claudia sontak mengikat rambut beberapa senjata tajam sudah melekat dalam tubuhnya.


__ADS_1


Setelah itu Claudia mengenakan jaket warna hitam pekat disertai memakai sarung tangan. "Akan ku akhiri perseteruan kalian berdua!.."


Bersambung.....


__ADS_2