Wanita 1 Triliun

Wanita 1 Triliun
BAB 63


__ADS_3

Orang-orang di sana terkejut seketika terdiam saat kalimat kakak dilontarkan dari bibir Claudia, gangster yang menodongkan senjata api kepada Claudia perlahan diturunkan.


Jerome menatap tajam wajah cantik Claudia yang juga menatapnya, Claudia dibuat terkejut saat Jerome sudah di belakangnya menempelkan pisau tajam pada leher. "Kau tahu keberadaanmu di mana sekarang!..." Datarnya menahan kedua lengan Claudia.


"Aku datang ke sini untuk menemuimu bukan menyerang!.." Tegas Claudia.


"Periksa tubuhnya!.." Dingin Jerome.


Para gangster kekar itu sontak mendekati Claudia dengan antusias, Jerome sontak menembak lantai hingga suaranya menggema ke seluruh ruangan. "B*jingan! aku tidak menyuruh laki-laki yang memeriksanya!." Bentak Jerome kepada mereka.


"Bukankah jika ada wanita masuk ke wilayah kita, kita sendiri yang memeriksanya tuan?..." Timpal salah satu dengan menunduk.


"Itu j*lang yang akan kalian lahap!..." Sinis Jerome yang membuat para anak buahnya terdiam ketakutan.


"Maafkan kami tuan...."


"Periksalah!..." Perintah Jerome kepada anak buah wanita di sana.


"Baik!..."


Claudia dibawa ke salah satu ruangan, seluruh tubuhnya diperiksa dengan teliti. Setelah selesai ia disuruh mengenakan pakaian kembali. "Sudah ku bilang aku datang bukan untuk menyerang!..." Lirihnya.


"Sudah selesai, anda bisa mendatangi ruangan tuan Jerome sekarang!." Ucap gangster wanita itu sambil membawa kasar Claudia ke tempat di mana Jerome berada.


"Kita tidak punya masalah aku bisa berjalan dengan sendiri!.." Tegas Claudia yang menepis cengkraman kasar tangan wanita itu

__ADS_1


"Anda musuh kami, kami tidak mungkin selembut yang diinginkan!."


"Cih!.." Decak Claudia tak habis pikir, padahal wanita itu di hadapan Jerome tadi begitu lembut berhadapan dengannya.


Jika Claudia tak bisa menahan emosi mungkin saja wanita itu sudah ditamparnya.


"Di sini masuklah!..." Ujarnya dengan nada tinggi.


Claudia tanpa berkata apapun langsung memasukinya.


"Berterima kasihlah kau tidak tahu sopan santun!.."


Langkah Claudia terhenti mendengar itu ia sontak menoleh ke belakang. "Aku datang bukan untuk menemuimu!." Setelah berkata itu Claudia menutup pintu ruangan.


Wanita itu mengepalkan tangannya kuat ia merasa cemburu, sudah bertahun-tahun ingin memasuki kamar pria yang dicintainya tetapi hanya Claudia yang dipersilahkan. "Jika kau bukan adiknya sudah ku bunuh dirimu Claudia!!."


Claudia melirik seluruh ruangan luas itu dengan hati-hati, terlihat Jerome sedang duduk di salah satu kursi. "Duduklah!..." Datar Jerome.


Claudia langsung duduk di hadapan Jerome.


"Sekarang lupakan bahwa kita adalah musuh, aku datang ke sini ingin bertanya banyak hal kepadamu sebagai adik!." Mulai Claudia.


Tidak ada jawaban dari Jerome ia hanya menatap lekat wajah Claudia.


"Apa ini sosok dirimu yang selalu ku banggakan saat berumur 5 tahun? kemana saja kamu selama ini!, kau satu-satunya keluargaku setelah mama papa meninggal dan sekarang kita bertemu lagi sebagai musuh!.." Ujar Claudia melepas unek-uneknya kepada Jerome.

__ADS_1


"Rupanya kau masih mengakuiku sebagai kakakmu...."


"Karena kau memang kakakku!, kenangan foto saat kita bayi masih melekat di pikiranku Jerome. Tidak mungkin aku melupakanmu begitu saja!." Timpal Claudia dengan nada yang sudah meninggi.


Dari sudut bibir Jerome terdapat senyum menyeringai. "Kau tidak perlu tahu tentang diriku, tidak ada yang menguntungkan jika ku bahas!..." Datar Jerome seraya pergi.


Claudia sontak berdiri dari duduknya ia mencengkram kuat kerah baju Jerome. "Apa kau tidak tahu rasanya hidup tanpa siapa-siapa? saat kau memilih pergi dan menghilang!.." Pekik Claudia dengan mata yang perlahan berkaca-kaca, ia lemah jika mengingat masa lalunya yang menyedihkan.


"Kau pikir aku tidak merasakan itu!..." Timpal Jerome.


"Tidak!!.... Jika kau merasakan rasa yang sama seharusnya kau tidak menciptakan perang berkepanjangan seperti ini! kau pikir itu tidak menyiksaku menyaksikan kakak dan suami sendiri berkeinginan saling membunuh!."


"Kau sudah dewasa tidak mungkin hanya karena masalah saham perusahaan sampai seperti ini!, katakan!!!.." Pekik Claudia.


"Wanita yang sangat kucintai diambil oleh Caesar dan saat itu pula dia sedang mengandung anakku! suamimu Lorenzo yang telah membantu kakaknya memisahkan kami dengan tragis Claudia!!!.." Timpal Jerome dengan nada tinggi bahkan nafasnya tak teratur menahan emosi.


Bibir Claudia terasa kaku perlahan ia melepas cengkraman tangannya setelah mendengar ucapan Jerome.


"Kau sudah mengerti sekarang! aku mati pun jika sudah membalaskan dendam tak masalah..."


Claudia terdiam. "Lorenzo tidak pernah mengatakan hal ini kepadaku!..."


"Karena itu tidak mungkin!." Datar Jerome.


"Jika iya apa kau bisa menghilangkan rasa egoismu itu aku akan!!!...." Claudia tidak bisa menyelesaikan ucapannya, tubuhnya seketika menegang saat Jerome menempelkan alat pada lehernya tidak lama Claudia ambruk pingsan tak berdaya di tahan tangan Jerome.

__ADS_1


Tatapan tajam Jerome seketika sayu ia perlahan memeluk tubuh Claudia, tidak ada lagi raut wajah bengis pada mukanya. "Bagaimana bisa aku memaafkan suamimu sedangkan dia mengambil lagi satu-satunya wanita yang begitu berharga bagiku!...."


Bersambung....


__ADS_2