
1 jam berlalu...
Rio menghubungi Lorenzo untuk menyampaikan informasinya. "Tuan, Andrean sudah tidak ada di Francis sepertinya ia telah kembali ke New York. Langkah apa yang harus saya lakukan sekarang?."
Lorenzo terdiam. "Kau kembali saja biarkan aku menyelesaikannya nanti."
"Baik tuan." Panggilan pun berakhir.
"Cih! berani sekali dia kabur setelah membuat istriku ketakutan.." Geram Lorenzo.
Lorenzo memilih menyelesaikan masalah Andrean nanti setelah pulang, ia tidak mau membuat waktunya bersama Claudia di Paris direpotkan dengan mengurus lelaki itu.
Karena banyak notifikasi masuk dari perusahaan, Lorenzo fokus dengan layar laptopnya sambil memantau Claudia dari kejauhan.
21:00 malam...
Claudia baru pulang dari pekerjaannya, ia sangat kelelahan bahkan sekarang sangat mudah sekali kelelahan. Di apartemen, Lorenzo tidak kelihatan sepertinya ia sedang mandi karena terdengar gemericik air dari kamar mandi.
Claudia melemparkan tubuh rampingnya ke atas kasur, tanpa melepaskan apapun yang melekat pada tubuhnya. "Aaahhh lelah sekali......"
Karena saking lelahnya wanita itu tertidur pulas. Tidak lama pintu kamar mandi terbuka, keluarlah Lorenzo yang hanya mengenakan handuk dengan rambut basah acak-acakan.
Ia terdiam mematung melihat Claudia yang sudah pulang, Lorenzo sontak berjalan menghampirinya. Tangan kekar itu mengelus pipi lembut Claudia sekilas. "Bagaimana bisa kau tidur seperti ini?.."
Lorenzo dengan hati-hati merubah posisi tidur istrinya, ia melepas heels dari kaki jenjang Claudia. Setelah selesai Lorenzo mengenakan baju tidur ia ikut berbaring di samping sang istri yang sudah terlelap dengan memeluknya penuh kasih sayang.
...***...
__ADS_1
Pagi hari ini Lorenzo dan Claudia kembali ke New York dengan para anak buahnya menggunakan jet pribadi, cukup memakan waktu di perjalanan sehingga mereka sampai di New York sore hari.
Saat mereka sampai di mansion di sana sudah ada Raymond yang menunggu, ia mendekati sahabatnya itu dan berbisik sekilas. Lorenzo mengerti ia mengantarkan Claudia untuk istirahat terlebih dahulu di kamar.
Setelahnya Lorenzo menghampiri Raymond yang sedang duduk di kursi balkon.
"Bagaimana apa kau menikmati waktumu bersama Claudia?."
"Tentu, entah kenapa kecantikannya semakin terpancar saat mengandung anakku. Ck! tetapi dia sibuk dengan pekerjaannya sehingga sering kelelahan..."
"Kenapa? apa ada sesuatu?..." Sambung Lorenzo lagi kepada sahabat sekaligus kaki tangannya.
"Berapa bulan usia kandungan istrimu sekarang?.."
"Mau memasuki 2 bulan, perlahan perut ratanya membentuk itu membuatku merasa bahagia."
Raymond mengerutkan keningnya. "Berarti belum genap 2 bulan?."
Raymond hanya mengangguk ia merasa ada keanehan namun ia tidak mau berucap. Kebanyakan usia kandungan 2 bulan perut wanita masih rata, tetapi Claudia baru juga 1 bulan lebih perutnya sudah perlahan membentuk. Itu pikiran Raymond sekarang.
"Suruh Claudia berhenti dari pekerjaannya, tetap bawa dia di sampingmu jangan membuat dia keluar rumah tanpa bodyguard yang menjaga.." Mulai Raymond, sekarang nada bicara lelaki tampan itu terdengar serius.
Tatapan mata tajam Lorenzo mengintimidasi Raymond. "Katakan!..."
"Di dunia bawah kekuasaanmu, kemarin malam ada penyusup sehingga menyebabkan dua rekan anggota meninggal.."
Mendengar hal itu tentunya Lorenzo terkejut. "Bagaimana bisa? lantas siapa latar belakang mereka!.."
__ADS_1
"Ada 3 orang penyusup hanya satu yang masih hidup, kita mendapatkan informasi dari orang itu dengan memaksanya. Dia utusan dari seseorang yang sangat membencimu, hal ini ada sangkut pautnya dengan kematian kakakmu Caesar..."
"Caesar?..." Tanya ulang Lorenzo.
"Orang itu bungkam walaupun dengan ancaman mati!."
"Cih! apa kau tahu jenis senjata yang digunakan mereka?..." Selidik Lorenzo.
"Pisau LHR Combat.." Balas Raymond.
Lorenzo terdiam, senjata yang digunakan mereka merupakan pisau andalan para militer dunia yang ketajamannya tak perlu diragukan. "Apa maksudnya kejadian ini ada sangkut pautnya dengan kakakku?."
"Wanita yang dinikahi kakakmu adalah orang yang berharga bagi sosok misterius itu, entah apa yang membuat dia membencimu aku masih menyelidikinya. Sekarang yang diincar adalah nyawamu jadi tetap lindungi Claudia dia bisa jadi kelemahan untukmu..."
Lorenzo mengepalkan tangan kekarnya. "Tetap selidiki sosok itu aku tidak mau terjadi sesuatu kepada Claudia!.."
"Ya, berhati-hatilah mereka sedikit membuatku jengkel!."
Ucapan Raymond dapat dimengerti oleh Lorenzo, mungkin lawannya kali ini benar-benar lumayan mematikan.
"Berani sekali mereka main-main denganku!..." Sinis Lorenzo.
Raymond dapat menyimpulkan jika sosok itu memiliki kekuasaan seperti Lorenzo, sehingga dia bisa leluasa mengganggu ketenangan tuannya dengan dendam pribadi yang masih belum terkuak akan kebenciannya kepada Lorenzo itu seperti apa.
"Ah iya, aku ingin bertanya ini dari tadi.." Timpal Raymond.
"Apa?.." Datar Lorenzo.
__ADS_1
"Aku rasa Claudia sedang mengandung anak kembar, untuk lebih jelas sebaiknya kalian cek USG ke dokter.."
Bersambung.....