Wanita 1 Triliun

Wanita 1 Triliun
BAB 66


__ADS_3

"Bagaimana aku tidak emosi!..." Timpal Zayn kepada kakaknya.


"Kau pikir aku tak sepertimu? sama adik!.." Balas Rayn.


"Sudah, sudah!..." Lirih Claudia yang sontak memeluk erat kedua putra tampannya.


"Maafkan kami mom..." Serentak keduanya dengan manja,


Claudia hanya tersenyum mendapati itu.


"Lorenzo nanti akan dipindahkan ke mansion yang sudah ku sediakan." Lanjut Raymond sambil menatap sahabatnya yang berbaring lemah itu.


"Ya.." Balas Claudia.


Rayn dan Zayn menghampiri daddy-nya yang belum siuman, melihat luka yang begitu banyak membuat keduanya begitu khawatir dengan keadaan sang ayah..


"Apa tidak akan terjadi apa-apa mom? om?.." Tanya Rayn kepada Claudia dan Raymond.


"Semoga saja.." Lirih Claudia yang tak lepas menggenggam lengan kekar Lorenzo.


Raymond tersenyum menyeringai. "Jangan khawatir ini bukan kali pertamanya bagi daddy-mu.."


"Hmmm..."


Setelah selesai bersiap-siap mereka membawa Lorenzo pindah perawatan di mansionnya, para gangster anak buah Lorenzo tetap setia menjaga keadaan agar benar-benar aman.


Malam hari...


Perlahan Lorenzo membuka matanya..


Claudia sontak berhambur ke pelukan Lorenzo. "Syukurlah kau sudah sadar..."


Cairan infus yang diberikan dokter bisa menggantikan banyaknya darah yang keluar dari tubuh Lorenzo akibat luka itu.


"Bagaimana keadaanmu sekarang?.." Tanya Raymond.


"Hanya sedikit lemas, itu saja..." Balas Lorenzo. Ia menatap kedua putranya yang tersenyum. "Apa kalian tidak mau memeluk daddy?.."


"Tentu!.." Serentak keduanya sambil berhambur.


Dokter Alyysa menghampiri tuannya. "Kekebalan tubuh tuan luar biasa, kondisi tubuh akan segera membaik banyak istirahatlah agar bekas operasi cepat pulih.." Ujarnya yang diangguki Lorenzo.

__ADS_1


Dalam waktu bersamaan tiba-tiba Rayny datang ke kediaman Lorenzo untuk menjenguk, ia meletakkan buah yang dibawa sebelumnya Rayny mencium pipi sang suami Raymond terlebih dahulu. "Bagaimana keadaan suamimu Audi?..."


"Sudah membaik.." Balas Claudia sambil tersenyum.


"Syukurlah..."


"Kenapa putrimu Laura tak ikut?.." Tanya Claudia.


"Dia sudah tidur.." Jawab Rayny sambil terkekeh.


Rayny sontak menghampiri si kembar dan memeluknya erat. "Ini anak tante sudah pada bujang ya!.."


"Kau memelukku erat sekali tan!..." Lirih Rayn yang kesusahan bernafas.


"Tante tak peduli!..."


Zayn hanya pasrah diombang-ambing oleh tantenya..


Setelah puas memeluk si kembar, Rayny dibuat fokus dengan foto yang terpajang di pojok ruangan itu ia sontak menghampirinya. "Ini si kembar Audi?.."




Rayn dan Zayn menggaruk kepala tak gatal, ia hanya pasrah dengan kelakuan mommy-nya.


"Aku sengaja memotretnya sembarang dan itu membuatku tertawa hingga sengaja dipajang." Jawab Claudia terus terang.


"Hahaha...." Kekeh Rayny.


Rayn menyenggol lengan adiknya. "Apa kau merasa malu?.."


"Tidak!..." Datar Zayn. "Di dalam foto itu kau yang heboh..."


"Haish!..." Lirih Rayn.


...*...


...*...


...*...

__ADS_1


Tiga hari berlalu....


Lorenzo sudah sembuh ia bahkan kembali beraktivitas di perusahaan besarnya, begitu pun dengan Claudia yang sibuk sebagai model.


Konflik dengan Jerome sekarang sedikit mereda, namun Lorenzo tetap mengetatkan penjagaan disekelilingnya.


Seperti sore hari ini...


Lorenzo dan Claudia baru pulang dari perusahaan, mereka mendapati Rayn dan Zayn duduk di kursi ruang tamu.


"Jarang sekali kalian di rumah..." Ujar Zayn dengan nada sedikit sedih.


Claudia dan Lorenzo saling menatap satu sama lain, mereka sadar kurang banyak waktu untuk kumpul bersama kedua putranya.


"Maafkan kami sayang di perusahaan sibuk sekali..." Lirih Claudia mencium kedua pipi putranya.


"Bagaimana jika sekarang kita pergi untuk berenang sambil party!.." Timpal Lorenzo. " Berhubung besok libur.."


Rayn dan Zayn saling menatap. "Baiklah dad, jarang sekali..."


"Baiklah kita siap-siap dan pergi sekarang!.." Ujar Lorenzo.


"Ya..."


...~...


Setibanya...


Claudia dan Lorenzo hanya duduk santai menikmati party itu sambil melepas lelah, tiba-tiba Rayn datang menghampiri tanpa mengenakan baju hendak berenang.



"Mom, dad, apa kalian melihat Zayn?.." Tanyanya sambil melirik tempat itu.


"Ah dia bertemu temannya di sana sayang." Jawab Claudia sambil menunjuk keberadaan sang adik.


"Oke..."


Rayn melangkah menghampiri Zayn, ia melihat keanehan pada sang adik. "Tumben dia tersenyum?..."


__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2