
Sambil menggigit jari telunjuknya Claudia mondar-mandir di ruangan itu tangan yang satu tak lepas mengelus perutnya. "Kenapa dia belum kembali?..."
Karena rasa cemas yang begitu besar, Claudia melangkahkan kaki untuk mencari Lorenzo. Saat tiba di ruang USG ternyata Lorenzo ada di sana sendirian.
"Audi?...." Timpal Lorenzo saat melihat istrinya.
Claudia sontak berhambur ke dada bidang Lorenzo, sekarang hatinya terasa sangat lega. "Kemana mereka? dan ini kenapa robekan baju perawat rumah sakit berserakan?.."
"Aku sudah mengurusnya jadi jangan khawatir..." Lirih Lorenzo yang tanpa aba-aba sontak mencium bibir ranum Claudia sedikit agresif.
"Mmmph!!..." Claudia mendorong dada bidang itu.
"Aku bertanya ya jawab bukannya malah mencium! kau tidak lihat aku dari tadi se-khawatir apa?..." Lirih Claudia yang masih terngiang suara senjata api, ia melihat ke kiri-kanan untuk memastikan keadaan takutnya masih ada mereka.
Lorenzo merasa gemas melihat wajah cantik istrinya yang sedang cemas. "Mereka sudah diamankan oleh anak buahku...."
"Lalu kenapa baju perawat robek berserakan seperti ini? dimana mereka?, jangan bilang......"
"Tidak mati... Semua dokter dan suster yang ada di sini termasuk Alyysa adalah anak buahku untuk menjebak kedatangan mereka."
Claudia terdiam sambil mengerutkan kening mendengar jawaban Lorenzo, ia menatap lekat wajah suaminya. "Apa kau memiliki musuh?.."
Karena tidak mau membuat istrinya semakin khawatir, Lorenzo sambil tersenyum menggelengkan kepala. "Tidak ada sama sekali, tetapi menjadi orang sepertiku kejadian seperti ini sudah sering terjadi.."
Claudia membuang nafas panjang ia kembali memeluk erat tubuh kekar Lorenzo hatinya sangat takut jika terjadi sesuatu. Setelah selesai mereka berdua pergi melaju membelah jalanan raya menuju perusahaan.
Sesampainya....
Sambil berkutat dengan pekerjaan, Lorenzo menarik tubuh Claudia agar duduk di pangkuan.
__ADS_1
"Ini di kantor ada Raymond..."
"Tak apa biarkan saja aku suamimu bukan dia!..." Lirih Lorenzo sambil menatap lekat manik indah Claudia.
"Maksudku bukan begitu...."
Tanpa pikir panjang Lorenzo langsung melahap bibir sexy Claudia yang sempat tertunda tadi, ia menciumnya penuh agresif entah kenapa istrinya itu semakin cantik dan menggoda setelah mengandung. Keduanya berciuman dengan mesra tanpa memikirkan keberadaan.
Sementara itu...
Raymond mencari-cari pintu keluar CEO utama dengan kepala menengadah ke atap ia tak sanggup jika harus menyaksikan adegan mesra itu. "Sial...." Batinnya yang kesusahan mencari pintu ke luar.
JDUKH!...
"Argh!..." Kening Raymond terkena tembok hingga jatuh tetapi tidak lama ia sontak berdiri kembali.
"Ku tunggu di luar..." Lirihnya kepada Lorenzo sambil berlalu tanpa melihat ke belakang.
"Aku akan pergi bersama Raymond ke suatu tempat, ini tidak akan lama jangan kemana-mana tetap di perusahaan!..."
"Iya..." Jawab Claudia.
Sebelum pergi Lorenzo memilih mandi terlebih dahulu, tiba-tiba handphonenya berdering akan notifikasi yang masuk. Claudia mengambil handphone itu dan melihatnya.
Betapa terkejutnya Claudia saat mantan kekasih dari suaminya itu mengirimkan foto setengah telanjang menggunakan nomor baru, karena setelah dilihat-lihat ternyata Lorenzo memblokir setiap kontak Cathlin.
"Aku selalu menunggumu kapanpun itu walaupun kau sudah beristri, lihat pakaian yang sedang ku kenakan kau pasti menyukainya bukan?. Datanglah atau aku yang akan datang ke rumahmu!.."
Setelah membalas pesan, lalu Claudia memblokir nomor itu sampai tidak ada jejak sama sekali. Ia mengatur nafas agar bisa tenang hatinya terasa panas..
__ADS_1
Tidak lama Lorenzo keluar dari kamar mandi setelahnya ia berpakaian dibantu dengan sang istri. "Bolehkah aku pergi ke suatu tempat?.." Tanya Claudia dengan senyum manisnya.
"Kemana?..."
"Ke tempat Rayny." Claudia sengaja berbohong.
"Baiklah tapi dengan anak buahku."
"Iya..."
Mereka berdua berpelukan sebelum berpisah, setelah Lorenzo dan Raymond berlalu Claudia juga pergi dengan bodyguardnya..
Sementara itu....
Cathlin terkejut saat melihat balasan pesan dari Lorenzo, pasalnya lelaki itu baru pertama kali merespon setelah hubungan keduanya berakhir.
"Sudah kuduga tidak ada yang bisa menolak pesona tubuhku..." Lirih Cathlin dengan senyum sinisnya ia merasa sangat puas.
Cathlin sengaja mengenakan bra dan ****** ***** yang transparan, sehingga lekuk tubuhnya tampak jelas. Ia berkali-kali menggunakan parfum kesukaan Lorenzo waktu dulu.
"Aku akan memuaskannya setelah itu membocorkannya ke publik, persetan dengan Claudia!!..."
Ting tong ting tong...
Cathlin sontak menoleh. "Ah itu pasti dia...."
Ia sontak melangkah untuk membuka pintu apartemen.
"Apa kedatangan seperti ini yang kau harapkan dari suamiku?." Lirih Claudia dengan tatapan dingin juga nada bicara yang terdengar datar.
__ADS_1
!!!!!
Bersambung.....