
Lorenzo berjalan menghampiri kedua bayi kembarnya salah satu dari mereka ada yang menangis, lelaki tampan itu terharu Tuhan langsung memberikan dua anugerah sekaligus untuknya juga Claudia.
"Mana putra pertamaku?.."
Dokter Alyysa menunjuk bayi sebelah kanan. "Yang ini tuan, dia memiliki tahi lalat di tangan kiri sedangkan sang adik di tangan kanan." Jelasnya.
Lorenzo menatap kedua putranya dengan tatapan bahagia yang tak bisa diartikan, rasanya ia ingin menggendong dari tadi namun takut kenapa-napa karena ini pertama kalinya ia menyukai anak kecil ya anaknya sendiri.
Kedua orang tua Lorenzo Abraham dan Venyy memasuki ruangan itu, diikuti oleh Rayny dan Raymond.
Venny sontak menutup mulutnya air mata wanita itu turun ketika melihat sang cucu kembar yang begitu tampan. "Ya Tuhan cucuku..." Abraham tak kalah bahagianya dengan sang istri.
Rayny menyeka air mata yang hendak turun, ia merasa bahagia sahabatnya itu sekarang dikelilingi orang-orang baik. "Bagaimana dengan keadaan Audi?.." Tanyanya sambil melirik Claudia.
"Keadaannya baik-baik saja hanya tinggal menunggu Audi siuman." Balas Lorenzo sambil tangannya tak lepas digenggam erat kedua putra kembarnya.
"Syukurlah...."
Dokter Alyysa datang membawa susu formula ia meminta izin untuk menyusui kedua bayi itu dibantu dengan suster, tentu Lorenzo mengizinkannya karena Claudia belum siuman.
Pukul 20:00 malam...
Claudia perlahan membuka matanya, pandangan pertama yang ia dapati adalah wajah tampan sang suami.
Lorenzo mencium pipi lembut Claudia lumayan lama. "Terimakasih Audi..."
Claudia tersenyum diiringi air mata bahagia.
Abraham, Venny, Rayny dan Raymond memberi ucapan selamat kepada keduanya atas kelahiran anak pertama. Bayi kembar itu di dekatkan dengan ranjang pasien mamanya.
"Lihatlah Audi putra kita.." Ujar Lorenzo.
Claudia dibuat semakin bahagia melihat itu, mengandung kedua anak kembarnya adalah sebuah perjuangan karena banyak sekali cobaan yang menghampirinya waktu dulu.
__ADS_1
"Apa kau sudah memberikannya nama?." Tanya Claudia.
"Aku sudah memikirkannya dari jauh hari.." Balas Lorenzo.
"Apa itu?.."
Lorenzo menatap lekat kedua putra kembarnya yang tampan. "Sang kakak bernama Rayn Scottbryan dan sang adik Zayn Scottbryan, ya!.." Tegas Lorenzo.
Orang-orang di sana tersenyum. "Welcome baby twins Rayn and Zayn!..."
*
*
*
*
1 bulan kemudian...
Beberapa minggu perawatan dan ketelatenan Claudia dalam merawat tubuh, tubuh idealnya itu kembali seperti semula layaknya masih gadis.
Seperti hari ini Claudia bermanja-manja dengan kedua bayi kembarnya yang menggemaskan, rasanya berat sekali meninggalkan mereka. Claudia ada fashion show di tempat ternama New York, ia tidak bisa menolak karena itu sudah jadi pekerjaannya.
"Much! much! mommy tinggal dulu ya sebentar ini juga demi kemajuan perusahaan sayang..." Ujar Claudia sambil mengecup pipi gembul kedua putranya.
"Nanti kalau mommy tidak kerja uangnya habis..."
Dokter Alyysa hampir tersedak mendengar ucapan Claudia barusan, sampai 20 turunan pun menurut dokter Alyysa kekayaan yang dimiliki Lorenzo sepertinya tak akan habis.
"Baiklah aku pergi dulu, jaga kedua putraku ya!.." Ujar Claudia.
Dokter Alyysa mengangguk ia menunjuk paha sampai betisnya yang dipenuhi dengan senjata mematikan. "Kau tidak perlu meragukanku nona!.."
__ADS_1
"Aish kau benar-benar mengerikan!.."
"Suamimu yang mengajarkan haha.." Kekeh Dokter Alyysa.
Setelah berpamitan Claudia pergi dengan ditemani Rio rekan kepercayaan Raymond untuk menjaganya.
Sementara itu Lorenzo memantau keselamatan istri dan kedua putranya dari kejauhan..
...*...
Acara fashion show...
Setelah selesai Claudia mengganti bajunya lagi, ia ingin cepat-cepat pulang untuk melihat kedua putra kembarnya. Fashion show kali ini Claudia bersaing dengan model dari perusahaan besar yang juga rangkaian produk desainernya tak kalah bagus dari perusahaan Lorenzo.
Namun karena modelnya lebih cantik dan seprofesional Claudia, sehingga penjualan produk lebih banyak yang minat dari perusahaan Lorenzo.
"Rio ayo kita pulang!.." Ujar Claudia yang diangguki Rio.
"Baik nona..."
Saat Claudia melangkah dengan terburu-buru ia tak sengaja bertabrakan dengan seorang pria berjas hitam.
"Maaf!.." Ujar Claudia
"Tunggu apa kau model yang bernama Claudia Ruby Alesha?.." Tanya sosok itu.
Claudia yang ingin hendak pergi mengurungkan niatnya. "Iya benar, lantas anda siapa?."
"Jerome!...."
Mata Rio membulat sempurna, ia sontak mengaktifkan alat kecil di telinganya. Dalam satu gerakan tubuh kekar Rio pasang badan melindungi Claudia.
Rio menatap tajam manik sosok pria yang mengaku Jerome tersebut, terlihat dari sudut bibir lelaki itu tersenyum menyeringai.
__ADS_1
Bersambung....