
Pukul 09:00 pagi hari...
Lorenzo sudah berkutat dengan layar komputernya sibuk dengan perusahaan di kantor, Rayny sedang menunggu sahabatnya itu mandi setelah selesai Claudia keluar dengan cara berjalan sedikit mengangkang.
Mendapati itu Rayny dibuat malu sendiri. "Apa dalam keadaan mengandung pun tetap melakukannya?.."
"Kau akan mengetahuinya setelah menikah Ray..." Balas Claudia sambil siap-siap.
Rencananya mereka mau ke mall belanja bersama, karena sekarang Claudia sudah tidak lagi bekerja karena sedang mengandung.
Setelah selesai Claudia menghampiri suaminya untuk pamitan, Rayny sontak memutar badan menghadap Raymond ketika pasangan suami istri itu berciuman.
Raymond mengerutkan keningnya mengangkat dagu kepada Rayny sementara Rayny hanya menggeleng. "Kau diam saja!..."
"Ayo Ray..." Ujar Claudia sambil menarik tangan sahabatnya.
"Sudah?.."
"Apanya?." Balik tanya Claudia.
"Ah enggak ayo!."
Keduanya berlalu pergi dijaga dengan anak buah Lorenzo.
Setelah itu Raymond menghampiri atasannya. "Sekarang tidak ada pergerakan dari Jerome, walaupun seperti itu kita harus tetap waspada. Menurutmu apa lelaki itu tahu jika Claudia adiknya sendiri?."
"Aku rasa dia mengetahuinya karena hubungan kami sudah dipublish, sehingga waktu itu dia menyuruh anak buahnya hanya menembak lengan istriku bukan area fatal lainnya."
Apa yang diucapkan Lorenzo benar. "Lantas apa rencanamu sekarang?.." Lanjut Raymond.
Terdapat senyum sinis dari sudut bibir Lorenzo. "Kau akan mengetahuinya nanti!.."
__ADS_1
"Baiklah...."
Sementara itu di mall....
Para bodyguard memantau majikannya dari luar, Rayny dan Claudia sibuk melihat perlengkapan bayi yang terlihat sangat lucu sekali.
Tiba-tiba Rayny menerima panggilan. "Audi aku ke tempat yang sepi dulu ya ada Customer menghubungi."
"Iya Ray..."
Setelah itu Rayny berlalu...
Claudia melanjutkan memilih baju bayi kembar sambil tersenyum. "Ah semuanya terlihat lucu..."
Terdengar langkah kaki mendekati Claudia. "Aku tak menyangka bisa bertemu lagi denganmu di sini.." Lirih sosok itu dengan sinisnya.
Claudia sontak menoleh ke arah sumber suara. "Seera...."
Tangan Claudia memberi kode kepada para bodyguard yang ingin membelanya. "Tak usah.." Lirihnya dengan tersenyum.
"Cih!.." Ujar Seera sambil menatap sinis semua pakaian branded Claudia yang tentu tak ia miliki.
"Aku tidak ada lagi urusan denganmu!." Tegas Claudia.
"Berani ya kamu sekarang!.." Pekik Seera.
Claudia menatap tajam mantan madunya itu dalam jarak dekat. "Dari dulu juga aku berani! hanya saja masih menghargai Andrean sebagai sosok suami. Tapi tidak untuk sekarang, haha memangnya siapa kau!..." Lirih Claudia tak kalah sinis.
Emosi Seera semakin memuncak melihat Claudia yang seperti ini sekarang. "Kau!!!...."
"Apa hah!.." Balik tanya Claudia.
__ADS_1
Seera terkejut bagaimana bisa wanita yang lemah ini sekarang berbeda.
"Camkan baik-baik ini balasan atas hinaanmu padaku di waktu dulu!!.." Tegas Claudia.
PLAK! PLAK! PLAK! PLAK!
"Aaakkhh!.." Jerit Seera kesakitan akan ulah tamparan keras Claudia bahkan istri Lorenzo itu mempermalukannya juga di depan umum.
Karena tak terima Seera hendak menjambak rambut Claudia, tetapi dengan cepat Rayny menengahi. "Stop!! Seera berhenti apa kau tak punya malu!, Audi sudah tidak ada gunanya kau melayani wanita ini lagi!.."
Claudia pergi dibawa Rayny, meninggalkan Seera yang menggila akan emosi tapi tak bisa melawan.
...***...
Waktu berlalu, bulan juga berganti...
Saat ini Claudia berjuang mempertaruhkan nyawanya demi melihat sang jagoan kembar yang sebentar lagi akan lahir ke dunia.
Lorenzo tak henti-henti menguatkan sang istri yang sudah bermandikan keringat dengan menciumnya berkali-kali. "Kamu bisa Audi bertahanlah!....."
Suara tangis bayi pertama terdengar tidak lama tangisan disusul oleh bayi kedua, Claudia ambruk pingsan karena begitu banyak tenaga yang ia keluarkan.
Lorenzo menghela nafas lega tanpa sadar air mata mahalnya ikut menetes. "Bagaimana dengan Claudia?." Khawatir Lorenzo.
Dokter Alyysa tersenyum. "Tenang tuan nona nanti juga siuman para dokter lain akan mengurusnya.."
"Baiklah..." Balas Lorenzo yang tak lepas menggenggam lengan istrinya.
Dua bayi kembar itu dibersihkan dengan hati-hati oleh para perawat sebelum diserahkan kepada orangtuanya, terlahir tanpa ada kekurangan sedikitpun, berjenis kelamin laki-laki, tampak begitu sangat tampan seperti papanya.
__ADS_1
Bersambung....