Wanita 1 Triliun

Wanita 1 Triliun
BAB 70


__ADS_3

Claudia dan Lorenzo serta si kembar keluar dari mansion diikuti Raymond menghadapi kerumunan itu, entah apa yang Jerome lakukan yang jelas tubuh Cathlin terdapat banyak memar di sana-sini. Kejadian itu tak lepas dari media yang meliput.


Kedua orang tua Cathlin yang merupakan bangsawan Inggris ikut serta dibawa Jerome..


"Jerome!..." Lirih Claudia menghampiri lelaki itu.


Tidak ada jawaban dari Jerome, ia hanya menatap sekilas Lorenzo dan Claudia.


"Akui semua kebusukanmu di hadapan semuanya!.." Dingin Jerome kepada Cathlin yang meringis kesakitan ditambah rasa malu yang luar biasa.


Orang tua Cathlin bersujud di kaki Jerome. "Tolong jangan seperti ini tuan, kami tahu Cathlin salah tapi setidaknya jangan mempermalukan nama keluarga!..."


"Dia putrimu..." Dingin Jerome.


Sontak saja Lorenzo mencengkram kuat leher ayah Cathlin. "Lain kali didik anakmu dengan baik jangan sampai mengganggu keluargaku lagi! ini peringatan terakhir..."


Claudia langsung melerai Lorenzo. "Sudah, tahan emosimu..."


"Jadi sebenarnya kebenaran apa yang terjadi dari berita ini tuan?.." Ucap salah satu wartawan diikuti yang lain.


Cathlin terisak ia benar-benar menyesal dengan perbuatannya karena mengusik ketenangan keluarga Lorenzo, selain menahan malu yang begitu besar ia juga diberhentikan dari profesinya sebagai model ternama, bahkan orang tuanya diturunkan dari jabatan tinggi para bangsawan Inggris.


"Berita ini sengaja aku buat untuk menjebak Rayn dan Zayn, karena rasa sakit hatiku aku melakukan segala cara untuk mengusik ketenangan mereka." Jujur Cathlin ia tidak bisa mengelak lagi.


Awak media terkejut apalagi orang-orang yang ada di sana. "Kenapa anda sangat tidak tahu malu nona?..." Timpal salah satu wartawan yang merasa geram.

__ADS_1


Cathlin terdiam reputasinya benar-benar hancur lebur.


"Aku benar-benar menyesali perbuatan ini, maafkan aku..." Lirih Cathlin terisak ia tahu pasti banyak penggemarnya di luaran sana kecewa.


"Cih!..." Lirih si kembar merasa jijik melihatnya.


"Semuanya sudah selesai pergilah! bawa wanita ini juga orang tuanya ke Inggris dan amankan!!..." Datar Jerome kepada anak buahnya.


"Baik tuan..."


Sebelum pergi Cathlin mendekati Claudia juga Lorenzo. "Maafkan aku..." Pertama kalinya wanita itu melontarkan kalimat maaf.


Tidak ada jawaban dari Claudia ia hanya menatap datar ke arah wanita itu. "Sikapmu ke depan yang menebus kata maafku Cathlin..."


Cathlin peka akan ucapan Claudia, sekarang ia akan pulang ke negara asalnya bersama orang tua di Inggris, tidak berdaya melakukan sesuatu lagi, setelah selesai mereka pun berlalu pergi begitupun dengan para awak media juga wartawan.


Jerome menatap lekat tangan kekar Lorenzo, tidak lama ia membalas uluran tangan itu.


"Terimakasih..." Lirih Lorenzo.


"Hmmm..." Hanya itu jawaban dari Jerome.


Sama-sama memiliki sikap dingin canggung sekali bagi mereka berdua, Claudia tersenyum lebar air matanya turun mendapati itu.


Claudia langsung berhambur memeluk keduanya. "Terimakasih sudah mau berdamai..."

__ADS_1


"Kak?..." Lirih Zayn menyenggol lengan kakaknya.


"Hmmm?."


"Apa kita tidak perlu siaga senjata? bagaimana jika ini hanya tipuan belaka Jerome?..." Ujar Zayn lagi.


"Aku rasa tidak begitu adik..." Jawab Rayn sambil menatap tajam mereka.


"Ku pecahkan pantatmu jika salah langkah lagi!.." Dingin Zayn.


"Cih! lihat saja..." Decak Rayn kesal.


Jerome menghampiri si kembar yang menatap tajam ke arahnya, ia tersenyum menyeringai mendapati itu. "Om datang bukan sebagai musuh kalian lagi..."


"Benarkah?.." Selidik Rayn yang langsung diangguki Jerome.


PLAK!!!!


Sebuah tamparan keras berhasil mendarat di pantat Zayn. "Rasakan, apa kataku? pantatmu yang ku pecahkan!.."


"Haish!...." Lirih Zayn.


Mereka terkekeh dengan tingkah si kembar, Jerome memeluk Rayn dan Zayn ia akhirnya bisa merasakan kehangatan keluarga yang telah bertahun-tahun lenyap.


"Saham perusahaanmu anjlok akibat berita menyeleweng ini, mari bekerja sama dengan perusahaanku Lorenzo!." Ujar Jerome.

__ADS_1


"Wahai musuhku kau baik sekali...." Lirih Lorenzo dengan kekehan, aura dinginnya seketika hilang.


Bersambung....


__ADS_2