Wanita 1 Triliun

Wanita 1 Triliun
BAB 56


__ADS_3

Dengan secepat kilat Jerome mencengkram leher Rafael penuh tatapan membunuh. "Sudah ku peringatkan untuk diam! apa kau mau mati sekarang juga?.."


"Aaargh! baiklah maafkan aku tolong lepas..." Ringis Rafael kesakitan.


Tanpa peduli apapun karena kesal Jerome melemparkan sahabatnya itu hingga terjungkal, setelahnya ia berlalu menuju ruangannya tanpa berucap sepatah kata pun.


...***...


Raymond menghampiri Lorenzo dan Claudia di kediamannya, setelah mengetahui apa yang terjadi di hutan Raymond terdiam. "Dia tidak akan menghabisimu jika kau memberikan saham kekuasaan 97% juga Rayn dan Zayn..."


Terdapat senyum sinis dari sudut bibir Lorenzo. "Sampai kapanpun selagi aku masih hidup itu tidak akan pernah terjadi!.."


"Berarti kau yang akan berlawanan dengannya.."


"Hmmm! sudah lama aku tidak memiliki konflik dengan para penguasa bawah..." Lirih Lorenzo.


"Sampai kapan kalian akan seperti itu?.." Mulai Claudia yang sontak ditatap oleh Lorenzo juga Raymond.


"Aku tidak mau terjadi sesuatu ke depannya, jika konflik terus berlanjut korban akan berjatuhan.." Lanjut Claudia.


"Hanya itu cara untuk menjaga Rayn sama Zayn juga perusahaan..." Timpal Raymond kepada istri sahabatnya.


"Izinkan aku untuk berkata ini..."

__ADS_1


Lorenzo menatap lekat wajah istrinya. "Ada apa Audi?..."


"Aku akan menemui Lyu Jerome..."


Lorenzo sontak berdiri dari duduknya. "Apa yang kau katakan! kau adalah kelemahanku, jika kau datang ke sarang mereka mungkin ada rencana lain yang mereka siapkan Audi...."


"Justru itu... Aku ingin bicara empat mata dengan Jerome juga ingin mengetahui apa taktik yang sudah direncanakannya untuk menghabisimu." Jawab Claudia.


"Tidak! sudah ku bilang jangan ikut campur aku tidak mau kau masuk ke dalam dunia gelap seperti ini!.." Tegas Lorenzo.


Claudia terdiam...


"Apa yang diucapkan Claudia ada benarnya, bukankah saat serangan di hutan Jerome memperlambat perlawanan ketika Claudia datang? kemungkinan dia tidak mau menyakiti adiknya sendiri. Dan jika Claudia yang datang menemui juga untuk memata-matai, hanya dia yang tak bisa dicurigai berbeda dengan Rio atau anak buahmu yang lain." Timpal Raymond.


"Biarkan aku saja yang menemuinya dan jangan gagalkan lagi rencanaku untuk menghabisi Jerome!, Audi kau cukup menjaga dan mengurus putra kita.." Tegas Lorenzo lagi.


"Bagaimana aku tidak khawatir Claudia istriku Raymond!.."


Claudia perlahan menggenggam lembut tangan kekar Lorenzo. "Berikan aku kesempatan untuk bicara dengan Jerome tentang semuanya sekaligus untuk memata-matai pergerakan mereka, jika ada sesuatu aku akan segera menghubungimu..."


Di sini Lorenzo terdiam ia perlahan membuang nafas kasar, memang yang diucapkan Claudia dan Raymond ada benarnya. Demi menghindari korban berjatuhan ia harus mengulur waktu penyerangan juga menggubris rasa khawatirnya terhadap Claudia. "Baiklah siapkan dirimu ayo kita berlatih untuk nanti kau jaga-jaga di sana Audi!..."


"Benarkah?.." Tanya ulang Claudia.

__ADS_1


"Ya!..." Lirih Lorenzo. "Aku memberikanmu kesempatan juga untuk misi Audi, kekuasaan dunia bawahku sangat kuat jika terjadi sesuatu hubungi suamimu!.."


"Baiklah.." Ucap Claudia sambil tersenyum.


"Raymond ikuti aku ke ruang rahasia, kita akan melatih Claudia tentang taktik senjata, bertarung juga bela diri lainnya!.." Tegas Lorenzo.


"Tentu..." Balas Raymond.


Sesampainya....



"Pertama kita akan belajar senjata api dulu..." Lirih Lorenzo kepada istrinya.


"Baiklah aku akan coba yang ini.." Ujar Claudia sambil memilih salah satu senjata.


Setelah itu Raymond menyiapkan, mereka bertiga mendatangi tempat latihan para gangster anak buah Lorenzo di tempat yang menyatu dengan alam.


Lorenzo memberi arahan kepada Claudia dari belakang bagaimana cara menggunakan senjata api yang benar, tanpa menunggu lama Claudia langsung lihai bisa menguasainya.


"Menjadi seperti ini jangan mengenal belas kasihan Audi!.." Ujar Lorenzo sambil mengecup pipi lembut Claudia sekilas. "Ayo mulai!!..."


"Ya!..." Jawab Claudia.

__ADS_1



Bersambung......


__ADS_2