
Di kantor Tuan Johan,dia tengah kebingungan karena pengajuan kontrak kerjanya di tunda oleh pihak perusahaan Handaranata,sebelumnya tidak pernah seperti ini.
Tuk..tuk..
"Masuk."
"Ada apa Daddy memanggilku?" tanya Bara yang saat itu sudah berdiri di depan daddynya.
"Tadi malam daddy mendapat laporan kalau kontrak kerjasama kita di tunda pihak perusahaan Handaranata,daddy bingung padahal sebelumnya kita sudah bicarakan dan Tuan muda Dego mengatakan akan memutuskan hasilnya pagi ini kalau dia akan menerimanya tapi kenapa dia menundannya?,kalau lama lama dia menundanya perusahaan kita akan merugi besar Bar,kau pun tau berapa biaya yang kita keluarkan untuk kerjasama ini.?" Ucap daddynya.
Bara duduk mendekat daddynya,dia mengambil copyan kerjasama dengan perusahaan Handaranata sebelumnya lalu membacanya,semuanya tidak ada yang merugikan pihak pertama maupun kedua,dia mengambil lagi pengajuan yang baru,begitu juga sama tidak ada yang salah dengan berkasnya.
"Daddy Biar Bara saja yang menemui Tuan Muda itu menanyakan lansung mengenai ini." ucap Bara.
"Tidak semudah itu Bara,membuat jadwal metting bersama dia saja kita susah payah apalagi ingin menemuinya." Ucap Daddynya.
"Daddy sudah membicarakan ini dengan asisstennya,Nanti dia akan menghubungi kita lagi." Ucap Daddynya.
"Baiklah Dadd,kalau begitu Bara keruangan dulu." Ucap Bara yang di angguki daddynya.
"Aku harus segera menemui Dia."Guman Bara berjalan menuju ruang asisstennya untuk mengajak Assistennya keluar dari kantor.
****
Di rumah Emma,Dia sedang mengemasi barang barangnya yang akan dia bawa kekampung halamannya. Tidak lama terdengar sebuah deruan mobil terparkir di depan rumahnya.
"Cie..." triak Dea mengejutkan Emma yang tengah serius melipat pakaiannya.
"Kamu ini mengangetkan saja." omel Emma namun kemudian tubuhnya lansung di peluk oleh Dea.
"Cie.....aku senang banget." Ucap Dea.
"Senang kenapa..?." tanya Dea mengusap belakang Emma.
"Ya senang lah' akhirnya sehabat aku sendiri yang menjadi kekasih kakak aku, apa lagi kalau tidak karena itu, terimakasih cie." ucap Dea kemudian memegang tangan Emma lalu menatap mata sahabatnya itu.
"Cie kamu kenapa kayak nggak bahagia gitu?,Kamu nggak mau cerita sama aku?" ucap Dea menebak raut wajah sahabatnya.
__ADS_1
Huuuhs..."Dea Aku bukannya ingin menyakiti perasaan kamu tapi jujur aku di paksa kakak kamu jadi kekasih dia,gimana aku mau bahagia, mau nolak kesempatan untuk ngomong aja aku nggak ada." Ucap Emma cemberut. Mendengar itu Dea tersenyum lalu memegang kedua pipi sahabatnya.
"Aku tanya kamu sebenarnya dalam hati kamu yang paling dalam,kamu jujur sama aku,apa kamu nggak ada sama sekali gitu perasaan suka kamu sama kakak aku?" tanya Dea.
"Ya aku..Aku..aku,Gimana ya..?,Ih nggak taulah,Aku masih syok aja cie.."jawab Emma.
Hmms.."Baiklah,Aku anggap kamu memiliki perasaan sama kakak aku meskipun itu hanya sedikit." Ucap Dea lalu dia merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur Emma.
"Kamu nggak marah kan?"Tanya Emma ikut berbaring di samping Dea.
"Marah kenapa?,Untuk apa aku marah, Aku sangat mengerti perasaan kamu cie,kalau aku di posisi kamu pasti gitu juga cie..." ucap Dea lalu dia memiringkan tubuhnya kearah Emma.
"Cie aku mau mengatakan Mamy sangat bahagia sekali mendengar kabar ini,
mengetahui kalau kamulah wanita yang kakak aku inginkan,kamu tau kami pikir tadi pagi itu bukanlah kakakku,karena sikapnya berubah 100%,berapa tahun sudah kakakku tidak pernah tersenyum sebahagia ini cie,Apalagi semenjak papi kami meninggal senyumnya semakin memudar bahkan hilang tapi hari ini pertama kalinya dia sebahagia itu cie." Ucap Dea dengan sambil meneteskan air matanya.
"Di usianya yang masih muda dia harus memikul tanggung jawab besar, Dia bahkan melawan keluarganya sendiri karena mempertahankan apa yang menjadi milik kami,Dia harus menjadi penguat mamy dan aku saat mamy terpuruk atas kematian papi kami padahal dia sendiri sangat rapuh.Dia remaja masih butuh kesempatan bermain dengan temannya tapi semua kesempatannya hilang karena hari harinya di tuntut untuk belajar,bekerja dan balajar terus dan terus.."hiks..hiks...
Emma memeluk Erat sahabatnya itu,
Emma juga ikut menangis mendengar apa yang Dea ceritakan mengenai kakaknya.
"Jangan menangis lagi." Ucap Emma menghapus air mata sahabatnya itu.
"Terimakasih kamu mau menceritakan segalanya denganku cie,sedikit aku bisa mengetahui kenapa kakak kamu seperti itu, Aku berjanji sama kamu meskipun aku belum memiliki perasaan cinta sama kakak kamu tapi aku akan berusaha bersikap baik padanya selayaknya seorang kekasih,Aku harap kamu mengerti Dea perasaan itu nggak bisa di paksaain,perasaan itu akan datang dengan sendirinya,Aku tidak mau membohongi kamu kalau cinta sama kakak kamu,itu akan sangat menyakiti kakak kamu nanti begitu juga kamu sahabat aku." Ucap Emma menjelaskan kepada sahabatnya.
"Iya cie aku mengerti,terimakasih." Ucap Dea kembali memeluk sahabatnya.
"Sama sama,Aku juga tidak mau menyakiti hati mamy,mamy kalian sangat baik sekali padaku bagaimana mungkin aku menyakiti hati seorang ibu." Ucap Emma meneteskan air matanya.
"Makasih cie,aku benar benar beruntung memiliki kamu." Ucap Dea lagi.
"Hmm.." Ucap Emma karena menahan tangisnya lagi.
Saat bersamaaan ponsel Emma berbunyi yang lansung dia ambil.
"Kakak kamu cie." Ucap Emma menghapus air matanya.
__ADS_1
"Angkat aja nanti kalau nggak di angkat bisa bisa dia kesini." Ucap Dea.
"Hallo."
"Kamu lagi apa?" tanya Dego.
"Aku lagi simpan barang barang yang mau di bawa besok." jawab Emma.
Dego mengernyitkan keningnya mendengar suara Emma lain seperti sudah menangis,Dego lansung mengalihkan panggilannya menjadi Vedio call.
"Cie gimana ini?" bisik Emma.
"Bilang aja alasannya kamu pakai baju seksi gitu." ucap Dea.
"Kak VC nya nanti aja ya aku lagi pakai baju seksi." Ucap Emma.
"jangan membohongiku,cepat alihkan."Mendengar itu Emma lansung mengikuti kemauan Dego.
"Kenapa Gelap?." tanya Dego.
"Kan aku udah bilang aku itu lagi pakai baju seksi." jawab Emma.
"Ganti cepat,setelah itu hidupkan lampunya." ucap Dego.
"Nanti aja ya,Aku belum mandi." Ucap Emma lagi.
"Emmanuela Gresilea." ucap Dego.
"Kak jangan galak gitulah sama kakak iparku,benaran kami berdua lagi pakai pakaian seksi,kan kakak sendiri bilang kalau lagi pakai pakaian seksi jangan sampai di lihatin orang." Ucap Dea ikut bicara.
"Baiklah,Sepuluh menit lagi aku sampai kesana." Dego lansung mematikan sambungan teleponnya.
"Cie gila kakak kamu,masa cuma gara gara nggak mau VC,dia sampai kesini, Aku mau mandi dulu.." Omel Emma lalu berlari kekamar mandi karena dia benaran belum mandi,sedangkan Dea tertawa kecil melihat kelakuan sahabatnya.
"Terimakasih Tuhan,Aku yakin dan percaya engkau bisa membolak balik hati sesorang.Amin." Ucap Dea memejamkan matanya tidak lama dia tidur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Terimakasih untuk semuanya yang sudah membaca dan setia menanti setiap lanjutan Episode Novelku ini,bantu like dan komentar yang baik biar Author semangat Update,jika ada salah ketik nanti akan di perbaiki tulisannya.🙏🙏