
Saat ini Emma tengah berada di toko buku langganannya,sebelumnya dia sudah mampir ke perpustakaan mencari buku yang ingin dia baca.setelah selesai dari sana dia pun kembali meneruskan perjalanannya pulang menuju rumahnya.
"Capeknya.." keluh Emma merenggangkan otot ototnya dengan memijit mijit bahunya.saat ini dia sudah sampai di rumahnya.
"Lebih baik aku mandi dulu." Ucapnya.
Emma berjalan menuju kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya.
Lima belas menit kemudian,berulah dia selesai dengan mandinya dan kini lansung berganti pakaian.
"Bibik lagi apa ya di rumah?" Ucapnya lalu mencoba menghubungi bibiknya.
"Hallo Nak.." jawab bibiknya disana.
"Bibik lagi apa?" tanya Emma.
"Bibik lagi di kebun belakang nak,
bersihkan tempat ini.kamu lagi apa?" jawab bibiknya balik bertanya.
"ia bik,aku baru selesai mandi bik, ini sekarang masih pakai pelembab wajahku.Gimana besok acaranya jam berapa di mulainya bik.?" ucap Emma lalu menanyakan Acara sembayang memperingati kematian Om dan Adiknya.
"Jam 8 pagi nak,Semuanya sudah siap berkat Ibu Rt sekeluarga bantuin bibik,
untuk makanannya bibik catring aja nak." jawab Bibiknya.
"Iya Bik,gitu juga bisa dari pada masak,
pasti bibik akan kecapean." Ucap Emma.
"Iya Nak..kamu udah makan belum ?" tanya bibiknya.
"Udah tadi siang bik sama kak Dego." jawab Emma.
"Baiklah,bibik juga udah makan."
"Iya bik..,Ya udah Emma tutup ya bik, Emma mau kedepan lihat Resto." Ucapnya.
"Iyq sayang.." jawab bibiknya lalu mematikan sembungan telepon Emma. Emma bersiap siap ingin kedepan melihat Restonya.Dia pun keluar dari kamarnya menuju kedepan.
"Mbak.." Sapa Zara
"Zara anterin minum buat mbak ya.." ucapnya.
"Baik mbak." jawab Zara.
Emma pun berlalu menuju ruangannya.
Tring..suara ponselnya Emma.
"Ia Cie..?" Ucap Emma.
"Kamu dimana?" tanya Dea.
__ADS_1
"Udah di Restoku.kenapa cie?" tanya Emma.
"Ini..,malam ini ada acara makan malam bersama keluargaku,mereka nenek, kakek dan mereka bibik sekeluarga dari papi kami datang kemari.kamu udah ada di kasi tau kakakku cie?" ucap Dea lalu menanyakan Emma.
Emm.."Begitu!.belum ada sih kakak kamu ngasi tau, hanya saja dia bilang nanti malam bersiap siap,dia mau jemput aku katanya gitu aja." jawab Emma memberitahu Dea sahabatnya.
"Oh ialah,kalau begitu siap siaplah nanti malam,pasti kakak aku mau ajak kamu kerumah." Ucap Dea.
"Ia cie,makasih udah bilang jadi aku bisa menyiapkan diri." ucap Emma.
"Sama sama kakak iparku tersaaayang.." Ucap Dea sengaja.
"Siapa juga yang mau jadi kakak ipar kamu..," ucap Emma.
"siapa lagi kalau bukan kamu.oh ya Cie selin juga ikut kemari cie..,sebenarnya malas benar aku ketemu dia." ucap Dea dia menceritakan sepupunya yang sangat centil ikut ada datang kerumahnya.
"Dia ikut?. Bukanya dia suka banget sama kakak kamu kalau dengar cerita kamu itu?" tanya Emma.
"Banget...,kamu nggak cemburu gitu sama dia.?" tanya Dea.
"Cemburu ngapain..?,urusan dia lah cie, lagi pula aku percaya sama kakak kamu." ucap jawab Emma tampa sadar membuat Dea tersenyum disana.
"Cieeeey...sekarang udah percaya percaya ini,ada kemajuan nampaknya.., Udah sukalah tu sama kakak aku kan..kan.." ucap Dea
"Apaan sih,udah ah aku mau menyelesaikan lihat laporan Restoran aku." Emma lansung mematikan sambungan telepon Dea dengan sedikit tersenyum.
"Tumbenan ya keluarga papinya Dea kesini,bukanya mereka jarang sekali mau menemui mereka Dea,apalagi Mereka bibiknya.Ada apa ya?" pikir Emma mencoba menebak kenapa keluarga papi Dea dan Dego tiba tiba kemari.
***
Di kantor Dego masih bergelut dengan pekerjaannya.
Triing...terdengar suara ponselnya.
"Ia Mam..?" jawab Dego sambil tangannya memcoret berkasnya.
"Kalau bisa awal pulang son.." ucap mamy mengingatkan putranya.
"Ia Mam.sebenarnya Dego malas mam bertemu mereka,pasti mereka ingin membahas masalah dulu lagi." Ucap Dego.
"Ia son,datanglah jangan biarkan mamy sendiri menghadapi mereka." jawab mamy Rosa.
"Baik Mam.." jawab Dego.
"Ya sudah Mamy matikan ya."
Mamy Rosa mengahkiri teleponnya bersama putranya,Sedang Dego kembali berpokus dengan pekerjaannya.
Sampai berapa jam kemudian Dego menyudahi pekerjaannya karena melihat jam sudah menunjukan pukul 18:30 sore. Dego mengambil ponselnya lalu menghubungi Emma.
"Hallo kak.." jawab Emma.
"Kamu sudah siap..?" tanyanya.
__ADS_1
"Baru selesai mandi.." jawab Emma.
"Hmm baiklah,15 menit lagi aku kesana." Ucap Dego yang di iyakan Emma lalu lansung mematikan teleponnya.
Dego lansung masuk keruang pribadinya dan lansung menuju kamar mandi,dia berganti pakaian disana saja biar lansung menemui Emma nanti.
Seperti ucapannya tadi,Dego menjemput Emma 15 menit kemudian, dan sekarang dia sudah sampai di depan rumah Emma.
"Aku di depan." Ucap Dego menghubungi Emma,Emma pun lansung keluar dari rumahnya.Emma berjalan mendekati mobil Dego dan lansung masuk kedalam. Dego terdiam karena melihat penampilan Emma menurut sangatlah cantik dengan dres hitamnya malam itu.
"Kenapa kakak menatapku..?" tanya Emma menyadarkan lamunan Dego.
"Tidak,hanya memastikan kau tidak memakai pakaian kurang bahan." jawab Dego.
"Pakaian kurang bahan..?" tanya Emma mengeryit keningnya.
"Pakaian yang kalian pakai saat tidur itu bukankah itu pakaian kurang bahan Hmm..?" ucap Dego melihat kearah Emma membuat Emma tertawa kecil.
"Kakak ada ada saja,mana kurang bahan itu.itu nama pakaian pendek aja kak. Kalau kurang bahan itu lengerie kak.." Ucap Emma.
"Apa kau bilang??,kau mengetahui pakaian lengerie..??" tanya Dego menyelidik.
"Taulah kak,di mall kan banyak jual begituan dan sering di tawarin suruh belinya sama pihak tokonya." jawab Emma lurus.
"Kamu tau baju itu untuk apa Emma..?" tanya Dego.
"Kakak ini aneh deh nanyanya,ya tentu baju itu untuk tidur lalu apa lagi..!" jawab Emma.Mendengar itu Dego tersenyum.
"kakak kenapa tersenyum..memang jawaban aku salah?.benarkan! Untuk tidur??" ucap Emma bertanya lagi.
"Baiklah." Dego tidak mau melanjutkan membahas baju itu,karena pikirannya jadi melayang ke lain karena Emma.
"Kak boleh aku tanya sesuatu??" tanya Emma.
"Apa..??" jawab Dego.
"Aku dengar Selin ikut juga,bukankah dia__"
"Urusan dia,dan aku tidak perduli." jawab Dego memotong ucapan Emma.
"Sebenarnya aku malas ikut makan malam ini." ucap Dego membuat Emma menatap lekat kearahnya.
"Keluarga papiku musuh dalam selimut Emma.mereka ada maunya kalau menemui kami seperti ini,tapi aku juga tidak mau mamy sendirian menghadapi mereka." Ucap Dego sedikit membuat Emma mengerti dan berpikir pantasan selama ini jarang melihat keluarga dari papi Dea datang menemui mereka.
"Aku tidak bisa menanggapi ucapan kakak itu,karena itu bagian pembahasan internal kalian." jawab Emma.
"Tentu saja.Aku hanya ingin kau mengerti sedikit tentang keluargaku." ucap Dego lagi.
"Emm ia kak." jawab Emma.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih dukungan like dan komentar novel ini dengan kata yang baik. Jika ada salah ketik akan di perbaiki nantinya.😊🙏
__ADS_1