
"Reza saya mau keluar sebentar." Ucap Dego memakaikan kembali jasnya lalu keluar dari ruangannya.
"Pasti Tuan muda ingin menemui Nona Emma." Guman Reza tersenyum,dia pun kembali keruangannya.
Di bawah Bara tiba di kantor Handaranata,Dia masuk bersama asisstennya menuju meja resepsionis.
"Permisi Tuan,Apa Tuan sudah membuat janji?." Tanya salah satu resepsionis.
"Kami Ada jadwal metting dengan Atasan kalian." Jawab Bara.
"Dengan Tuan siapa? Saya akan mengecek ulang Data Anda,karena disini semuanya harus di scan ulang." Ucap resepsionis itu lagi.
"Bara Gazumadhi." jawab Bara.
Resepsionis itu mulai menelusuri data Bara,sedangkan Bara Tidak mengetahui jika wajahnya dan asisstennya sudah terdeteksi dan lansung terkirim kedalam ponsel Dego dan Reza.
"Sepertinya Tuan Bara ingin memaksa masuk kemari."Guman Reza lalu dia lansung menghubungi bagian resepsionis.
"Ya Tuan Reza.." jawab Vani.
"Vani jangan biarkan Tuan Bara masuk,
Metting mereka sudah di tunda,saya sudah menyampaikan kepada Tuhan Johan mengenai ini." Ucap Reza.
"Baik Tuan."
Reza memutuskan sambungan teleponnya.
"Maaf Tuan sepertinya anda sudah mengetahui jika metting dengan atasan kami sudah di tunda,Dengan tidak mengurangi rasa hormat kami kepada Tuan,silahkan Anda kembali Tuan." Ucap Vani lalu memberikan satu lembar kertas putih kehadapan Bara.
Bara mengambilnya lalu pergi dari sana.
Sial.."Dia menyimpan seluruh menyadap deteksi tubuh di setiap sudut perusahaannya,aku melupakan itu." kesal Bara meremaskan kertas itu lalu membuangnya. Mereka berdua masuk kedalam mobil dan pergi dari sana.
****
Emma baru selesai dengan mandinya, dia lansung mencari pakaian untuk dia pakai.
"Ya ampun anak ini udah tidur aja." Ucap Emma mengeleng gelengkan kepalanya melihat Dea sudah terbang di alam mimpinya.
"Pakai ini ajalah." Jawab Emma kemudian teralihkan dengan suara bibiknya memanggil dirinya.
"Emma Ada nak Dego di depan Nak.." Ucap bibiknya. Emma membuka pintu kamarnya lalu menyembulkan sedikit kepalanya keluar.
"Iya Bik,bilang padanya suruh tunggu di ruang tamu aja bik,Emma baru selesai mandi." Ucap Emma.
"Iya nak" ucap Bibiknya lalu menghampiri Dego.
__ADS_1
"Nak Dego tunggu saja disini,Emma baru selesai mandi.kalau begitu bibik mau kedepan dulu ya." Ucap bibiknya Emma.
"Baik Tante." jawab Dego.
Tidak lama Emma keluar dengan pakaian santainya namun membuat Dego terdiam.
"Ada apa kakak menemuiku?" tanya Emma namun Dego masih menulikan pendengarannya karena masih terdiam melihat penampilan Sederhana Emma namun sangat seksi baginya.
"Kak..hey.." Ucap Emma melambaikan tangannya di depan Dego membuat Dego lansung tersadar.
Emms.."Apa aku tidak boleh menemui kekasihku?" Ucapnya.
"Kekasih..kekasih terpaksa." Guman Emma.
"Aku mendengarnya Emma.
kemarilah." ucap Dego menepuk sofa di sebelahnya menyuruh Emma duduk mendekati dirinya.Emma duduk mendekati Dego dan saat itu juga Dego lansung merangkul pinggang Emma lalu memeluknya.
"Bisa tidak,tidak memelukku." Ucap Emma.
"Aku hanya memelukmu,bukan menindihmu." Emma melototkan matanya karena mendengar Ucapan Dego.
"Apa pakaianmu setiap hari seperti ini?" tanya Dego sambil membuka Dasinya.
"Kalau di rumah aja Iya,keluar ya nggak lah,memang kenapa.?" tanya Emma balik.
"ka..kakak mau apa?" Tanya Emma dengan tangannya menahan Dada Dego.
"Jangan mengunakan pakaian ini jika di rumah ada seorang pria,apa kau sengaja ingin memancingku.?" Ucap Dego mendekatkan wajahnya kearah Emma.
"Memancing apa?,emangnya ikan di pancing segala." Ucap Emma.
Stak..
Aukh..."Sakit tau.." Ucap Emma mengusap keningnya.
"Jangan mengunakan pakaian ini jika kamu keluar,kau pasti sudah tahu jika pakaian seperti ini akan mengundang Nafsu para pria." Ucap Dego dingin lalu melepaskan rangkulannya.
"Iya aku tau,tapi ini menurutku kalau pakainya di rumah kan' nggak masalah,lagian Nggak pendek amat kok,palingan cuma kamu yang sering kesini.." Ucap Emma lalu memelankan suara terahkirnya,membuat Dego menaikan alisnya.
"Kamu bilang Apa?,Cuma aku pria yang pernah kesini..?" Tanya Dego.
Emms..
"Bagus.Memang hanya aku saja yang Boleh masuk kesini,jangan pernah sekali pun ada pria lain masuk kesini." Ucap Dego memotong ucapan Emma.
"Em.kakak kesini kenapa?,bukannya ini masih jam kerja?" Tanya Emma mengalihkan apa mereka bicarakan sebelumnya.Dego kembali merangkul pinggang Emma perlahan mendekatkan wajahnya kearah Emma, sampai Emma terbaring kesofa karena ingin menghindar.
__ADS_1
Ems..ems.."Belum Sah kak." Ucap Dea mengejutkan Dego dan Emma. Emma kembali duduk lalu merapikan bajunya.
"kamu juga,suka sekali memakai pakaian seperti ini di rumah." Ucap Dego menatap adiknya.
"kak ini hanya di rumah jangan berlebihan begitu,ini masih sopan kak, kakak tidak lihat di luar sana mereka bahkan berjalan hanya mengunakan Bra."Ucap Dea mengambil minum lalu meminumnya kemudian dia duduk mendekati Emma lalu memeluk Emma.
"Deanesya.!"
"Kenapa sih kak?,ini sahabatku kak jangan pelit,aku duluan mengenalnya bukan kakak,kakak baru saja berapa hari ini." Ucap Dea menjulurkan lidahnya kearah kakaknya membuat Emma tersenyum.
"kenapa?" tanya Emma melihat Dego memberikan Dasinya kepada Emma.
"Pasangkan untukku." jawab Dego
Tangan Emma menjulur kearah leher Dego,Dego lansung menarik tubuh Emma dari pelukan Dea.
Iiih.."Kakak deh,Emma milikku." Dea kembali memeluk Emma yang saat itu dalam pelukan kakaknya.
"Ya Ampun kalian berdua kenapa seperti Anak kecil begini sih." Ucap Emma lalu menyelesaikan memasangkan Dasi untuk Dego lalu merapikan kerah baju Dego.
"Aku sangat menyayangi kalian." Ucap Dea tiba tiba meneteskan Air matanya. Lalu menangis.
Mendengar itu Dego lansung memeluk tubuh adiknya lalu mengusap belakang adiknya.
"Jangan nangis lagi dong,tu matanya udah kayak mata panda cie." ucap Emma menghapus air mata Dea,Dea tersenyum lalu melepaskan pelukan mereka kemudian dia melihat kearah Emma dan kakaknya.
"Aku nggak mau moment kayak gini hilang,Aku mau bisa selamanya seperti ini." ucap Dea menangis lagi.
Emma tidak menjawab namun dia kembali memeluk tubuh sahabatnya lalu dia yang sekarang menangis.
Dego mengedipkan ngedipkan matanya agar tidak menangis juga,Dia juga lansung memeluk tubuh adiknya dan juga Emma.
"Hentikan tangisan kalian,Ini bukan perpisahan kematian." Ucap Dego.
"Maafin aku kak,Aku tidak bisa setegar kakak.maafin aku adikmu yang cengeng ini." Ucap Dea masih menangis.
"Hmm." jawab Dego menahan gemuruh di dadanya,Sedangkan Emma menyadari itu dia lansung mengusap belakang Dego dengan lembut.
"Udah ya cie,hapus air mata kamu. Kamu bilang nggak mau momen seperti ini hilangkan,Aku berjanji aku akan selalu bersama kamu." Ucap Emma tersenyum.
"Berjanjilah,kamu juga akan bersama kakakku selamanya cie." Ucap Dea, mendengar itu Emma menatap mata Dego yang saat itu tengah menatapnya juga.
"Iya aku berjanji." Jawab Emma,Dea lansung memeluk tubuh Emma.
"Terimakasih Cie.." Ucap Dea bahagia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Terimakasih untuk semuanya yang sudah membaca dan setia menanti setiap lanjutan Episode Novelku ini,bantu like dan komentar yang baik biar Author semangat Update,jika ada salah ketik nanti akan di perbaiki tulisannya.🙏🙏