
"Bara apa yang kamu lakukan hah...?" kesal Tuan johan pada putranya karena melihat berkas kerjasama dengan Dego di dalamnya membuatnya hampir jantungan.
"kamu lihat atas ketidak sabaran kamu dia membuat kita menanggung semuanya,dia bahkan meminta waktu dalam 1 setengah bulan kita harus menyelesaikan proyek ini,bagaimana mungkin?" Tuan Johan memegang kepalanya sudah pusing kerjaan lain di tambah lagi yang sekarang menjadi menyuruhnya semakin pusing.
"Papa sudah mengingatkan kamu,jangan menemuinya,jangan pernah mencoba memintanya mempercepat dari waktu yang sudah dia tentukan,baginilah jadinya.Papa sudah katakan papa bisa mengatasinya."
Huuuuh....Tuan Johan menghembuskan napasnya mengontrol emosinya yang sudah meningkat.
"Papa sangat kecewa sama kamu Bara." Ucap papanya.
"Maafkan Bara pa,Bara benar benar tidak berniat ingin membuat papa kecewa.maaf Pa.." hanya itu kata yang keluar dari mulut Bara.
"Pergilah." Ucap Tuan Johan mengusir putranya dari ruangannya. Dia tidak ingin karena masalah itu dia harus bertengkar dengan putranya. Bara lansung pergi dari ruangan papanya menuju ruangannya,sampainya di ruangan,Bara duduk di kursi kebesarannya.
Prang... Bara melempar satu pas bunganya.Aaaa ****... Bara menarik rambutnya dengan kasar meluapkan kekesalannya.
"Aku tidak menyangka dia akan mengubahnya." Bara memejamkan matanya.
"Ini kesalahanku,sebaikanya aku sendiri yang akan menyelesaikannya." Guman Bara lalu dia keluar lagi dari ruangannya menuju keluar.
Di kantor Dego dan Reza masih sibuk membahas pekerjaan.
"Tuan muda Tuan kendrik meminta anda datang keacaranya nanti malam." Ucap Reza lalu memberikan Undangan itu kepada Dego.
"Undangan untuk acara apa?" tanyanya.
"Syukuran 4 bulanan kehamilan istrinya." jawab Reza.
"Kau saja yang pergi,jangan lupa bawa hadiah untuknya." ucap Dego menyuruh asisstennya yang datang keacara tersebut.
"Baik Tuan muda." jawab Reza tidak pernah menolak.
Tidak lama mereka berdua kedatangan andre disana.
"Dego kau bisa membantuku?." ucap Andre duduk di sofa ruangan itu.
"Apa?" jawab Dego.
"Aku sedang mencari___" ucapan Andre terputus karena terlahihkan suara pintu ruangan Dego terbuka lagi.
"Kak.." panggil Dea masuk kedalam ruangan kakaknya.
"Ada apa kau kemari?" tanya Dego kepada Adiknya.
"Bisa ikut aku sebentar,ada sesuatu yang penting mau aku bicarakan dengan kakak" Ucap Dea lalu masuk keruangan lain ruangan kakaknya itu.Dego dan Dea masih bicara serius saat ini, entah apa yang mereka bicarakan. Setelah selesai mereka berdua lansung keluar lagi.
"Kak Aku pergi." Ucap Dea lalu keluar dari ruangan kakaknya kembali menuju butiknya.
"Apa yang mau kau katakan tadi Ndre?" tanya Dego.
"Aku sedang mencari seseorang,bisa kau membantuku melacak keberadaannya, dia karyawan yang berani korupsi uang proyek." Ucap Ndre.
"Nanti akan aku kabari." jawab Dego.
"Baiklah,sepertinya kau sangat sibuk. Kalau begitu aku pergi." Ucap Andre pamit.
__ADS_1
"Hmm.." jawab Dego.
Andre keluar dari perusahaan milik temannya itu menuju kantor papanya.
***
Di tempat yang lain,Emma dan bibiknya baru sampai di transit pertama pesawat yang membawa mereka,tidak lama menunggu mereka lansung melanjutkan lagi peneberangan mereka menuju Negara asal mereka.
setelah menempuh perjalanan beberapa jam,ahkirnya mereka berdua sampai di Negara mereka.
"Ahkirnya kita sampai juga Nak..,bibik nggak sabar sampai rumah." Ucap bibiknya.
"Iya bik,aku juga bik. Ayo kita mencari taxi bik." Ucap Emma lalu menyeret kopernya dan bibiknya menuju kedepan sedangkan bibiknya membawa yang lain.
Disaat itu ponselnya Emma berdering terlihat Dego yang tengah menghubunginya.
"Hallo kak.." Jawab Emma.
"Kalian sudah sampai?" tanyanya.
"Sudah,ini lagi nunggu taxi." jawab Emma.
"Hmm.jam berapa sampai sana?" Tanyanya lagi.
"Sekitar tiga jam lagi,tapi masih mau belanja keperluan di rumah." Ucap Emma.
"Baiklah." Ucap Dego.
"Iya..,Udah ya.." Ucap Emma.
"Baiklah." Ucap Emma malas berdebat dengan kekasihnya itu,palingan nanti dia selalu kalah.Tidak lama taxi datang menjemput mereka berdua,Emma dan Bibiknya masuk kedalam taxi,kemudian mereka berangkat lansung menuju rumah Emma.
"Pak singgah di persimpangan ujung ya pak,saya masih mau belanja." Ucap Emma memberitahu supir taxi itu.
"Baik non." jawab supir taxi itu.
"Kakak belum pulang kerja..?" tanya Emma melihat kekasihnya masih sibuk dengan berkasnya.
"Belum sebentar lagi." jawabnya.
"Aku mau belanja dulu." Ucap Emma.
"Hmm..,belanja saja." hanya itu jawaban Dego,Emma dan bibiknya keluar dari mobil lalu masuk kedalam supermarket, mereka berdua mulai membelikan semua barang barang yang mereka perlukan di rumah.
setelah hampir setengah jam berbelanja barulah mereka selesai.
"Bik kita beli makanan jadi saja ya,ngak usah masak,capek banget Emma." Ucap Emma.
"Terserah kamu saja nak,bibik juga capek,sakit bokong bibik duduk terus." ucap bibiknya dengan tersenyum.
"Iya Bik."
"Nak Dego masih menelpon kamu nak?" bisik bibiknya.
"Iya Bik masih,nih.." Ucap Emma memperlihatkan layar ponselnya.
__ADS_1
"Sibuk sekali dia." ucap Bibiknya.
"Iya Bik."jawab Emma.
"kak kami berangkat lagi" Ucap Emma memberitahu Dego.
"Hmm..,"
Mereka berdua kembali kedalam mobil, tidak lama mobil taxi yang membawa mereka kembali melaju menuju rumah Emma. Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam ahkirnya mereka sampai di rumah Emma di malam hari itu.
Huhh...."Capeknya..." ucap Emma lalu keluar dari mobil. Supir taxi itu membantu mengeluarkan barang barang mereka.
"Sudah sampai?" tanya Dego sejak tadi masih menghubungi Emma.
"Sudah kak,baru saja sampai,nanti nelepon lagi ya,aku mau masuk kerumah sama beres beres dulu." Ucap Emma namun bersamaan dengan itu anak Ibu Rt datang menemui Emma.
"Mbak Emma."
"Siapa Dia.?" Tanya Dego.
"Sebentar kak." Ucap Emma menyuruh Dego diam dulu.
"Ada apa ki?" tanya Emma.
"Saya mau mengantar kunci rumah mbak yang baru,kemarin yang lama bapak ganti semua karena sudah nggak bisa di pakai lagi mbak, Kata ibu rumah mbak juga sudah ibu bersihkan." Ucap Riki.
"Ya ampun ibu,bilang ibu terimakasih banyak ya dek,besok ibu suruh main kesini ya ki." Ucap Emma.
"Baik mbak nanti aku sampaikan sama ibu,kalau begitu saya permisi." Ucap
riki,dia pun pergi dari halaman rumah Emma.
"Siapa dia Emma?" tanya Dego lagi.
"Anaknya Ibu Rt kami kak,dua bulan lalu aku menyuruh suaminya merenovasi rumahku jadi segala kuncinya dia ganti dengan yang Baru semua. Nanti nelepon lagi ya." Jelas Emma.
",Baiklah.nanti aku hubungi kamu lagi." Dego lalu mematikan teleponnya.
"Selalu begitu,main matiin aja." gerutu Emma lalu membawa belanjaannya dan juga segala barang lainnya masuk kedalam rumah.
"Wow...bagus sekali jadinya rumah kita Nak.." Ucap bibiknya.
"Iya Bik.ini Dea yang memberikan model setiap ruangannya bik." Ucap Emma.
"Berasa kayak rumah kita disana,tapi tidak mengilangkan kenangan tentang rumah ini sama papa mama kamu." Ucap Emma.
"Iya Bik,kamar bibik juga udah Emma buatkan juga." Jawab Emma.
"Iya nak.kalau begitu bibik kekamar ya." Ucap bibiknya.
"Iya bik,Emma juga." ucap Emma masuk kekamarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih untuk semuanya yang sudah membaca dan setia menanti setiap lanjutan Episode Novelku ini,bantu like dan komentar yang baik biar Author semangat Update,jika ada salah ketik nanti akan di perbaiki tulisannya.🙏🙏
__ADS_1