
Pagi ini Emma sudah bangun sejak jam setengah 5 tadi karena dia sedang kedatangan tamu bulanan. setelah selesai mandi,Emma pergi menuju dapur memasak sarapan untuknya dan suaminya.
Di kamar Dego masih terlelap tidur dengan sedikit mengeluarkan dengkurannya. Emma baru selesai memasak sarapan mereka berdua, melihat jam masih baru 6 pagi,Emma pergi menuju keRestorannya melihat pekerjaan anak buahnya yang sudah berkutat dengan masing-masing pekerjaan mereka waktu itu.
"Pagi semuanya." Sapa Emma yang lansung di jawab semua karyawannya.
"Mbak..Zara mau bilang sesuatu Mbak.." Ucap Zara.
"Baiklah,ayo keruangan mbak." Ucap Emma lalu di ikuti Zara masuk kedalam ruangannya.
"Kamu mau bilang apa Zara..?" Tanya Emma.
"Itu Mbak,Mamaknya Meli meninggal semalam mbak.Dia sudah Ijin sama saya kalau dia lansung pulang kampung semalam mbak." Ucap Zara membuat Emma terkejut.
"Ya Tuhan,kasihan sekali Meli..,ya sudah nanti kamu lansung kirimkan uang untuk dia seperti biasanya untuk meli dan keluarganya ya.mbak turut berduka cita mendengarnya.nanti mbak telepon dia juga." Ucap Emma bersedih mendengar ada karyawannya orangtuanya meninggal karena memang sudah lama sakit.
"Ia mbak nanti saya kirimkan mbak.., hanya itu saja yang mau saya omongin Mbak." Ucap Zara.
"Ia Zara.Oh ya,nanti sore Mbak mau ajakin kalian semua kumpul ya,Mbak mau ngasi tau sesuatu sama kalian." Ucap Emma tersenyum.
"Baik mbak,nanti saya bilang sama yang lain mbak." Jawab Zara.
"Ia Zara..." Zara lansung keluar dari ruangan Emma,tidak lama Emma keluar juga dari ruangannya kembali kerumah takut suaminya mencarinya.
Di kamar,Dego tengah meraba tempat tidur namun tidak mendapati tubuh istrinya.
__ADS_1
"Emma..." panggilnya namun tidak mendengar sautan Emma,membuat dia membuka matanya melihat keseluruh dalam kamar itu, tidak ada Emma berada di kamar itu.
"Dia kemana pagi-pagi begini,oh ya mungkin kedepan.." Pikir Dego lalu berbaring telentang,bersamaan dengan itu Emma masuk.
"Eh sudah bangun.." Ucap Emma mendekat yang lansung Dego tarik tubuh Emma lansung menimpa tubuhnya lalu memeluknya.
"Kamu pagi sekali bangun sayang.." ucap Dego membelai wajah cantik Emma.Emma begitu gugup saat itu karena dia merasakan menimpa sesuatu yang mengganjal di tengah bawahnya.Dego tersenyum menyadari kegugupan Emma.
"Dia bangun sayang.." bisiknya membuat wajah Emma semakin memerah.
"Aku turun ya.." Ucap Emma namun membuat Dego malah mengeratkan pelukannya."kamu belum jawab pertanyaan aku sayang.." Ucap Dego mencium tengah Dada Emma.
"Ems itu,A..aku tadi pagi.." Ucap Emma terhenti apakah harus mengatakan dia tengah datang bulan kepada suaminya pikir Emma.
"Beritahu aku dengan jujur Emma." Ucap Dego menatap mata Emma.
"Tamu bulanan,maksudnya..apa itu orang..?" tanyanya mulai curiga.
"Bukan orang!.itu...aduh gimana ngasi tau ya,itu aku lagi datang bulan.tau..?" Jawab Emma.
"Emm...kenapa ngak bilang dari tadi kalau kamu lagi datang bulan,kan' aku ngak mikirin yang aneh sayang.." Ucap Dego yang mengerti saat itu yang di maksudkan istrinya,karena dia tau dari cerita Mamynya kalau setiap wanita akan mengalaminya.
"Maaf..aku malu.." ucap Emma menyembunyikan wajahnya di dada Dego membuat Dego tersenyum lalu membawa Emma duduk dengan Emma duduk diatas pangkuannya.
Dego memegang kedua pipi Emma lalu mencium keningnya.
__ADS_1
"Lain kali katakan jujur padaku apapun itu Emma." Ucapnya serius yang lansung di angguki Emma saat itu.
"Ia kak."jawabnya.
"Apa kamu mengalami sakit kalau tengah begitu.kata Mamy terkadang kalian wanita akan merasa sakit di punggung maupun bawah perut ini." Ucap Dego memegang bawa perut Emma.
"Ia..kalau aku biasanya sakit di pinggang dan juga disini." jawab Emma jujur.mendengar itu Dego lansung mengusap punggung Emma.
"Kalau sakit sekali beritahu aku Hmm.." Ucap Dego yang lagi-lagi di angguki Emma. "Ia kak" jawabnya.
"Kakak mandi gih,bentar lagi mau kekantor loh.aku juga udah buatin sarapan untuk kita." Ucap Emma.
"kamu ngajar pagi ini?" tanya Dego belum menjawab ucapan Emma.
"Ngajar sebentar,satu mata kuliah saja hari ini,nanti siang mau jemput bibik.bibik sudah berangkat subuh tadi kak." Ucap Emma.
"Baiklah.aku antar kamu tidak ada penolakan,udah itu aku jemput kamu lagi.nanti kita bersama-sama jemput tante." Ucap Dego yang membuat Emma tidak bisa membantah ucapan Dego.
"Ia kak.." jawabnya.
Dego kembali mencium kening Emma. " Aku mandi dulu." mendengar itu Emma perlahan turun dari pangkuan Dego.
"Baju kakak sudah aku siapkan itu.." Ucap Emma membuat Dego tersenyum.
"Terimakasih istriku." Ucap Dego kemudian berjalan menuju kamar mandi.tidak lama dia selesai mandi lalu segera memakai pakaiannya di depan Emma lagi.setelah itu mereka berdua bersama-sama menuju meja makan untuk segera sarapan bersama. Emma memberitahu Dego kalau ada karyawannya yang saat itu sedang berkabung karena mamanya meninggal,mendengar itu Dego pun ikut berduka cita.Emma juga mengatakan kalau dirinya ingin memberitahu karyawannya mengenai pernikahan mereka yang tentu saja di setujui Dego saat itu.
__ADS_1
Setelah selesai makan,Emma dan Dego lansung berangkat.Dego mengantar Emma terlebih dahulu,lalu setelah itu baru dia pergi kekantor.