
"Emma.." panggil Dego.
"Iya kak.." jawab Emma dengan matanya terpejam.
"Tidurlah,Aku juga mau pulang." ucap Dego.
"Hmm.." hanya itu jawaban Emma karena matanya sudah sangat mengantuk sekali. Dego tersenyum melihat Emma sudah terlelap tidur,dia mematikan sambungan telepon dengan Emma,setelah itu dia lansung pulang menuju Apartemennya.
**
Tring....
Emma terusik tidurnya karena suara ponselnya berbunyi pagi itu,dengan matanya masih sayup sayup,Emma mengangkat telepon itu.
"Hallo.." jawabnya.
"Bangun..sudah pagi."
Mendengar suara khas Dego,Emma mengusap matanya lalu melihat kearah layar ponselnya.
"Masih pagi kak,sebentar lagi aku bangun.." Jawab Emma kembali memeluk bantal gulingnya.
"Bangun,katanya mau kemakam papa mama pagi ini." Ucap Dego.
"Iya,iya..aku bangun.." Ucap Emma bangun lalu mengikat rambutnya dengan masih menguap.
"Nanti aku telepon kamu lagi,Aku sedang menyetir." Ucap Dego.
"Iya.berhati hatilah." Ucap Emma.
Dego mematikan sambungan teleponnya dengan Emma lalu kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kantornya. di tempat Emma,dia lansung membersihkan tubuhnya,Setelah selesai Emma keluar menemui bibiknya.
"Selamat pagi bik.." Ucap Emma.
"Pagi juga nak,Kamu jadi mau pergi ke makam papa mama pagi ini..?" tanya Bibiknya.
"Jadi bik,Bibik mau ikut..?" ucap Emma lalu menanyakan bibiknya.
"Ikutlah,bibik juga sekalian mau membersihkan kubur Om sama Adek kamu." Jawab Bibiknya.
"Iya bik,nanti Emma bantuin.." ucap Emma.
"Iya nak,sekarang kita sarapan dulu,bibik hanya buatin kamu roti panggang untuk kamu,nggak apa apa kan' ?." Tanya bibiknya.
"Nggak apa apalah bik,kita juga terbiasa jadinya makan roti sekarang." Jawab Emma tersenyum.
"Kamu benar nak,bibik juga gitu jadinya." Ucap bibiknya juga tersenyum.
"Samalam bibik dengar kamu tengah malam ngomong sendiri,kamu mengigau nak..?" Tanya bibiknya.
__ADS_1
"Enggak bik,semalam Emma emang belum tidur lagi teleponan sama kak Dego." Jawab Emma membuat bibiknya berhenti meminum air tehnya.
"Sampai jauh malam Dia masih menelpon kamu..?" tanya Bibiknya.
"Sebenarnya sih waktu jam 12 semalam itu udah bik tapi saat mau matikan telepon dia bilang mau keluar,Emma penasaran aja kak Dego semalam mau kemana,ya udah aku telepon dia balik sampai aku ketiduran nggak mampu lagi ngikutin dia yang ternyata saat itu tengah bertemu dengan rekan kerja yang mau kembali keNegaranya." jelas Emma membuat bibik tersenyum.
"Kamu cemburu tu kan'..??,takut dia jalan sama perempuan lain." Goda bibiknya membuat Emma gugup.
"A..aku cemburu?,nggak lah bik." jawab Emma meminum lagi air tehnya.
"Jangan bohongin bibik..,ya nggak apa apa juga kan' nak Dego pacar kamu,
Cuma ingat jangan cemburu buta nak, kamu juga tau dia itu siapa dan gimana, banyak - banyak pahami mengenai gimana dia kerja,jam kerjanya,
kesehariannya biar nggak ada kesalahpahaman atau masalah di hubungan kalian kedepan, rasa kepercayaan dan kejujuran itu sangat penting,hanya itu pesan bibik." Ucap bibik memberi sedikit nasehat untuk ponakannya.
"Iya bik..,Aku masih bingung aja bik__" ucap Emma mengantung ucapannya.
"Bingung kenapa lagi?"tanya bibiknya.
"Gimana ya bik,ya rasanya nggak pantas aja aku sama kak Dego,dia itu kan' seorang pengusaha yang sangat terkenal di Negara Itu,punya pacar kayak aku yang hanya orang biasa gini,gimana kalau orang orang tau,pasti mereka memandang rendah Aku.Aku..aku juga Belum tau gimana perasaan aku sama kak Dego bik,semenjak mengenal dia rasanya aku tu kayak merasa ada kakak aja gitu." Ucap Emma menjelaskan perasaan yang sebenarnya yang dia rasa dengan Dego.
Bibiknya mengambil tangan Emma lalu mengusapnya.
"Menurut bibik Nak Dego itu sangat tulus sama kamu nak, jangan menyakiti perasaannya.baiknya jalani dulu hubungan kalian ini,kamu kan baru mengenal dia,seiringnya waktu nanti siapa tau kamu bisa memiliki perasaan yang sama dengan nak Dego.Bibik ngak mau mengatur mengenai perasaan kamu atau yang lain,bibik akan selalu mendukung apa pun keputusan kamu, tapi ingat sebelum mengambil setiap keputusan apapun kamu harus melihat resiko apa yang akan kamu hadapi nantinya begitu juga soal percintaan kamu." Ucap Bibiknya memberitahu ponakannya itu. Emma lansung memeluk tubuh Bibiknya.
"Makasih banyak bik,bibik selalu memberitahu aku apa pun itu.aku nggak tau gimana aku hidup kalau bibik nggak sama aku setelah papa mama pergi." Ucap Emma lalu menangis, bibiknya mengusap belakang Emma.
menanggung semua___"
"Jangan katakan itu lagi bik,Aku nggak mau bibik bilang gitu lagi,Bibik udah aku anggap seperti mama aku sendiri, sekarang bibik menjadi tanggung jawab aku,Aku iklas bik." Ucap Emma.
"Terimakasih Nak.." Ucap bibiknya lalu kembali membawa Emma dalam pelukannya lagi.
Tring..
Ponsel Emma kembali berdering ternyata Dea menghubunginya.
"Iya Cie.." jawab Emma.
"Cie kamu kenapa,kok kayak udah nangis?,kamu kenapa..?" tanya Dea membuat Dego mendekati adiknya.
"Kakak diamlah,aku tanyain Emma dulu." bisik Dea kepada kakaknya.
"Nggak ada ngapa - ngapa kok,cuma keingat orangtua aku aja,kenapa nelpon cie..?" jawab Emma.
"Emm jangan sedih dong,aku jadi ikutan sedih tau.." ucap Dea.
"Iya cie..,Bentar lagi aku sama bibik mau pergi ke makam mama papa aku." ucap Emma.
__ADS_1
"Iya Cie..,Aku nelepon kamu mau nanyain kamu, baju aku gimana bagus nggak..?" Ucap Dea lalu meletakan ponselnya diatas meja kakaknya lalu dia menjauh sedikit agar Emma bisa melihat bajunya.
"Bagus kok,cuma brosnya nggak cocok gantiin yang kecil aja." Ucap Emma.
"Baiklah sayangku." jawab Dea lalu mengambil bros satunya.
"Ini gimana?" tanya Dea lagi.
"Ya ini baru pas cie,jam berapa Acaranya di mulai?." Emma menanyakan Acara ulang tahun perusahaan milik keluarga sahabatnya itu.
"Bentar lagi,jam 8 gitu cie." jawab Dea.
"Emm iyalah,mamy mana?" ucap Emma menanyakan Mamy Rosa.
"Ada tu..,Lagi ngobrol sama kakak." jawab Dea lalu mengarahkan ponselnya kearah Dego dan mamy rosa tengah serius mengobrol kemudian Dea berjalan mendekati mereka berdua.
"Mamy,Emma." Ucap Dea memberitahu mamy rosa.
"Hay Sayang.." Ucap Mamy.
"Iya mamy,mamy cantik sekali pagi ini." Ucap Emma memuji mamy rosa.
"Terimkasih menantuku.." jawab mamy menggoda Emma,sedangkan Emma hanya tersenyum. Saat itu juga Dego yang memegang ponsel Dea memperlihatkan wajahnya dengan setelan baju hitamnya.
"Kak Dego." Ucap Emma sedikit gugup melihat Dego pagi itu sangat lah semakin tampan menurut Emma.
"kamu sudah menilai penampilan Dea dan mamy,bagaimana denganku..?" Ucap Dego membuat Emma gugup.
"Ka..kakak sangat cocok pakai setelan itu." jawab Emma jujur kalau Dego memang sangat cocok dengan setelan baju hitam yang saat ini dia pakai.
"Tentu saja." Ucap Dego.
"Kamu lagi apa?"
"Lagi sarapan sama bibik.." jawab Emma.
"Hmm..nanti aku hubungi kamu." Ucap Dego lalu memberikan ponsel itu kepada adiknya.
"Cie..udah dulu ya kami mau siap siap dulu." ucap Dea.
"Iya matikan aja cie..by by.." ucap Emma.
"By by sayangku." jawab Dea lalu mematikan sambungan vedio call mereka.
"Ayo kita siap siap bik." Ucap Emma.
"Ayo.." jawab bibiknya.
Mereka berdua bersiap siap ingin pergi menuju makam papa mama Emma dan juga suami bibik dan anak bibiknya. Setelah siap mereka berdua lansung berangkat kesana dengan mengayuhkan sepeda milik bibiknya yang masih bagus saat mereka tinggalkan menuju kuburan yang tidak jauh juga dari rumah mereka.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih untuk semuanya yang sudah membaca dan setia menanti setiap lanjutan Episode Novelku ini,bantu like dan komentar yang baik biar Author semangat Update,jika ada salah ketik nanti akan di perbaiki tulisannya.🙏🙏