Wanita Milik Ceo Dingin

Wanita Milik Ceo Dingin
51


__ADS_3

Di butik Damian dan Dea tengah memilih pakaian yang akan mereka berdua kenakan untuk acara pernikahan mereka besok.


"Dam.." Damian menoleh kearah Dea melihat penampilannya.


"Ini sangat terbuka,Ganti! Aku tidak mau melihat belahan dadamu terekspos sedikit pun.harus pakai yang tertutup." Ucap Damian membuat mulut Dea menjadi cemberut.


"Tapi Gaunnya aku suka.."Ucap Dea.


"Baiklah,kalau begitu kita tidak jadi menikah.." Ucapan Damian membuat Dea melototkan matanya lalu menghentakan kakinya kembali berjalan masuk kedalam ruangan ganti lagi. Damian tersenyum melihat tingkah calon istrinya itu.tidak lama Dea datang lagi dengan Gaun yang benar menutupi seluruh atas tubuhnya. Damian melihat calon istrinya dengan tidak berkedip matanya karena terpana melihat Dea yang sangat cocok sekali dengan Gaun yang dia coba saat itu. Damian berjalan mendekati Dea lalu merangkul pinggang rampingnya.


"Kamu sangat cantik sayang..ini baru yang aku suka.tubuhmu ini hanya aku saja yang boleh melihatnya." Bisik Damian di telinga Dea kemudian mendekatkan wajahnya kearah depan Wajah Dea,perlahan Damian menyatukan pelan bibir mereka, kegiatan yang sudah menjadi candunya sekarang.Dua menit kemudian,baru Damian melepaskan tautan bibir mereka.


"Aku mencintaimu." Bisik Damian membuat Wajah Dea memerah. Melihat itu Damian tersenyum kearah Dea."Gantilah,setelah itu kita akan pergi membeli yang lain." Ucap Damian di angguki Dea.Dea lansung masuk kedalam lagi untuk segera berganti pakaian.tidak lama dia keluar,mereka berdua lansung keluar dari butik itu menuju Toko perhiasan Berlian.


Tidak lama mereka berdua sampai,


masuk kedalam lalu lansung memberitahu kebagian pelayan toko itu kalau mereka mau mengambil beberapa perhiasan yang Damian pesan sebelumnya.


"Dam ini banyak sekali.."Ucap Dea melihat sekitar 10 kotak tempat perhiasan di depannya.


"Bagiku ini masih kurang sayang.." Ucap Damian membuat Dea kembali bersemu merah wajahnya.pelayan toko itu mendengar merasa iri karena melihat begitu cintanya Damian dengan calon istrinya.


"Bungkus semua.setelah itu kirim kealamat yang sudah aku katakan." Ucap Damian yang di angguki pelayan toko itu.

__ADS_1


Setelah semuanya selesai,mereka berdua melajukan lagi mobil menuju Apartemen Damian yang belum di ketahui oleh Dea.


"Kita ngapain kesini Dam..?" tanya Dea melihat calon suaminya masuk kedalam kawasan Apartemen elit yang biasa dia lewati kalau pergi kekampus.Damian belum menjawab, dia malah keluar dari mobil karena mereka sudah sampai di parkiran. Damian membuka pintu untuk Dea keluar."Ayo kita masuk." Dea mengeryitkan keningnya.


"Kamu beli Apartemen di kawasan ini, sejak kapan Dam?" tanya Dea beruntu n.


"Nanti aku ceritakan." jawab Damian kemudian membawa Dea naik kelantai 40.sampai diatas,Damian membawa Dea masuk kedalam Apartemennya.


Wow..."Bagus banget Dam..." Dea berjalan mengelilingi dalam Apartemen yang begitu bagus sekali interiornya yang begitu di sukai Dea.


Damian memeluk tubuh Dea dari arah belakang lalu mengecup bahu belakang Dea. "Kamu suka sayang?"


Dea membalik badannya kearah Damian lalu membawa calon suaminya itu kembali berciuman. Damian begitu senang Dea yang memulai ciuman mereka saat itu. Dengan masih bertautan bibir,Damian membopong tubuh Dea kedalam kamar miliknya yang membuat Dea sangat terkejut karena saat sampai di dalam,Dea melihat sebuah Foto mereka berdua masih SMA dulu Damian pajang begitu besarnya di dinding mengarah kepala tempat tidur.


"Dam kamu belum menjawab pertanyaan aku..!" Ucap Dea menghentikan ciuman mereka. Damian membuka baju kemeja lalu meletakannya diatas meja samping tempat tidurnya.


"itu artinya kamu,sering kesini..?" tanya Dea


"Hanya sekali,saat persemiannya.saat itu aku menahan diri untuk tidak menemui kamu."Ucap Damian membawa Dea berbaring.


Damian membawa Dea keatas tempat tidur berbaring lalu menindih tubuh Dea dengan matanya terus menatap wajah cantik calon istrinya. Perlahan Damian kembali mencium bibir Dea,mereka berdua kembali bermesraaan sampai kini Damian sudah kembali menyesap Dua bukit kembar Dea lagi,membuat Dea melenguh kuat bahkan menjambak rambut Damian karena Damian bermain di bukitnya dengan tangannya memainkan miliknya juga.


"Da..mian...Ahhh..." tubuh Dea sampai bergetar karena dia baru saja keluar.

__ADS_1


"Giliran aku sayang.." Ucap Damian membuat Dea melihat kearah calon suaminya yang saat itu tengah membuka bawahnya dan kembali membuat Dea melototkan matanya karena melihat senjata calon suaminya yang tidak bisa Dea bayangkan jika masuk kedalam tubuhnya apa muat atau tidaknya.


Ahhhhg...."Dami...." Dea melenguh kuat dengan mencemkram bahu Damian karena saat ini karena ulah Damian sudah memulai permainannya mengesek-gesekan senjatanya di pintu lembah kenikmatan yang tidak sabar Damian ingin membobolnya.


"Deanesya...." Recau Damian trus mengesek gesek ujung senjatanya yang beberapa belas menit kemudian dia pun ahkirnya mengerang kuat meyemburkan semua lahar panasnya yang terasa di kulit Dea. Damian Mencium kening Dea. "Terimakasih sayangku." Ucap Damian kembali menindih tubuh Dea dengan napasnya masih terengah.Dea merasakan milik Damian masih begitu kerasnya berdiri tegak menyentuh tengahnya.


"Dam...." panggil Dea.


"Ada apa sayang..?" tanya Damian menaikan wajahnya menatap wajah Dea.


"Kenapa ngak sekarang aja kita lakuinnya.itu kamu masih tegak Dam." Ucapan Dea membuat Damian tersenyum lalu mencubit hidung Dea dengan gemasnya.


"Jika sekarang kita melakukannya, kemungkinan kamu tidak akan bisa berjalan besok.Aku tidak akan bisa memberi kamu waktu beristirahat jika aku sudah memulainya sayang.." Damian mengecup sekilas bibir Dea lalu kembali menatap wajah Dea.


"Aku menahan diriku Dea tidak membobolmu,jadi bersabarlah. Bersiaplah untuk besok malam." Damian Mengecup kembali kening Dea.


"Ia suamiku.Aku mau disini." Ucap Dea membuat Damian menatap lekat wajah Dea. "Kamu yakin mau disini, tidak mau Mensionku.?" tanya Damian kali ini membuat Dea yang mengenyitkan keningnya.


"Memangnya kita lansung pulang keNegara kamu besok?" tanya Dea.


"Belum..,Maksud aku Mensionku yang Ada di Negara ini." Dea terkejut mendengar itu.


"Kamu memilik Mension disini??" ucapnya Belum percaya.

__ADS_1


"Aku sudah membuatnya sejak kita masih SMA dulu dan baru rampung di buat 2 tahun lalu.Aku membuatnya khusus untuk kamu istriku.Aku mau membawa kamu besok kesana setelah selesai acara kita." Jawab Damian menjelaskan.


"Tentu saja aku mau Dam.." Ucap Dea memeluk tubuh Damian yang saat itu di balas Damian. Perlahan mereka tertidur dengan hanya selimut saja menutupi tubuh mereka.


__ADS_2