
"Jelaskan padaku sekarang,kenapa kau meninggalkan adikku?.Apa kau tau karena dirimu adiku sampai masuk rumah sakit hanya karena memikirkan pria sepertimu.!!" Ucap Dego masih Emosi kemudian Berjalan menuju Sofa dan duduk disana.
Dea membantu Damian bangun lalu membawanya duduk menghadap Dego
"Jelaskan.!!" Ucap Dego.
"Kak sabar..."Bisik Emma menenangkan Suaminya itu.
"Aku tau kakak pasti sudah tau siapa Aku sebenarnya,tapi Dea belum tau siapa aku sebenarnya." Damian menatap Dea yang saat itu mata Merah karena terus menangis sejak tadi.
"Dea sebenarnya Namaku Damianes Justin Ivander.Aku juga bukan anak Papa Deri tapi Aku putra tunggal Eduard ivander Ceo Farma angkasa Group Negara D."
Mendengar itu Dea sangat terkejut tapi dia memilih diam karena ingin mendengar kelanjutan penjelasan Damian.
"Aku Pergi waktu itu tidak memberitahumu karena aku mendapat kabar orangtuaku dan Omaku meninggal dalam kecelakaaan tragis menimpa mereka.sebenarnya Aku kembali Kenegaraku bukan untuk menetap disana,melainkan hanya untuk semantara namun karena aku satu satunya penerus di keluarga Ivander membuatku pindah sekolah kesana atas perintah Opaku.aku disekolahkan di tempat Asrama yang tidak mengunakan alat kemunikasi apapun,hal itu membuatku tidak bisa menghubungi kamu.setelah aku menyelesaikan pendidikanku,Aku lansung memimpin perusahaan daddyku,tapi aku tidak melupakanmu,aku terus mengingatmu Dea bahkan aku selalu memantau kamu disini.Aku belum menemui kamu kemari itu karena aku ingin membuktikan kepada Opaku kalau aku bisa memimpin perusahaan daddy menjadi lebih berjaya lagi,dan Aku membuktikan itu kepada Opaku.
melihat itu Opa mengijinkan aku menemui kamu kemari." Terang Damian tampa mengurangi apapun dari penjelasannya.
Dego dan Dea serta Emma mendengar itu timbullah rasa kasian dan sedih dengan apa terjadi dengan Damian dan keluarganya.
"Maafkan aku kak,aku tidak berniat membohongi kalian apalagi Dea,tapi itu semua karena penjanjianku dengan Alm daddy,aku bisa di ijinkan bersekolah kesini dengan syarat tidak memberitahukan identitas asliku kepada siapapun.Maafkan aku sudah membuat Dea sampai sakit karena kepergianku." ucap Damian lagi.
Dego menatap mata Damian yang penuh kejujuran dan ketulusan yang di katakan kepadanya dengan Adiknya,membuat Dego perlahan meredakan gemuruh Emosi di dadanya.
"Awal aku tau kau putra Tuan Eduard aku sangat terkejut,Beliau orang yang sangat aku kagumi karena kemimpinannya sangatlah menjadi inspirasiku sampai sekarang.tapi mengingat kau sudah meninggalkan adikku tampa alasan,membuat hatiku sangat sakit,dan saat pertemuan kita waktu itu,rasanya aku ingin membunuhmu tapi Aku sadar kau tidak mengenaliku saat itu." Ucap Dego mengungkapkan kekesalannya.
__ADS_1
Dego menatap Adiknya yang saat itu sudah membekak matanya karena menangis,lalu dia kembali lagi melihat kearah Damian yang penuh luka lebam di wajahnya karena ulahnya tadi yang memukuli Damian membabi buta.
"Kau keturunan Ivander,aku akan memberimu kesempatan lagi bersama adikku,jangan sakiti dia lagi. Jika kau melakukan itu lagi,maka aku tidak akan mengampunimu lagi." Ucap Dego sangat serius.Damian tersenyum kearah Dego.
"Terimakasih kak,aku akan membuktikan denganmu kali ini aku akan membahagiakan adikmu segenap jiwaku." Ucap Damian tersenyum kemenangan.
"Tanyakan padanya apakah dia masih mau denganmu.!" Ucap Dego lalu bangun menarik pelan tangan Emma,kemudian mereka berdua keluar dari sana membiarkan Damian dan Dea bicara berdua.
Setelah kepergian Dego dan Emma, Damian mengangkat tubuh Dea keatas pangkuannya lagi lalu dia memeluk tubuh Dea.
"Maafkan aku Dea.."
Terdengar lagi sesegukan Dea dalam pelukan Damian,Dea kembali menangis dengan memeluk erat tubuh Damian.mereka berdua masih berpelukan melepaskan rasa rindu mereka.Perlahan Dea menguraikan pelukannya lalu menatap mata kekasihnya di Masa SMA dulu yang sudah hampir 9 tahun tidak pernah bertemu dengannya lagi.
"Maafkan aku Deanesya.." Damian kembali mengulangi ucapannya yang membuat Dea kembali memeluk dia lagi.
Damian mengangkat wajah Dea dan memegang kedua pipi Dea,
menghapus air mata kekasihnya itu.
"Aku tidak akan lagi meninggalkan kamu,Aku mau hiidup bersama kamu Dea.Aku mau serius sama kamu,Aku mau kamu menjadi pendamping hidupku selamanya" Ucap Damian terus menatap wajah kekasih hatinya itu.Air mata Dea kembali berderai yang saat itu lansung Damian hapus dengan bibirnya dan perlahan Damian menempelkan bibirnya di bibirnya Dea. Karena merasa begitu rindunya dan bahagianya dengan kekasihnya, Dea pelan membuka mulutnya,dan dengan pelan Damian menyesap bibir Dea yang sejak dulu ingin dia rasakan. Mereka berdua masih meluapkan rasa rindu mereka dengan saling menukarkan silva mereka.
"Dimana kamarmu?"
Tangan Dea menunjuk kearah samping kanannya,dan dengan perlahan Damian mengendong tubuh Dea membawanya masuk kedalam kamarnya.Damian membaringkan tubuh Dea lalu dia menindihnya tampa melepaskan tautan bibir mereka dengan tangan Dea terus merangkul leher kekasihnya itu.Damian membuka jasnya lalu melepaskannya, melemparnya kesembarangan tempat.ciuman mereka masih mereka lakukan sampai berapa menit kemudian Damian menghentikannya.
__ADS_1
Damian mencium seluruh wajah Dea dengan perasaannya yang begitu bahagianya karena kembali lagi bersama kekasih tercintanya.
"Deanesya kamu mau menjadi istriku..?"Ucap Damian menatap Mata Dea dengan serius.
Dea meneteskan air matanya lagi lalu menganggukan kepalanya.
"Aku mau Damian.." jawabnya membuat Damian tersenyum lalu kembali membawa Dea berciuman dengan tangan Damian mengambil sebuah cincin Berlian di saku celananya dan menyematkannya di Jari manis kekasihnya itu.
"Jangan menangis lagi,setelah ini kita beritahu mamy mengenai pernikahan kita." Dea mengangukan lagi kepalanya menyetujui ucapan kekasihnya.
"Jangan sekarang,aku masih ingin berdua sama kamu." Rengek Dea membuat Damian Gemas sekali dengan kekasihnya itu.Damian memeluk Erat tubuh Dea saat itu dengan tidak henti-henti terus mencium kepala kekasihnya.
"Dam..."Panggil Dea dengan matanya menatap jari manisnya sudah tersematkan cincin pemberian Damian.
"Ia,kamu mengatakan sesuatu..?" Ucap Damian lagi -lagi mencium kening Dea.
"Kamu ngak pernah selingkuhkan dari aku selama ini.?" tanya Dea membuat Damian tersenyum lalu kembali mencium Bibir Dea dan perlahan melepasnya lagi.
"Harus bagaimana aku membuktikan kalau aku tidak pernah bermain di belakang kamu selama ini Deanesya." Mendengar itu Dea menatap mata Damian ingin mencari kebohongan tetapi Dea tidak menemukannya.
"Aku percaya." Ucap Dea.
Mendengar itu,Damian membuka satu persatu kancing baju kemeja hitamnya itu membuat Dea gugup dan perlahan matanya melotot.
"Bahkan Dadaku terukir namamu dan wajahmu Deanes,bagaimana aku bisa berpaling darimu." Ucap Damian.
__ADS_1
Tangan Dea perlahan meraba raba tato wajah dirinya di dada Damian. Apa yang di lakukan Dea membuat Jantung Damian berdegup kencang. Damian memegang tangan Dea untuk merasakan detak jantungnya.
"Kamu dengar,jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya Dea." Ucap Damian.mendengar itu Dea menurunkan tangan,dan perlahan dia mengecup kuat dada Kekasihnya itu membuat Damian menegang.