
Emma dan bibiknya sudah sampai di pemakaman umum,Emma dan bibiknya lansung menuju makam papa mamanya sedangkan bibiknya menuju makam suami dan anaknya.
Emma sampai di makam papa mamanya,dia duduk berjongkok lalu mulai membersihkan makam kedua orangtuanya dari dedaunan yang jatuh diatas makam itu,setelah selesai Emma mulai menaburkan bunga dan juga menyiram air di atasnya.
"Pagi papa,Mama..Emma datang menemui kalian,Papa mama apa kabar?,
Emma harap papa mama sangat bahagia disana." Ucap Emma tersenyum lalu perlahan dia mulai meneteskan Air matanya.
Hiks..hiks..hiks.."Emma rindu kalian pa,ma.Emma sangat merindukan kalian."ucapnya menangis namun kemudian dia menghapus air matanya, dan Emma kembali tersenyum.
"Kalian juga pasti menanyakan gimana kabarku,kabar Emma baik banget Pa,
Ma.Emma datang kesini mau memberitahu papa mama kalau Emma sudah berhasil mewujudkan keinginan papa,yaitu membuka Restoran pa.
Restorannya sudah di buka Berapa bulan lalu,puji Tuhan Restoran kita menunya ramai di minati orang orang disana Pa,bahkan sekarang semakin ramai orang orang datang makan atau sekedar minum kopi disana. Usaha Emma yang lain juga semakin hari semakin ramai juga pembelinya Pa,
terimakasih Papa,Mama, berkat kalian aku tetap tegar,semangat supaya bisa mewujudkan keinginan papa,
terimakasih menjadikan aku anak yang kuat menghadapi keadaanku sekarang." Ucap Emma lalu mencium nisan kedua orangtuanya.
"Terimakasih Papa,Mama." Ucap Emma lagi.
"Pa,Ma,Emma juga mau bercerita dengan kalian,saat ini Emma tengah dekat dengan seorang pria,Namanya Dego kakaknya sahabat aku Dea. Sebenarnya Emma belum ada perasaan apa apa sama dia pa,tapi karena dia begitu serius dengan Emma,baik,juga sangat menghormati Emma,Emma mencoba menerima dia jadi kekasih Emma.kata bibik mungkin seiringnya waktu perasaan Emma bisa tumbuh untuknya seiringnya waktu.Emma juga nggak mau menyakiti perasaannya apa lagi mamynya Pa,mereka sudah sangat baik padaku.semoga kalian setuju dengan keputusan Emma pa." Ucap Emma.
saat itu tiba tiba Angin bertiup membuat dedaunan kering berjatuhan tepat mengenai tangan Emma membuat Emma tersenyum.
"Terimakasih pa,Papa selalu mendukung keputusan Emma.Emma sepertinya tidak akan lama disini,karena Restoran dan usaha Emma lain tidak ada yang melihatnya Pa,tapi nanti Emma akan sering pulang kesini menemui kalian." Ucapnya lagi.
Bersamaan dengan itu,ponsel Emma berbunyi,terlihat Dego tengah menghubunginya.
"Iya kak.." jawabnya.
"Kamu masih disana?." tanya Dego.
"Iya Aku masih di makam papa,mama. Ini.." Ucap Emma memperlihatkan kedua makam orangtuanya.
"Apa kamu sudah memberitahu tentang hubungan kita kepada mereka?".Tanya Dego.
"Emm..Udah." jawab Emma malu malu, mendengar itu Dego tersenyum.
"Terimakasih Emma.Sampaikan pada mereka aku akan segera meminta restu mereka tidak lama lagi untuk menikahimu." Ucap Dego membuat Emma terkejut.
"Ka..kakak bilang apa?" tanya Emma lagi.
"Tidak ada." jawab Dego.
"Aku dengar,Siapa juga mau jadi istri kakak." Ucap Emma.
"Sekarang tentu saja tidak mau, karena kita masih berjauhan,tunggu kamu kembali apa kamu bisa menolakku!." Ucap Dego.
"Dasar Tuan pemaksa,Jangan memaksaku,kakak pikir pernikahan itu adalah permainan?." Ucap Emma.
__ADS_1
"Tidak,Tapi aku serius." Jawab Dego sedangkan Emma hanya terdiam dengan wajah cemberutnya.
"Jangan marah,letakan ponselmu di dekat makam orangtua kamu,Aku mau bicara dengan mereka." Ucap Dego yang perlahan di ikuti Emma.
"Sudah." Ucap Emma.
"Selamat Pagi Om,tante.Bicara dengan jarak jauh seperti ini rasanya tidak lah sopan,Tapi karena Aku belum bisa lansung menemui kalian kesana jadi Ijinkan aku mengatakan Niat baikku kepada kalian berdua orangtua Emma.
sebelumnya perkenalkan Namaku Grabreil Dego Handaranata,Sekarang putrimu sudah menjadi kekasihku,Aku mau meminta restu kalian untuk menjalin hubungan kami ini,Semoga Om dan tante merestui kami.Aku berjanji kepada kalian,Aku akan menjaga putri kalian dengan segenap jiwaku,
melindunginya dan tidak akan menyakitinya.kata ahkirku,Aku ingin mengatakan Aku sangat serius dengan Emmanuela Gresilea putri kalian." Ucap Dego.
Emma tersentuh hatinya mendengar setiap perkataan yang Dego ucapkan Kepada kedua orangtuanya,sampai dia tidak sadar meneteskan air matanya.
"Emma.." panggil Dego.
"Iya kak." jawab Emma mengusap air matanya lalu kembali mengambil ponselnya.
"Kamu menangis..?" tanya Dego.
"Nggak kok kak,hanya kelilipan aja." jawab Emma berbohong namun Dego mengetahui kalau Emma berbohong padanya.
"Menangislah luapkan semua perasaan yang kamu tahan,Aku akan menunggumu." ucap Dego.
Mendengar itu Emma merasa dadanya sudah sesak,kemudian tidak lama pecahlah tangisannya yang saat itu dia lansung di peluk bibiknya yang baru saja datang menemui Emma.
"Emma.." Ucap bibiknya memeluk Emma.
"Bibik disini sayang..,berhentilah menangis,orangtuamu pasti tidak akan senang melihat kamu menangis nak." ucap bibik mengusap air mata Emma.
"Aku yang menyuruh Emma manangis tante, biarkan dia meluapkan semua perasaan dan emosi yang dia tahan,
setelah itu aku tidak akan mengijinkan dia menangis lagi." Ucap Dego.
Bibik Emma baru menyadari kalau Dego tengah Vedio call bersama Emma.
"Iya nak." Jawab Bibik Emma.
"Sudah merasa lebih nyaman?."Tanya bibiknya lalu menghapus air matanya, dan merapikan rambut Emma.
"Jangan menangis lagi sayang."Ucap bibiknya.Emma tersenyum kearah bibiknya.
"Iya bik,Emma merasa lebih baik sekarang." ucap Emma.
"Kak Dego." panggil Emma.
"Hmm.." jawabnya.
"Terimakasih,Aku merasa lebih nyaman sekarang." Ucap Emma.
"Iya.sebaiknya pulanglah ini sudah siang bukan disana..?" Ucap Dego.
__ADS_1
"Baik kak,kami mau pulang dulu." Ucap Emma.
"Iya,Aku matikan." Ucap Dego lalu mematik sambung vedio callnya.
"Papa,Mama,Emma pulang dulu, nanti Emma ada kesini lagi." Ucap Emma.
"Kami pulang dulu bang,Adik." Ucap Bibik Emma.
Mereka berdua lalu pulang menuju kerumah mereka.sampai disana Emma melihat Ibu Rt tengah menunggu mereka di depan rumah.
"Ibu..,udah lama nunggunya?." Tanya Emma semantara bibiknya membuka pintu rumah mereka.
"Belum lama nak Emma." jawab Ibu Rt.
"Mari masuk Bu." Ucap Emma membawa Ibu Rt masuk kedalam rumahnya dan duduk di ruang tamu.
"Gimana nak menurut kamu rumah ini sesuai nggak sama yang kamu minta, maklum bapak yang ngerjakan sama temannya." Ucap Ibu Rt.
"Sesuai sekali ibu,terimakasih banyak bantuan ibu sama bapak." ucap Emma.
"Sama sama nak Emma,baguslah kalau begitu..,Kamu lama baliknya?." tanya Ibu Rt.
"Nggak Bu soalnya nggak ada yang lihatin usaha Emma disana,tapi bibik yang akan lama disini. oh ya ibu tunggu sebentar." Ucap Emma lalu masuk kedalam.
"Silahkan di minum Bu Rt Air tehnya." ucap Bibik Emma lalu ikut duduk.
"Terimakasih mbak lastri." Ucap Ibu Rt. Tidak lama Emma berjalan menuju tempat duduknya tadi.
"Ibu ini Emma bawakan oleh oleh untuk ibu dan lainnya." Ucap Emma memberikan beberapa bungkusan kepada Ibu Rt.
"Ya ampun nak Emma,kenapa repot sekali membawakan oleh oleh sama ibu, ibu nggak minta nak,jadi nggak enak kan ibu.." Ucap Ibu Rt.
"Nggak apa apa ibu,Anggap saja ini ucapan terimakasih Emma sama ibu dan keluarga yang selalu baik banget sama aku sama bibikku,mohon di terima ya ibu." Ucap Emma.
"Iya nak ibu terima,banyak terimakasih ibu nih sama kamu,semoga usaha kamu semuanya di lancarkan sama Allah disana.Amin." Ucap Ibu Rt.
"Amin ibu,terimakasih Doanya." jawab Emma.
"Gimana mau kepantinya jadi nggak kamu nak..?" tanyanya.
"Jadi Bu,rencananya siang ini Emma mau kesana." Jawab Emma.
"Baiklah kalau begitu, nanti Ibu siapkan mobil untuk kita sama sama pergi kesana." Ucap Ibu Rt.
"Iya Ibu." ucap Emma.
Mereka masih mengobrol sambil bercanda ria,sampai satu jam kemudian Ibu rt berpamitan dengan Emma dan bibiknya untuk pulang kerumahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih untuk semuanya yang sudah membaca dan setia menanti setiap lanjutan Episode Novelku ini,bantu like dan komentar yang baik biar Author semangat Update,jika ada salah ketik nanti akan di perbaiki tulisannya.🙏🙏
__ADS_1