Wanita Milik Ceo Dingin

Wanita Milik Ceo Dingin
44


__ADS_3

Dea kembali mengecup kuat Dada bidang Damian,membuat Damian semakin menegang dan saat itu dia lansung menindih tubuh Dea.


"Kamu sengaja memancingku Dea.." Dea tersenyum lalu menganggukan kepalanya.


"Aku mencintaimu Deanesya Handaranata sungguh mencintaimu." Damian kembali membumkam mulut Dea dengan ciuman lembutnya yang perlahan mulai turun kejenjang leher mulus Dea lalu membuatkan banyak tanda disana.Damian kembali naik dan mencium lagi bibir kekasihnya.


"Dea apa aku boleh.." Tanya Damian.


"Bo..boleh apa?" tanya Dea gugup. Damian melirik kearah Dada Dea lalu melihat lagi kearah Dea.


"Apa aku boleh..?" tanya Damian Sekali lagi.kali itu Dea yang mencium bibir Damian membuat Damian tersenyum.


"Lakukan itu setelah kita menemui mamy,dan aku mau melakukannya di kamarku di Mension." Ucap Dea tersenyum.


"Baiklah." jawab Damian kemudian bangun lalu duduk disamping Dea.


"Bersikan tubuhmu,setelah itu kita akan menemui mamy." Ucap Damian yang lansung di angguki Dea.


"Baiklah,sebelum kita pergi aku mau mengobati lukamu." Ucap Dea.


"Baiklah Istriku." Bisik Damian membuat Dea menjadi gugup.Dea lansung menuju kamar mandi,namun Dea kembali mengecup bibir Damian membuat Damian semakin tidak sabar ingin memakan kekasihnya itu.


Terimakasih Tuhan,engkau pertemukan aku lagi dengan wanita yang sangat aku cintai.


Batin Damian bicara dengan tersenyum.


Tidak lama,Dea keluar dengan hanya menggunakan Handuk saja membuat Damian tampa sadar menelan air ludahnya.tampa perduli dengan reaksi Damian,Dea berjalan cepat menuju ruangan gantinya lalu segera berganti pakaian. Tidak lama dia pun selesai berganti pakaian.


"Sekarang giliran kamu bersihkan tubuhmu,handukmu sudah ada di dalam kamar mandi.."Dea mendekat kearah telinga Damian.


"Harus wangi Suamiku..."


Damian tersenyum mendengar ucapan sensual Dea.Dia pun bangun lalu menuju kamar mandi kekasihnya.


Dea duduk diatas tempat tidur lalu ingin mengambil obat untuk Damian namun matanya tidak sengaja melihat layar ponsel Damian yang terlihat poto mereka semasa SMa dulu,membuat hati Dea semakin berbunga bunga mengetahui begitu cintanya Damian padanya. Tidak lama juga Damian keluar,namun kali ini Dea yang lansung melototkan matanya melihat Damian.


"Dam..." Ucap Dea menegang.


Damian terus melangkah menuju kearah Dea dengan saat itu dia sengaja hanya mengunakan Boxernya saja lalu sekarang berdiri di depan Dea,membuat Dea semakin melototkan matanya karena melihat tubuh sempurna kekasihnya apalagi bawah kekasihnya itu yang menyembul keatas.meski tidak bangun namun tumpukannya itu membuat Dea menelan kasar air ludahnya,dengan pikirannya sudah treveling kemana mana,berpikir bagaimana senjata itu bangun pasti akan lebih besar dari itu.


Damian duduk di samping Dea lalu mengangkat tubuh Dea keatas pangkuannya lagi,membuat Dea semakin gugup.


"Kenapa diam Hmm?" tanya Damian.


"Emm..itu..itu aku..a..aku mau mengobati lukamu."jawab Dea gugup.


"Luka ini tidak seberapa Dea jadi tidak perlu kamu obati."Ucap Damian menatap wajah cantik kekasihnya sambil tangannya merapikan rambut Dea yang belum dia sisir.


"Diam Dea jangan mengesek gesek seperti itu,nanti dia bangun.." Ucap Damian yang lansung mendapatkan pukulan dari Dea.

__ADS_1


"Kenapa kamu sudah dewasa jadi mesum seperti ini." Ucap Dea membuat Damian Tersenyum.


"Ini pertamakalinya tubuhku di lihat orang Dea yaitu kamu Dea,karena kamu yang paling berhak melihat semua tubuhku apalagi Dia.." Ucap Damian dengan matanya menatap senjatanya membuat Dea kembali memukuli Damian.


"Dasar Mesum.Diamlah aku mau mengobati lukamu dulu." ucap Dea menatap Mata kekasihnya.perlahan dia mengobati luka lebam di dekat bibir kekasihnya bahkan di pipinya sampai selesai.


"Kenapa menatapku begitu?" tanya Dea.


"Aku menatap masa depanku.Aku tidak tau bagaimana aku akan hidup sehari saja tidak melihatmu."


"Gombal..,bagaimana kau diasrama dulu tidak melihatku." ucap Dea sedikit kesal.


"Aku membawa fotomu bersamaku,


dan aku menyakinkan diriku kalau kau hanya menungguku,hanya aku ada di hati kamu." Ungkapan itu membuat Dea tersenyum lalu memeluk tubuh kekasihnya.


"Aku sangat mencintaimu Damian,


bagaimana bisa aku melupakan kamu,kenangan bersama kamu membuatku menutup hatiku." ucap Dea.Damian begitu bahagianya mendengar ungkapan perasaan kekasihnya itu.


"Aku tau,Aku yakin kamu sama sepertiku tetap menjaga hati kita.Hal itu juga membuat aku semangat cepat menyelesaikan pendidikanku, dan tanggung jawabku. Hal itu juga membuat aku semangat bekerja untuk membuktikan kepada kakakmu kalau aku layak kembali bersama kamu." Ucap Damian kembali menyatukan bibir mereka.


"Aku bisa gila terus begini menahannya Dea.sebaiknya kita pergi menemui mamy.oke.." Ucap Damian.


"Ia Dam.." jawab Dea tersenyum lalu turun dari pangkuan Damian menuju meja riasnya.sedangkan Damian mengambil ponselnya lalu menghubungi Baner untuk mengantar pakaian gantinya.tidak lama Baner mengetuk pintu yang segera Damian buka sedikit untuk mengambil pakaiannya.Baner sedikit terkejut melihat keadaan atasannya.


"Bang kau kenapa senyum senyum begitu..?" tanya jack.


"kau tau aku tadi melihat Bos hanya memakai Boxer,sepertinya Bos lansung Gercep.." Ucap Baner sedikit treveling otaknya.


"Baguslah,jadi kita bisa juga Gercep Bang." Jawab Jack menaik turunkan alisnya yang ahkirnya membuat mereka berdua sama tertawa terbahak bahak.


Setengah Jam menunggu,Damian dan Dea keluar dengan pakaian rapi mereka.


"Kita keMension Handaranata." Ucap Damian.


Mereka pun lansung melajukan kendaraan menuju Mension Utama Handaranata.


Tidak lama mereka sampai disana. Dea dan Damian menyadari pasti Mamy Rosa sudah mengetahui kedatangan mereka dan kejadian tadi dari Dego kakaknya.


Sampai disana,Damian di sambut seluruh pelayan rumah itu.Dea membawa Damian masuk dan saat itu mereka berdua menegang melihat mamy sudah berdiri memangku Tangannya menatap tajam kearah Damian.


"Mamy..."sapa Damian.


Mamy Rosa berjalan mendekati Damian.


"Berlutut!!."


Tampa bertanya Damian lansung berlutut mengikuti perintah mamy Rosa.

__ADS_1


"Kamu duduk disana."


Dea pun lansung pergi menuju arah Sofa mendekati Emma dan kakaknya.


"Maafkan Saya mamy.." Ucap Damian.


Bugh bagh bugh bagh..


Mamy memukuli Damian dengan sapu lidi taman bunganya tampa berucap apapun,begitu juga Damian,dia tidak mengeluarkan suara kesakitannya.


melihat itu Dea ingin bangun menolong Damian namun lansung di tahan oleh kakaknya.


"jangan melakukan kesalahan Dea." ucap kakaknya dingin.


"kamu sudah membuat janji pada mamy akan mencintai anak perempuan mamy dengan segenap hatimu,tapi kamu malah meninggalkan dia membuat dia bolak balik kami antar kepsikeater karena memikirkan pria sepertimu hah..mamy sangat marah sama kamu Damian..." kesal Mamy terus memukuli Damian semakin kuat namun kemudian membuang sapu lidi itu.


"Maafkan saya mamy.." hanya itu kata yang Damian ucapkan.


"Bangun!"


Damian lansung bangun berdiri dan sebisa mungkin menutupi rasa sakit di punggungnya karena bekas pukulan sapu lidi mamy barusan.


"Maafkan saya Mamy.." ucap Damian lagi.melihat luka diwajah Damian begitu banyaknya,mamy perlahan mendekat lalu memeluk tubuh Damian membuat Damian terkejut.


"Terimakasih kembali lagi untuk putriku." Ucap Mamy kemudian mengurai pelukannya dan tersenyum,


hal itu membuat Damian terkejut lagi mengetahui mamy malah tidak marah.


"Ma..Mamy memaafkan Aku?" tanya Damian.


"Apa mamy harus memukuli kamu lagi.." ucap mamy.


Damian lansung berlutut di depan mamy Rosa.


"Terimakasih mamy,mamy mau menerimaku lagi,terimakasih mamy.." Ucap Damian.Saat itu juga mamy membantu Damian bangun.


"Bagaimana aku bisa membenci kamu,remaja yang sangat berani datang menemuiku mengatakan padaku kalau kamu mencintai putriku dan sekarang kau sudah dewasa kau membuktikan lagi kau layak untuk putriku. Bagaimana aku tidak memaafkan kamu pria yang begitu putriku cintai.tentu Mamy memaafkan kamu." Ucap Mamy tersenyum.


"Terimakasih mamy..." ucap Damian tersenyum,mendengar itu Dea lansung berlari kearah mamynya dan memeluk mamynya.


"Terimakasih mamy,aku mengira mamy tidak akan menerima Damian lagi.." ucap Dea kembali menangis.


Mamy menghapus air mata putrinya.


"Kebahagian kalian hal terpenting dalam hidup mamy,jadi mamy akan selalu percaya dengan keputusan kalian." Ucap mamy memeluk tubuh putrinya lagi.


"Aku tidak menerima Putrimu nyonya Rosa."


Mereka semua menoleh kearah pintu Utama Mension itu untuk melihat siapa yang mengatakan hal itu.

__ADS_1


__ADS_2