Wanita Milik Ceo Dingin

Wanita Milik Ceo Dingin
42


__ADS_3

"Damian!"


Dea sangat terkejut melihat pria yang tengah duduk di ruang tunggu dengan matanya menatap kearahnya saat itu.


Ya Tuhan benarkah pria ini Damian..


aku tidak sedang bermimpi kan,kalau ia cepat bangunkan aku..


Batin Dea bicara masih tidak mempercayai apa yang dia lihat saat itu.


Pria itu bangun dari tempat duduknya berjalan mendekati Dea masih mematung di tempatnya berdiri.


"Bagaimana kabarmu?" tanya pria itu tersenyum sudah berdiri di depan Dea.


"Damian..,Benarkah ini kamu..?" tanya Dea menatap lekat wajah pria itu yang menurutnya masih sama dengan dulu hanya saja sekarang dia sudah dewasa dan tubuhnya semakin tinggi.


pria itu tersenyum lalu menarik tangan Dea kemudian membawa Dea kedalam pelukannya.melihat kejadian itu semua pengawal dan asisten pria itu membalikan tubuh mereka semua.


Pria itu masih memeluk tubuh Dea dengan rasa bahagianya melepaskan rasa Rindunya Dengan Dea yang sudah lama tidak pernah bertemu.


berapa menit kemudian dia menguraikan pelukannya dengan Dea, dengan tangannya mengangkat wajah Dea untuk bisa melihat kearahnya.


"Aku Damianmu Deanesya Handaranata." Ucapnya tersenyum.


Dea menatap lekat Wajah Damian dengan perasaanya tidak menentu, tapi kemudian Dea ingin bicara namun Damian lansung meletakan jarinya diatas bibir Dea.Damian merapikan Anak rambut Dea dan menyelipkannya di telinga Dea.

__ADS_1


"Syukurlah kamu tetap sehat selama ini,dan kamu masih menepati janjimu padaku Deanesya!!" ucap Damian menatap lekat wajah Dea.seketika itu Dea memeluk erat tubuh pria berpostur tinggi besar itu membuat Damian tersenyum kemudian mengangkat sedikit dagu Dea lalu dia mencium kening Dea dengan rasa kerinduannnya


Bugh..


"Kamu jahat Damian..kamu jahat.." Ucap Dea lansung menangis sambil dia memukul kuat dada Damian.


Damian menahan pukulan Dea berikan sampai Dea tidak memukulnya lagi,Dean kembali memeluk erat tubuh Dea sambil mengusap belakang Dea.


"Maafkan aku.Aku bisa jelasin semuanya Dea"Ucap Damian. Dea semakin menangis kuat dalam pelukannya.Damian mengangkat tubuh Dea kedalam gendongannya lalu membawanya keruangan yang tempat Dea keluar tadi.Dengan kakinya Damian menutup pintu ruangan itu.Damian membawa Dea duduk di sofa di ruangan itu,dengan membawa tubuh Dea keatas pangkuannya.Damian memegang kedua pipi Dea lalu perlahan menghapus air mata Dea.


"Berhentilah menangis,Aku sekarang memenuhi janjiku padamu.Aku tidak mau melihat kamu menangis,hmm.." Ucap Damian.bukannya berhenti menangis,Dea malah kembali menangis kuat,dengan tangannya kembali memukuli kuat dada Damian..


"Kamu jahat Dam,kamu jahat sekali padaku,kamu jahat...." Ucap Dea terus menangis.


"Ia aku memang sangat jahat padamu jadi Pukullah aku sepuas kamu,aku menerimanya Dea." Ucap Damian.


Brak


Pintu ruangan Dea terbuka paksa,


hal itu membuat Dea terkejut lalu melihat kearah pintu yang ternyata kakaknya masuk,Dea pun perlahan turun dari pangkuan Damian.


"Kak..." Panggil Dea.


Dego lansung mendekati Damian lalu menarik kerah baju Damian sampai dia berdiri.

__ADS_1


"kenapa kau datang lagi setelah membuat adikku terluka.?" Ucap Dego mencekik leher Damian.


"Emma bawa Dea kekamarnya." Ucap Dego.


"Aku ngak mau kak,lepasin Damian kak,dia bilang ada alasan pergi ninggalkan aku kak." Ucap Dea masih menangis.Emma lansung memeluk tubuh Dea.


bagh bugh bagh bugh


Dego memukuli Damian berkali-kali namun sama sekali tidak Damian Balas sampai dia tersungkur kebawah,tapi Dego kembali memukuli Damian meluapkan semua emosinya.


Sebelumnya Dego membawa Emma kebutik adiknya ingin mengukur baju pangantin di tempat adiknya saja, namun sampai di butik adiknya,Dego melihat 5 buah mobil asing di butik adiknya.Dego melihat Baner Asissten Justin disana,dia lansung menanyakan Baner dimana Justin, Baner lansung memberitahu kalau Justin berada diruangan Dea. Emosi Dego mulai memuncak mendengar itu,karena dia sudah mengetahui siapa justin sebenarnya.Dia lansung membawa Emma masuk menuju ruangan Adiknya.


"kak Hentikan kak...aku mohon kak.. Hentikan kak...hentikan..Emma hentikan kakakku Emma" Ucap Dea masih menangis.


"Dego!!"triak Emma membuat Dego berhenti memukuli Damian.Dea lansung berlari kearah Damian lalu membantu pria itu bangun.


"Maafkan kakak aku Dam.." Ucap Dea masih menangis.Damian tersenyum lalu menghapus air mata Dea.


"Jangan menangis,aku baik-baik saja." Ucap Damian.


Damian melihat kearah Dego saat itu masih menatapnya dengan amarah. Damian melepas pelukan Dea lalu berjalan kearah Dego tampa perduli sakitnya lalu berlutut di depan Dego.


"Aku Mengakui kesalahanku padamu kak pergi tidak mengatakan apapun pada Dea.Aku mengakui aku salah.


tapi bisakah kakak mendengar alasan kepergianku kak." Ucap Damian masih berlutut di depan Dego.

__ADS_1


Emma menarik tangan Dego mengusapnya,lalu menatap suaminya itu dengan menganggukan kepalanya untuk memberikan Damian kesempatan menjelaskan kepergiannya meninggalkan Dea waktu itu.


__ADS_2