
Saat ini mereka semua sudah berada di ruang keluarga,berkumpul disana.
"Damian masih penasaran,sejak kapan Opa berada di rumah ini?bukannya Opa mengatakan akan pergi kerumah sakit untuk cek kesehatan Opa..?" tanya Damian
"Opa disini sebelum kamu sampai kemari dan sebelum Dego juga datang kemari." Jawab Opanya.
"kedatangan Opa duluan kemari ingin menjelaskan kepada Rosa mengenai kepergian kamu beberapa tahun lalu.
sebagai Orangtuanya nak Dea,Dia sangat syock mendengar penjelasan Opa dan kemudian mengutarakan kekesalannya sama kamu karena kamu tidak mau berterus terang dengan mereka. Namun setelah mendengar semuanya,Rosa sangat memahami semuanya dan Rosa lansung meminta ijin Sama opa untuk memberikan sedikit pelajaran sama kamu dan juga membuat semua rencana ini tampa kalian semua sadari." Jelas Opanya membuat mereka semua disitu mengerti.
"kedatangan Opa kemari juga sebagai kepala keluarga Ivander ingin meminta lansung persetujuan dari Rosa mengenai kamu yang mau melamar putrinya menjadi istri kamu. Kami juga sudah membicarakan semuanya tadi,dan Rosa menerima baik Permintaan Opa.sekarang Opa serahkan semua sama kamu bagaimana nantinya" sambung Opnya lagi. mendengar itu mereka semua masih terdiam,namun Damian dan Dea saling pandang.
"Menurut mamy acaranya di barengi saja dengan Kakak kamu,mereka baru saja mendaptarkan pernikahan mereka.untuk waktunya kapan,kalian yang menentukan." Ucap Mamy Rosa memberi usulannya.
"Baiknya mereka kakak saja yang duluan mamy.."ucap Dea.
"Tidak." Ucap Damian membuat semua melihat kearahnya.
__ADS_1
"Maksudnya saya tidak setuju,baiknya apa yang mamy katakan tadi sangat bagus menurut saya." ucap Damian lagi membuat Dego dan Emma saling pandang.
"Dia tidak sabaran.." bisik Dego.
"Memangnya kamu ngak..?" Ucap Emma membuat Dego tersenyum.
"Tapi aku sudah merasakan bukit kembar milikmu.." seketika itu Emma mencubit perut Dego membuat dia mengaduh pelan.
"Begini saja,2 minggu dari sekarang kalian menikah." Ucap Opanya Damian.
"Itu sangat lama Opa.."Ucap Damian kurang setuju.
"Mau kamu kapan?" tanya Opanya.
"Damian maunya Besok Opa.." jawabnya membuat Dea melototkan matanya.
"Aku tidak setuju.sebagai kakaknya Dea,aku saja belum melansungkan pernikahan sakral kami,bagaimana kalian yang duluan.Aku memutuskan 2 hari kedepan kita akan menikah bersama-sama saja,karena kami masih menunggu kepulangan bibik dari Istriku kemari yaitu besok." Ucap Dego.
__ADS_1
"Baiklah kak.." Jawab Damian tampa berani membantah apa yang Dego katakan,membuat Opanya tersenyum.
"Apa kau sudah merasakan pucuknya Damian?,dari wajahmu sepertinya belum,sungguh sayang sekali.." Ucap Opa mengejek Damian membuat Dea semakin memerah malu wajahnya.
"Bukan saja pucuknya yang belum Tuan Danur tapi berapa ukurannya saja dia belum tau.." Ucap Dego ikut meledeki Damian membuat Tuan Danur tertawa terbahak bahak.
"Sungguh kasian Cucuku.Rosa,kau dan putramu sangat luar biasa bisa menyentuh tubuhnya.lihatlah wajah tampannya sudah lecet sekarang." Ucap Opanya terus meledeki Damian yang mati kutu karena ulah Opanya dan lainnya.
"Sayang pergilah,bawa Damian kekamar kamu,obati lukanya.
sepertinya punggungnya sakit bekas pukulan sapu lidi Mamy,bahkan mamy merasa dia tidak akan bisa membuat ranjang kamu berderik malam ini sayang.."Ucap Mamy Rosa ikut meledeki Damian.
Hahahaha...
Kembali terdengar Gelak tawa Tuan Danur karena ucapan Mamy Rosa ikut meledeki cucunya lagi. Mendengar itu Dea dan Damian hanya bisa saling pandang dan tersenyum.
"Kalau begitu Dea kekamar dulu Opa,Mamy,kakak,kakak ipar." ucap Dea perlahan membawa Damian berjalan naik menuju kekamarnya.
__ADS_1
"Tuan Muda,jangan memaksa, bisa-bisa pinggang Tuan muda akan Retak.." Pekik Baner ikut meledeki Damian yang kembali membuat semuanya tertawa bersama.
Setelah kepergian Dea dan Damian kekamar,Tuan Danur dan Mamy Rosa serta Dego dan Emma kembali mengobrol bersama membicarakan mengenai rencana pernikahan yang akan di gelarkan di waktu dan tempat yang sama.sampai kemudian hari kembali malam,Mamy pun mengajak semuanya menuju ruang makan untuk makan malam bersama.