Wanita Milik Ceo Dingin

Wanita Milik Ceo Dingin
24


__ADS_3

Pagi ini Emma dan Bibiknya tengah bersiap berangkat kebandara,karena mereka akan pulang keNegara Asal mereka.


"Sudah siap semua bik..?" tanya Emma.


"Sudah nak,apa Nak Dego jadi mengantar kita.?" jawab bibiknya lalu menanyakan Dego.


"Iya bik,jadi dia yang mengantar kita.." Jawab Emma lalu membawa koper miliknya dan juga bibiknya menuju keluar,bersamaan dengan itu Mobil Dego datang bersamaan dengan mobil Mamy dan Dea.


"Cie.." panggil Dea lansung menghampiri Emma dan memeluk tubuh sahabatnya,


kemudian giliran Mamy juga memeluk Emma lalu berpindah memeluk bibiknya Emma.


"Kalian sudah siap?" tanya Mamy.


"Udah Mamy.." jawab Emma.


"Kalau begitu Ayo kita berangkat." Ucap Dea.


"Ayolah." jawab Emma.


Supir Dea mulai mengangkat semua barang bawaan Emma dan bibiknya.


"Bibik satu Mobil sama kami ya,Emma satu mobil dengan kak Dego." Bibik Emma menganggukan kepalanya lalu berjalan beriringan dengan Mamy rosa lalu masuk kedalam mobil,sedangkan Emma masih terdiam di tempat berdirinya sampai Dego sedikit membuka kaca mobilnya.


"Ayo masuk." ucap Dego,Dengan wajah malasnya Emma melangkah kakinya masuk kedalam mobil Dego dan duduk di sebelah Dego. Mobil mereka pun melaju menuju bandara.


"Hari apa kamu pulang.?" tanya Dego.


"Belum tau,ini aja belum sampai.." Jawab Emma.


"Maksud Saya kalau sudah tau kamu kapan pulangnya,biar saya lansung jemput kamu." Ucap Dego.


"Benaran belum tau kak,rencana sih cuma 3 hari disana tapi belum tau juga,Nanti ada aku kasi tau kakak.Kalau sibuk nggak usah memaksakan diri mau menjemputku,aku bisa memesan taxi nanti." Ucap Emma sedikit Geram dengan Dego.


"Jangan pernah memesan Taxi.Mana ponselmu.?" Ucap Dego lalu mananyakan ponsel Emma.


"Ada,kenapa?" Ucap Emma.


"Berikan padaku sebentar." pinta Dego.


"Untuk apa kakak meminta ponselku?" tanya Emma.


"Bawa sini sebentar" Ucap Dego lagi.


Malas berdebat dengan Kekasihnya itu,Emma mengambil ponselnya lalu memberikan ponselnya kepada Dego.


"Ini Ponsel kamu?" tanya Dego melihat ponsel Emma masih Android model lama,bahkan sudah lecet sana sini.


"Kenapa kalau ini ponselku?,masih bisa di pakai kok,dan juga ini bukan masalah Harga atau modelnya,tapi tentang kenangan mengenai ponselku ini." Ucap Emma kesal.


Dego menghentikan mobilnya lalu dia mengambil bungkusan di belakangnya.

__ADS_1


"Ini Ambil,Kamu bisa memakainya lansung karena di dalam ponsel ini semua data di ponselmu yang lama ini sudah aku pindahkan." Ucap Dego mengejutkan Emma.


"Di pindahkan?,Bagaimana mungkin kakak bisa memindahkan semuanya..?,


kakak kan nggak pernah lihat ponselku." Ucap Emma tidak percaya. Mendengar itu Dego membuka bungkusan tersebut lalu memberikan satu buah ponsel terbaru kepada Emma.


"Lihatlah kalau tidak percaya?." Ucap Dego meletakan ponsel itu di tangan Emma,jari jari Emma mulai mengeser layar Ponsel tersebut lalu melihat isi di dalamnya,Emma sangat terkejut karena melihat dalam ponsel tersebut datanya semua bahkan sama seperti di dalam ponselnya.


"Untuk apa membelikan aku ponsel?,ini kan sangat mahal kak,ponselku kan masih ada bahkan masih bisa di Gunakan." Ucap Emma.


"Tidak apa apa,sekarang Gunakan ponsel ini,yang lama simpan saja,aku tau itu adalah kenangan Dari Almarhum papa kamu." Ucap Dego.


"Tapi____"


"Emma Aku tidak suka menerima penolakan,Ini tidak seberapa harganya bagiku." Ucap Dego memaksa Emma memakai ponsel pemberiannya. Emma terdiam sambil matanya masih melihat ponsel yang Dego belikan untuknya.


Dego kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Kalau kamu tidak mau memakainya,


Kamu bisa buang saja ponselnya." Ucap Dego dingin. Emma menatap Dego karena Dego menyuruhnya membuang ponsel tersebut yang bahkan harganya jika di uangkan, Uangnya bisa di gunakan untuk Uang belanja sayur di restonya selama 3 bulanan.


"Dasar pemaksa,Iya Aku pakai ponselnya." Ucap Emma lalu mengambil ponsel itu kemudian menyimpannya kedalam Tas jinjingannya.


Tidak lama mereka sampai di bandara, Emma dan Bibiknya berpamitan dengan Dea dan mamy Rosa.


"Kabari kami kalau kalian sudah sampai cie." Ucap Dea memeluk erat tubuh sahabatnya.


"Iya Cie gampang,pasti aku kabarin kamu." Jawab Dea. Sekarang mamynya Rosa memeluk Emma.


"Jangan lupa kabari ya sayang.." Ucap Mamy.


"Iya Mamy." Jawab Emma.


"Ayo Bik..,"Ucap Emma mengajak bibiknya masuk karena mereka akan berangkat sebentar lagi.


"Nak kamu nggak bilang Nak Dego?." Tanya Bibiknya membuat Emma menatap Kekasihnya itu,sedangkan mamy dan Dea tersenyum melihat kearah Dego yang saat itu hanya terdiam. Dego seperti biasanya jika dia pergi pasti mengunakan topi,kaca matanya dan maskernya dan juga jaket Hitamnya,


Agar orang tidak mengenalinya.Emma berjalan mendekati Dego.


"Aku Berangkat." Ucap Emma. Dego miringkan wajahnya mendekat kearah wajahnya Emma.


"Jangan lupa kabari aku jika kamu sudah sampai." Ucap Dego.


"Iya." jawab Emma lalu dia mengajak bibiknya segera masuk,Emma dan bibiknya melambaikan tangan mereka kearah Dea,Mamy dan Juga Dego sampai mereka tidak terlihat lagi.


Tidak lama mereka pun lansung mendarat menuju Negara mereka.


Dea dan mamy pulang menuju rumah mereka,setelah itu Dea pamit dengan mamynya untuk pergi keRestoran Emma,


sedangkan Dego,dia kembali juga lansung menuju kantornya.

__ADS_1


"Tuan muda,di bawah Tuan Bara sedang menunggu anda lagi." Ucap Reza.


"Bukankah aku sudah mengatakan,lusa kita akan membahas kontrak itu lagi." Ucap Dego.


"Iya Tuan muda,itu memang benar. Tapi dia bersikeras ingin bertemu dengan anda,sejak tadi pagi sampai sekarang dia masih menunggu disana." Ucap Reza mengatakan jika Bara sudah lama menunggunya.


"Suruh Dia naik." Ucap Dego.


"Baik Tuan muda."


Reza lansung menghubungi Vani memberitahu Vani menyuruh Bara naik keatas.


"Tuan Bara,Anda di persilahkan masuk keruangan Tuan muda,mari ikut saya." Ucap Vani.


Bara lansung mengikuti Vani kelantai atas Gedung tersebut.


Tuk..tuk..


"Masuk."


Bara masuk kedalam ruangan Dego.


"Silahkan Duduk Tuan Bara." Ucap Reza menyuruh Bara duduk.tidak lama Dego datang menemui Bara dan duduk menghadap Bara.


"Aku akui Anda adalah seorang arsitek yang handal dalam hal merancang sebuah Gedung Tuan Dego." Ucap Bara memulai pembicaraan mereka.


"Lansung saja,waktu sayang sangat penting." ujar Dego.


"Bisakah anda mempercepat penanda tanganan berkas kerjasamanya,Anda pasti sudah tau kenapa saya meminta mempercepatnya?" Ucap Bara, sedangkan Dego tersenyum menyeringai.


"Kau berani memerintah saya.?" Ucap Dego.


"Bukan saya berhak mengatakan itu kepada anda,?" tanya Bara.


"Saya orang yang tidak pernah mengingkari janji." Ucap Dego lalu berdiri namun Dia masih menatap kearah Bara yang saat itu juga Bara menatap kearahnya.


"Bara Gazumadji,saya menjadi pemimpin perusahaan ini di saat saya baru berusia 15 tahun,saya tau sepak terjang setiap perusahaan mengajukan kerjasama dengan saya,anda tidak perlu mengajari saya. Bahkan anda tidak tau siapa pemegang saham terbesar di perusahaan kalian siapa."Ucap Dego membumkam Bara.


"Reza." panggil Dego,Reza lansung memberikan berkas milik perusahaan Tuan Johan kemudian Dego lansung menanda tangannya dengan mencoret sesuatu disana.


"Berikan padannya." Ucap Dego kemudian dia pergi dari sana. Reza lansung memberikan berkas itu kepada Bara yang saat itu lansung Bara lihat membuatnya sangat terkejut.


"Bagaimana mungkin..?" Ucap Bara.


"Saya sudah memperingatkan anda Tuan Bara,Tuan muda kami orang yang tidak bisa anda pertanyakan.sebaiknya anda segera keluar dari ruangan ini." Ucap Reza lalu menyuruh Bara keluar.


Dengan Berat hati Bara keluar dari sana membawa berkas tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terimakasih untuk semuanya yang sudah membaca dan setia menanti setiap lanjutan Episode Novelku ini,bantu like dan komentar yang baik biar Author semangat Update,jika ada salah ketik nanti akan di perbaiki tulisannya.🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2