Wanita Milik Ceo Dingin

Wanita Milik Ceo Dingin
47


__ADS_3

Setelah makan malam bersama selesai,Tuan Danur kemudian berpamitan dengan keluarga calon istri cucunya Mau kembali keNegaranya.sedangkan Damian,dia masih tinggal di Mension itu akan membantu persiapan pernikahan mereka yang akan di gelar hari lusanya.


Tidak lama Dego Dan Emma juga berpamitan dengan Mamy Rosa mau mengantar Emma balik keRestorannya.


"Mam Dego juga pamit Mau ngantarin Emma pulang." Ucap Dego memberitahu Mamy Rosa.


"Ngak mau nginap disini saja kalian?" tanya Mamy Rosa.


"Emma masih ada tugas anak-anak belum selesai Emma periksa Mom,


besok Malam kami pasti menginap kesini.." Ucap Emma.


"Baiklah..,kalau begitu berhati-hatilah kalian berdua ya.." Ucap Mamy Rosa yang kemudian memeluk dan mencium kedua pipi Emma,setelah itu giliran Dego yang juga memeluk Mamynya.


"Kami pulang dulu ya cie.." Ucap Emma saat ini tengah memeluk tubuh sahabatnya yang sebentar lagi akan menjadi adik iparnya."Berhati-hatilah cie.."jawab Dea membalas pelukan sahabatnya.


"Siap-siap aja di serang tu Singa cie." Bisik Emma mengoda Dea.


"iih kamu,bikin aku deg-deg kan cie.." Ucap Dea malu-malu.


"kamu mah malu tapi pengen kan ngerasain disedotin." Ucap Emma membuat Dea menepuk bokong Emma.hal itu terlihat Oleh Mamy dan Dego juga Damian.


Sekarang Dego dan Emma sedang berjalan keluar menuju mobil,tidak lama mereka berdua berangkat dari sana menuju Restoran Emma.


Setelah melihat Dego dan Emma pergi, Mamy Rosa,Dea dan Damian masuk kembali dalam Mension.

__ADS_1


"Mamy mau istirahat dulu,selamat malam untuk kalian berdua." Ucap Mamy tersenyum yang di angguki Dea dan Damian lalu berlalu menuju kamarnya.melihat Mamy Rosa sudah pergi,Damian ingin mengendong tubuh Dea namun Dea tahan.


"Punggung kamu sakit.jangan!,


kita jalan bersama saja." ucap Dea yang merangkul tubuh Damian berjalan naik keatas menuju kamar Dea. Sampai di kamar,mereka berdua duduk diatas tempat tidur.tampa bicara Damian perlahan membawa Dea berciuman lagi,dengan perlahan Damian membawa Dea berbaring lalu menindihnya.


"Dea Aku mencintaimu,sangat mencintaimu."bisik Damian dengan bibirnya sekarang mengecup kuat permukaan kulit leher Dea kembali membuatkan tanda-tanda bulan sabit disana.


mm.."Aku juga sangat mencintaimu Damian.." Ucap Dea terselimuti permain Damian.


"Dea..." suara berat Damian menandakan keinginan Damian yang ingin meminta lebih dari sekedar ciuman mereka.Dea yang mengerti, dengan tersenyum,Dea membuka satu persatu kancing baju kemeja Damian kemudian membukanya sampai terlepas dari tubuh tegap calon suaminya itu.perlahan Dea sedikit mendorong tubuh Damian untuk kedepannya,lalu Dea mengecup kuat Dada bidang Damian berulang kali membuat Damian memejamkan matanya menahan bergejolak Dadanya.


"Kamu membuatku tidak bisa lagi menahan kalau begini." Ucap Damian menghentikan apa yang Dea lakukan. Dea tersenyum saat itu,lalu dia mengecup sekilas bibir Damian.


"Jangan di lihatin begitu aku malu.." Ucap Dea lalu menutupinya dengan kedua tangannya,namun Damian buka kembali dan kini Dua tangan Damian memulai memegangnya dan meremas seperti memegang bola karet.Damian kembali membawa Dea berciuman dengan kedua tangannya tidak terlepas dari Dua gunung kembar Dea.


Emms...Ahk...


Tampa sadar Dea mengeluarkan suara lenguhannya.Dea juga berpikir, beginikah rasanya,pantas saja sampai mereka bersuara begitu kuat saat seperti ini.


"Dam...." Pekik Dea kala Damian mulai mengulum ujungnya,dan menariknya hingga terasa terjepit.


"Dam....." pekik Dea lagi,kala tangan dan mulut Damian berirama bermain di gunung kembarnya.Dea sampai menarik rambut Damian dengan kuat saat itu karena Damian terus melakukannya.Damian menghentikannya namun tidak dengan tangannya satunya terus dia guna memainkan keduanya.Damian menatap wajahnya frustasi Dea karena apa yang dia lakukan barusan.


"Deanes..,Kita lakukan sekarang ya.." bisik Damian yang sudah di kabuti keinginannya ingin membawa Dea membuka segelnya.mendengar itu Dea tersenyum lalu menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Lakukan sekarang suamiku."Jawab Dea.


"Baiklah.jangan menghentikan aku kalau kita melakukannya." Ucap Damian yang kembali di angguki Dea.


Damian melakukan apa dia lakukan tadi membuat Dea kembali memekik nama Damian berulang kali.sekarang Damian mulai turun kebawah, membantu Dea membuka semuanya, dan lagi-lagi Damian terpaku melihat sarang milik Calon istrinya.


"Dami..an Ah.."


Damian kembali membuat Dea melemah bahkan bergetar karenanya bermain gosrok-gosrok disana dengan lembut yang semakin membuat Dea menarik Rambut Damian sampai kuat.


Damian menghentikannya,lalu berdiri dan membuka bawahnya sampai tersisa Celan Boxernya yang membuat mata Dea seketika itu ingin keluar.


Ya Ampun gila besar banget,besar dari kemaren perasaan aku lihat.


Damian tersenyum mengetahui apa yang ada dalam pikiran Dea.Damian kembali berbaring disamping tubuh Dea.


"Kamu nakal sekali sekarang Hmm.." Ucap Damian menoelkan hidung Dea, seketika itu Dea menutupi wajahnya di dada Damian.


"Kamu pasti tau apa yang aku pikirkan,aku jadi malu.." Ucap Dea.


"Untuk apa malu,apa yang kamu bilang kenyataan istriku."Bisik Damian mengambil salah satu tangan Dea lalu menuntunya kearah benda keramatnya dan saat itu juga membuat mata Dea melotot kearah Damian saat itu hanya tersenyum melihat keterkejutan Dea.


"Be..besar sekali..?" pertanyaan itu membuat Damian bertambah gemas melihat calon istrinya itu.Damian kembali menyatukan bibir mereka dan juga kembali mengulang kegiatannya tadi dia lakukan sampai berapa belas menit kemudian Damian memposisikan senjatanya di depan milik Dea,mengeseknya membuat Dea melenguh kuat,berapa belas menit Damian mengeluarkan erangan panjangnya dan kemudian kembali menindih tubuh Dea.


"Kenapa Istriku...?"

__ADS_1


__ADS_2