
Di tempat lain dan masih di malam yang sama,Damian baru sampai membawa Dea KeMensionnya yang terletak disebuah pulau Pribadinya.
"Bukalah matamu istriku" Mendengar itu,perlahan Dea membuka matanya yang sebelumnya di tutupi suaminya mengunakan kain.Dea terpaku melihat Mension milik suaminya yang begitu megah dan indah sekali.Damian memeluk tubuhnya dari arah belakang.
"Kamu menyukainya istriku?" tanya Damian. Dea tersanyum lalu membalik tubuhnya kearah suaminya,lalu mengecup sebentar bibir Suaminya.
"Ini sangat bagus sekali Dam.. Tentu saja aku sangat menyukainya.
terimakasih..suamiku.." Dea masuk kedalam pelukan suaminya lagi.
"Ayo kita masuk,aku sudah tidak sabar menerkammu.." Bisik Damian kearah telinga Dea membuat Dea tersenyum karena dia juga sama tidak sabaran di terkam suaminya.Damian berjalan membawa istri masuk menuju kamar pengantin mereka yang sudah di persiapkan oleh para pelayannya.
"Selamat Datang Tuan muda,Nona.." Damian hanya menganggukan kepalanya.
"Kalian boleh keluar" ucap Damian kemudian meneruskan langkahnya menuju kamar diatas.sampai disana, Dea kembali terpaku melihat kamar pengantin mereka yang di hiasi dengan begitu indahnya.
"Bagus sekali suamiku..." Ucap Dea dengan tubuhnya dipeluk suaminya dari arah belakang namun tangan Damian sudah tidak bisa diam saat itu.
"Kamu mau a..apa Dam.."Damian tidak menjawab,dia terus menurunkan reksleting gaun Istrinya sampai Gaun itu melorot kebawah yang kemudian menyisakan dalaman Dea masih tertinggal di tubuhnya.
"Kita mandi bersama ya.." Ucap Damian lalu membuka semua pakaiannya yang hanya menyisakan Boxernya saja,kemudian dia lansung mengendong tubuh Dea masuk kedalam kamar mandi bahkan lansung masuk kedalam bak beremdaman.Damian mendudukan tubuh Dea diatasnya.tangannya mulai membuka pengait penutup bukit kembar istrinya.setelah terlepas, Damian mencium lembut bibir istrinya yang membuat Dea terbuai dengan apa yang suaminya lakukan padanya.
__ADS_1
"Damian..." Panggil Dea karena suaminya sekarang sudah menyesap kuat kedua bukit kembarnya bergantian.tangan Damian terulur kebawah untuk membuka boxernya,yang kemudian dia menuntun tangan istrinya memegang miliknya.
"Mainkan dia dulu istriku.."ucap Damian di selah esapannya di bukit kembar istrinya.Dea mengikuti apa yang suaminya katakan namun dia terkejut saat menyentuhnya.
"Be..besarnya suamiku.." Ucapnya membuat Damian semakin kuat menyesap bukit kembarnya membuat Dea tidak sengaja memegang kuat miliknya.
Ahh yeah..."Deanesya..." Panggil Damian karena istrinya membuatnya merecau hebat.Damian kembali mencium bibir istrinya yang kemudian mengangkat tubuh istrinya menbawanya menuju Kamar mereka.
"Aku tidak bisa menahan lagi."
Damian membaring tubuh Dea yang perlahan dia menindihnya dengan ciuman mereka tidak terlepas. Damian mulai turun kebawah membuat Dea mengelinjang hebat lagi bahkan dia memegang kuat ujung seprai menahan gejolak tubuhnya karena ulah suaminya yang sekarang bermain di bawahnya membenam wajahnya disana.
"Damiaaan..Emmh.."Dea menarik kuat rambut Damian menahan gejolak tubuhnya.Damian bangun lalu menarik sedikit tubuh istrinya lalu membuka kedua kaki istrinya yang kemudian mengarah miliknya kedepan milik istrinya lalu mengesek-geseknya membuat mereka berdua sama-sama bergejolak kuat tubuh mereka berdua. Damian kembali mencium bibir istrinya dengan di bawah masih terus dia mainkan.
"Dam...please come in now!!" pinta Dea sampai suara sudah bergetar karena menahan gejolak tubuhnya.
"Baiklah sayang,tapi jangan memintaku untuk berhenti jika aku sudah masuk...Aku mencintaimu.." Dea hanya menganggukan kepalanya, dia bahkan tidak sabar merasakan milik suaminya yang sangat besar dan panjang itu masuk keintinya.
"Aku masuk sayang.." Ucap Damian perlahan mencoba ingin menembus pertahan milik istrinya namun belum juga bisa.Damian kembali mencoba dengan sedikit kasar barulah masuk.
Auuuukh...uhhs..."Sakit Damian...!!" triak Dea lalu menangis.
__ADS_1
"Bertahanlah sayang,tadi kamu juga memintaku segera masuk,ini bahkan belum semuanya masuk, baru ujungnya sayang.."Ucap Damian membuat Dea menatap suaminya dengan menangis.Damian kembali menyatukan bibir mereka untuk menenangkan istrinya.perlahan dibawah Damian memasukannya miliknya lebih dalam lagi membuat Dea memekik kuat lagi.
Aaaukh..Uuhhhs.."Sakit Damian..." Hiks..hiks..
Damiam mengecup lembut kening istrinya."Terimakasih Deanesya, kamu menjaganya untukku,aku sangat bahagia memiliki kamu seutuhnya. Aku mencintaimu,sungguh mencintaimu." Damian kembali menciumi bibir istrinya.Merasa istrinya tenang,perlahan Damian mulai menaik turunkan pinggulnya memompa istrinya.
"Tidak sakit lagi...?" Dea mengelengkan kepalanya dengan tersenyum. "sakit sedikit rasanya sekarang.Milikmu besar sekali, rasanya penuh sekali masuk kedalam suamiku." Ucap Dea membuat Damian tersenyum.
"Tentu saja,biar kamu selalu puas dengan milikku." jawab Damian dengan dibawah terus dia maju mundurkannya.
"Suamiku.."Panggil Dea di tengah permainan mereka.
"Ada apa sayang..?"Dea mencium bibir suaminya sebentar.
"Lebih cepat sedikit,aku menginginkan kamu suamiku.."Ucap Dea tersenyum tampa rasa malunya lagi mengatakan keinginanya.
"tapi ingat jangan memintaku melepaskanmu.."ucap Damian mengedipkan matanya.
"Aku bahkan tidak akan membiarkan kamu melepaskanku.." tantang Dea membuat Damian hemas lalu mengecup hidung istrinya.
"Kamu nakal sekali istriku,baiklah aku akan memulainya." Damian memulai menambah ritme permainan mereka membuat mereka berdua kemudian semakin kuat bersautan mengeluar suara erangan maupun ******* mereka.
__ADS_1
Malam ini mereka benar-benar di habiskan dengan permainan panas mereka berdua.