Wanita Milik Ceo Dingin

Wanita Milik Ceo Dingin
32


__ADS_3

Emma Dan Dego baru saja tiba di rumah utama keluarga Handaranata.mereka berdua pun lansung masuk kedalam.


di dalam keluarga dari papinya itu sudah duduk di ruangan keluarga.


"Kakak..." selin berjalan menghampiri Dego lalu bergelanyut di lengan Dego. Emma yang di samping Dego hanya diam namun kemudian dia berjalan mendekati Dea.


"Lepas selin.!" ucap Dego.


Ih..."kakak selin kangen tau sama kakak.kita kan' udah lama ngak ketemu." mendengar itu dengan sedikit kasar Dego melepaskan tangan Selin dari lengannya, Kemudian dia berjalan mendekati mamynya dan duduk.


"Ayo kita mulai makan malamnya nanti baru kita bicara.." ucap mamy rosa.


"Ayo.." jawab mereka semua lalu berjalan menuju meja makan dan duduk disana.lagi lagi selin mencoba mendekati Dego namun dia kalah cepat dari Dea yang lansung duduk di sebelah kakaknya.


"Dea kenapa duduk disitu sih..,kan aku mau duduk disitu." kesal selin sambil menghentakan kakinya.


"Jangan banyak protes kau mau makan atau tidak!,kalau tidak pergi sana." ucap Dea pedas.mendengar itu mama selin mengepalkan tangannya karena anaknya di gitukan sama Dea.


"Dea bicara yang sopan dengan selin." Ucap Pamannya, sedangkan kakek sama nenek mereka hanya diam.


"Dea jangan begitu,tidak sopan sayang.." ucap mamy rosa.


"Iya mam.." jawab Dea menatap sinis kearah Selin.


"duduklah disini sayang.." ucap mamanya menyuruh putrinya duduk mendekati dirinya,terpaksa selin mengikuti ucapan mamanya.Makan malam itu pun di mulai.


"Emma sekarang apa kerjanya..?" tanya Neneknya Dego dan Dea yang sudah mengenal Emma sehabat cucunya Dea.


"Puji tuhan saya sudah mengajar Nek, sekalian buka usaha kecil kecilan." jawab tersenyum.


"Hem bagus itu nak,semoga usahanya semakin ramai." Ucap nenek lagi.


"Halah nek baru usaha kecil kecilan, palingan nanti nggak laku." ucap Selin pedas.


Dego menghentikan makannya geram mendengar ucapan Selin namun Dea lansung memegang tangan kakaknya agar tidak terpancing ucapan Selin.


"Tidak boleh bicara seperti itu nak,tidak baik..semua orang membuka usaha itu semuanya memang dari nol tidak ada yang lansung menjadi besar nak." ucap nenek menasehati cucunya.


"Iya nek." jawab selin sambil mulutnya menampilkan ketidaksukaannya kepada nenek.

__ADS_1


Lima belas menit kemudian,barulah mereka menyelesaikan makan malam itu, mereka kembali duduk di ruang keluarga.


"Sebenarnya kedatangan kalian kemari ada apa kek?" tanya Dego lansung.


"Dego,kakek mewakili pamanmu. Dia ingin membuka usaha lagi tapi membutuhkan dana,jadi kedatangan kami kesini ingin meminta bantuanmu." ucap kakeknya.


"Bukankah aku sudah memberikan kepada kalian bulan lalu dengan jumlah yang cukup banyak,kalian kemanakan uang itu.?" kakek dan nenek dan paman bibiknya terdiam belum menjawab pertanyaan Dego.


"Uangnya udah habis buat membayar hutang bibikmu nak." jawab nenek jujur.


Dego menatap tajam kearah bibiknya.


"Sudah aku peringatkan jangan membeli sesuatu yang kau sendiri pun tidak mampu membelinya maupun membayarnya.kalian pikir saya ini bank kalian!!. Ini peringatan terahkirku dan terahkir juga aku akan membantu kalian." ucap Dego tegas.


"Tapi kami berhak atas harta milik papi kalian." ucap bibiknya tidak tau malu.


"Dasar tidak tau malu." ucap Dea.


"Jaga bicaramu Dea." ucap pamannya.


"Memang kalian tidak punya urat malu. Kalian lupa perusahaan yang sekarang kak Dego pegang real kerja keras papi dulu masih belum menikah.kalian tidak sadar diri,ini itu bukan kekayaan turun temurun yang bisa kalian minta warisannya. Ini real hanya milik kami anaknya yaitu aku dan kak Dego.kalian itu sama sekali tidak ada hak.Sadar diri!!." ucap Dea lantang.


"Dea..." triak bibiknya.


"Sudah sudah jangan bertengkar lagi. Agus jangan menambah salah bersalah kami dengan kakakmu.Aku memang sudah salah sejak awal,kalau tidak karena dia aku tidak memilikmu,meskipun dia anak angkatku tidak seharusnya kami memperlakukannya seperti itu dulu." Ucap Kakek sambil meneteskan air matanya.


"Tapi pa.."


"Sudah Agus!!." ucap nenek memperingatkan putranya.


"Dego kami tidak meminta apa pun padamu apalagi meminta kekayaan kalian. kami hanya meminta kemurahan hatimu kali ini membantu kami,setelah ini aku sendiri menjamin pamanmu tidak akan menganggumu lagi dan kami tidak akan meminta uang mau pun yang lain padamu lagi." sambung kakek lagi.


"Kakek selalu saja membela mereka, mereka akan selalu menguliti kakek dan nenek nantinya" kesal Dea.


sedangkan nenek mereka sudah menangis karena melihat pertengkaran cucunya dengan anaknya.


"Aku akan memberikan kalian uang yang cukup untuk kalian hidup berapa tahun kedepan,setelah itu pergilah dari negara ini selamanya.jika kalian masih disini,aku tidak akan menjamin hidup kalian akan selamat. Kalian pasti tau bagaimana aku." Ucap Dego menatap tajam keluarga angkat papinya itu.


"kakek setuju nak,terimakasih kemurahan hatimu." ucap kakek.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu kami pergi nak.." Ucap Kakek pamit lalu membawa keluarganya pergi dari rumah Handaranata.


Emma yang ikut dalam pembicaraan mereka hanya terdiam sejak tadi dengan kebingungannya karena dia tidak mengerti dengan permasalahan keluarga Dego, Dea.


Mamy rosa lansung memeluk tubuh Emma membuat Emma terkejut namun lansung membalas pelukan mamy rosa.tidak lama Dea juga ikut memeluk mamynya.


"Kamu pasti sangat bingung sayang dengan apa yang kami bicarakan..?" tanya mamy rosa yang hanya di senyumkan Emma.


"Akan mamy ceritakan." Ucap mamy ingin menceritakan tentang keluarga suaminya kepada Emma.


"Papi itu bukan anak kandung mereka,dia anak yatim piatu.dia di angkat mereka dari panti asuhan jadi anak mereka untuk memancing nenek supaya bisa hamil.


4 tahun kemudian nenek hamil om agus tadi,setelah itu mereka mulai berubah sikap dan prilaku mereka dengan papi,


mereka memperlakukan papi seperti pembantu,bahkan mereka melakukan kekerasan kepada papi.sampai papi dewasa papi bekerja menjadi buruh di pabrik makanan milik orangtua mamy,dia pria yang sangat rajin dan telaten dalam pekerjaannya.Dia bekerja tapi dia tidak memakan uang gajihnya sepeser pun karena di minta oleh orangtua angkatnya.


namun papi tidak lupa Menyisihkan gaji lemburnya untuk dia bisa membuka usaha kecilan dan diam diam melanjutkan pendidikannya.Pada saat mamy kembali dari luar negeri,mamy ikut daddy kepabrik lalu bertemu papi dan saat itu mamy lansung jatuh cinta dengan papi.mamy mengatakan kepada daddy dan mommy,


kalau mamy menyukai papi.orangtua mamy tidak keberatan dengan itu,


mendengar itu mamy memutuskan mendekati papi.Awalnya papi menolak karena papi merasa tidak pantas dengan mamy,tapi mamy terus menyakinkan papi, sampai kemudian papi mau menerima mamy dan kami lansung menikah.sebelum kami memutuskan menikah mamy dan orangtua mamy sudah tau latar belakang keluarga papi yang membuat kami kasihan dan juga sakit hati. Sejak dulu sampai sekarang mereka sering meminta uang kepada kami nak tapi uangnya selalu di hambur hamburkan paman agus dan istrinya sekarang di tambah putrinya itu." ucap mamy menjelaskan kepada Emma yang membuat Emma baru mengerti sekarang.


"Iya mam,pantasan saja mereka jarang menemui kalian selama ini." ucap Emma.


"mereka kalau menemui kami pas ada maunya seperti ini cie." ucap Dea ikut bicara.


"sudah jangan bahas mereka lagi,nanti Aku akan mengurus mereka." ucap Dego sekarang tidak lagi punya rasa kasihan dengan keluarga angkat papinya.


"Iya son..,oh ya sayang menginap disini saja lagian ini sudah malam. Dego juga nggak usah pulang son." Ucap Mamy Rosa.


"Baiklah." jawab Dego.


"Ya sudah ayo kita istirahat.sudah malam." ucap mamy Rosa.


"Iya Mam." jawab mereka.


Dego lansung menuju kamarnya,


sedangkan Emma ikut Dea kekamarnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terimakasih dukungan like dan komentar novel ini dengan kata yang baik. Jika ada salah ketik akan di perbaiki nantinya.😊🙏


__ADS_2