Wanita Milik Ceo Dingin

Wanita Milik Ceo Dingin
39


__ADS_3

"Satu minggu dari sekarang kita akan menikah." Jawaban Dego membuat Emma terkejut.


"Sa..satu minggu kedepan ini?,Tapi persiapan pernikahannya memang selesai dalam satu minggu?,kalau di tempatku tidak akan cukup waktu satu minggu itu menyiapkan semuanya kak." Ucap Emma membuat Dego tersenyum.


"Kamu jangan khuatirkan itu,


semuanya akan selesai sebelum satu minggu itu malahan,jangan lupakan siapa suamimu ini Emma." Ucap Dego mengedipkan matanya.Mendengar itu Emma lansung tersadar dengan dirinya mau menikahi siapa nantinya.


"Baiklah...,Aku terserah kamu saja Kak.." Jawab Emma tersenyum dan gugup juga.


"Tentu saja,kau hanya harus mengandalkan aku,dan jangan pernah dengan orang lain." Ucap Dego tersenyum.


"Ia kak.."Jawab Emma.


Dego memegang kedua pipi Emma lagi,menatap Emma dengan sangat dalam.perlahan Dego kembali mengecup kening Emma dengan sengat lembut membuat Emma merasa sangat nyaman sekali.


hangatnya bibir Dego membuat dirinya sangat tenang dan bahagia.


Dego memeluk pinggang Emma erat,


dengan matanya tidak lepas menatap Emma saat itu yang juga tengah menatap dirinya.Perlahan mereka berdua jadi salah tingkah.


"Emm apa kita bisa Pulang kak...?" ucap Emma bingung mau bicara apa,karena jantungnya rasanya mau lepas saat itu karena gugup.


"Baiklah,Ayolah kita pulang istriku.." Ucap Dego mengoda Emma,yang cepat mendapatkan pukulan kecil dari Emma.


"Apaan sih kak.." Ucap Emma dengan wajahnya sudah memerah.Dego mengangkat tubuh Emma kedalam gendongannya,seketika itu Emma terkejut."kak.." Ucapnya.


"Biar aku membiasakan ini,lambat laun kau akan terbiasa dengan apa yang aku lakukan nantinya." Ucap Dego.sampai di mobil,perlahan Dego meletakan Emma kedalam mobilnya.


tidak lama Dego melajukan mobilnya menuju rumah Emma.


"Kak lihatlah kedepan,jangan lihat aku terus..,nanti kita nabrakin orang kak.." Ucap Emma mengingat calon suaminya itu.


"Baiklah..tapi biarkan aku memegamg tanganmu." Ucapnya.


"Ia kak.." jawab Emma tersenyum.


Tidak lama mereka sampai di depan rumah Emma di samping Restorannya.mereka berdua turun, Dego membawa Emma masuk namun terhenti.

__ADS_1


"Kakak ikut masuk kedalam ?" tanya Emma.


"Hmm.." Jawab Dego lalu merangkul pinggang Emma.


"Kenapa kakak ikut aku kekamar juga?" Tanya Emma karena saat itu Dego ikut masuk kedalam kamarnya.


"Aku mau tidur disini" Ucapan Dego sontak membuat Emma melototkan matanya terkejut.


"A..apa!!,kakak mau tidur disini?" tanya Emma lagi.


"Hmm.." jawab Dego berjalan menuju kearah kamar mandi membersihkan wajahnya,tidak lama Dego keluar lagi.


Dia pun lansung duduk di tempat tidur Emma.


"Pergilah,bersihkan dirimu.Aku tidak akan mengintip" Ucap Dego mengedipkan matanya membuat Emma Gugup.Emma lansung berjalan menuju kamar mandi.tidak lama Emma keluar lagi dengan wajah segarnya.


"Kak,bi..bisakah kakak keluar sebentar,aku mau berganti pakain." ucap Emma.


"Ganti saja,aku akan berbalik badan, aku tidak akan mengintip kamu." Ucap Dego kemudian dia benar-benar membelakangi Emma dengan tangannya bermain ponsel.


Emma hanya pasrah mengikuti ucapan Dego,perlahan dia mengambil bajunya lalu mengantikan pakaiannya sampai selesai.


"Kemarilah.." Ucap Dego menepuk tempat tidur Emma.Emma melangkah kakinya mendekati Dego dan duduk di dekat Dego.


Dego kembali memegang kedua papi Emma dengan matanya menatap kearah Emma.


"Ayo kita berbaring.." Ucap Dego lalu membawa Emma berbaring dengan berpelukan.Emma mengangkat wajahnya menatap wajah tampan calon suaminya itu.


"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Dego membuat Emma kembali menunduk,hal itu membuat Dego tersenyum,perlahan dia mengangkat wajah Emma dan Saat itu mata mereka saling bertemu.Dengan pelan, Dego mendekatkan wajahnya kearah wajah Emma lalu dengan lembut dia menautkan bibirnya di bibir Emma,


Sontak membuat Emma melototkan matanya.


Dego masih mencoba ingin masuk,


dengan sedikit mengigit bibir Emma.


ahkirnya mulut Emma terbuka membuat Dego leluasa masuk kedalam menjelajahi dalam mulut Emma.


Entah kenapa,Emma merasakan hal yang aneh dalam dirinya,yang perlahan membuat dirinya membalaskan ciuman Dego itu dengan saat ini dia mengalungkan tangannya di leher Dego.

__ADS_1


Dego masih memberikan kehangatan di rongga mulut Emma dengan saat ini Dego menanggalkan satu persatu kancing baju kemejanya kemudian membuka lalu melemparnya kesembarangan tempat.


"kak.." Ucap Emma terkejut melihat setengah tubuh Dego sudah polos.


"Aku tidak terbiasa tidur menggunakan bajuku Emma." Jawabnya yang perlahan kembali mencium bibir Emma yang sekarang menjadi candunya.Sedangkan Emma tampa sadar meraba Dada Dego yang terbentuk itu membuat hasrat Dego yang sudah terpancing semakin meningkat panasnya.


"Emma..?" Ucap Dego serak.


Dego kembali mencium Emma,kali ini lebih memanas,karena Dego sudah turun kejenjang leher Emma lalu turun lagi mendekati Bukit kembar milik Emma.


"Emma Apa aku boleh..?" Tanya Dego dengan matanya menatap depan Emma yang cukup besar dia miliki,


karena terbuai dengan apa yang Dego berikan untuknya pertama kali itu,


Emma menganggukan kepalanya lalu membusungkan dadanya.melihat itu,Dego kembali mencium Emma dengan menelusupkan tangannya kebawah belakang Emma membuka pengait penutup bukit kembar milik Emma,dan perlahan Dego menaikan baju tidur Emma keatas,seketika itu Dego menegang,Yang perlahan Dego memegangnya lalu memainkannya dengan pelan yang membuat Emma mengeluarkan lenguhannya.


Emm Ahk..Dego kembali mencium bibir Emma,kemudian dia mulai turun menengelamkan wajahnya,


menyesap bukit kembar itu secara perlahan dan bergiliran membuat Emma kembali mengeluarkan lenguhannya yang semakin membuat Dego semangat menyesapnya itu sampai tak terhitung tanda yang dia buat disana.Dego terus melakukan itu sampai setengah jam kemudian dia menyudahi kegiatannya itu, lalu menutupi kembali seperti semula.


meski hasratnya sudah memuncak namun Dego masih bisa menahannya, mengingat batasannya,lebih dari itu lebih baik di lakukan setelah menikah pikir Dego.


"Terimakasih." Dego mengecup kening Emma berulang kali.Emma tidak menjawab,malah dia menutupi wajahnya di arah dada Dego,


membuat Dego tersenyum.


"Aku akan segera menikahimu,dalam minggu ini.agar kita lebih nyaman melakukan lebih dari ini lagi." Ucap Dego mengusap belakang Emma.


"Jangan malu,kita sama mau melakukannya.." Ucap Dego membuat Emma perlahan menaikan wajahnya.


"kakak sangat santai sekali mengatakan itu,bagaimana denganku?" Ucap Emma kembali menyembuyikan wajahnya karena dia benar benar malu saat itu.


"Setelah ini kita akan sering mengulanginya lagi Sayang." Emma lansung menatap wajah Dego saat itu.


"Aku akan tinggal bersama kamu disini..,Dan artinya aku akan meminta jatah baruku ini setiap malam,karena setelah ini,aku merasa cand___".


"Aukh sakit sayang..kenapa mencubitku.." Ucap Dego kesakitan karena perutnya di cubit oleh Emma.


Dego memeluk erat tubuh Emma dengan berulang kali mencium kepala Emma.

__ADS_1


"Mari kita tidur,subuh nanti kita harus bangun,karena aku mau meminta lagi jatahku." Ucapnya Yang kembali mendapatkan cubitan dari Emma. Namun kemudian mereka berdua benar-benar tidur malam itu dengan sepanjang malam berpelukan.


__ADS_2