
Setelah selesai dari butik, Dego kembali mengantar Emma dan bibiknya pulang kerumah Restoran.
"Aku kekantor sebentar,setelah itu aku jemput kalian lagi." Ucap Dego.
"Ia kak berhati-hatilah.." Ucap Emma kemudian turun dari mobil Dego bersamaan dengan bibiknya.
"Hati-hati nak.." Ucap Bibik yang di angguki Dego kemudian dia melajukan mobilnya menuju kantornya.
"Bik Aku mau lansung keruangan metting ya,semua karyawan aku sudah bekumpul disini,aku mau mengundang mereka semua keacara besok bik." Ucap Emma.
"Ia nak,karyawan di toko kamu yang lain sudah dikasi tau juga..?" Ucap bibik bertanya.
"Sudah bik,kata Zara mereka sudah berada di ruangan metting bik,ya sudah aku kesana dulu ya bik." Ucap Emma. "Ia nak.." jawab bibik.
Emma lansung berjalan menuju keRestoran depan sedangkan Bibik masuk kekamarnya dan segera mengemas pakaiannya.
"Zara semuanya sudah kumpulkan?" tanya Emma.
"Sudah Mbak,mereka tinggal menunggu mbak datang." Jawab Zara.
"Baiklah,kalau begitu Ayo kita masuk." Ucap Emma. Sore itu Restoran dan toko-tokonya sudah Emma suruh tutup karyawannya,karena dia mau mengadakan rapat sebentar dengan seluruh karyawannya.
Emma sudah masuk kedalam Ruangan Metting saat itu.
"Selamat sore semuanya.." Sapanya Emma.
"Selamat sore juga Mbak.." Jawab mereka semua.Emma kebingungan melihat karyawannya sedikit tegang dalam ruangan itu.
"Kalian semua kenapa tegang begini sih,takut kenapa??Zara...?" " tanya Emma lalu memanggil Zara untuk menjelaskan sebagai perwakilan dari semuanya.
__ADS_1
"Mbak mereka khuatir kalau mbak mau memecat salah satu dari kami Mbak.." jelas Zara mewakili semua rekan-rekannya bicara.Emma sedikit tertawa kecil saat itu membuat mereka merasa aneh dan kebingungan.
"Kalian ini Ada-ada saja.Baiklah saya akan memberitahu kalian sesuatu tapi bukan mengenai masalah pekerjaan." Emma menghentikan ucapannya lalu kembali menatap seluruh karyawannya yang serius melihat kearahnya saat itu.
"Saya akan berbagi kebahagiaan dengan kalian semua yaitu saya mengundang kalian semua untuk hadir diacara resepsi pernikahan saya besok sore." Ucap Emma mengejutkan seluruh karyawannya.
"Mbak mau menikah??" tanya Zara terkejut.
"Ia dan besok pagi pemberkatan pernikahan saya.kalian semua pasti sangat terkejut mendengar kabar ini.dari itu saya harap kalian semua bisa datang menghadiri acara besok siang." Ucap Emma.
"Selamat ya mbak..aku ngak menyangka mbak akan menikah, bahkan kami tidak pernah mendengar kabar mbak memiliki kekasih." Ucap Doni satpam Restoran Emma. Emma tersenyum mendengarnya.
"Itu memang benar,tapi saya memang begitu tidak mau terlalu mempublis kehidupan pribadi saya.setelah acara pernikahan nanti,jika suami saya sudah ada waktu senggang,saya akan memperkenalkan suami saya kepada kalian semua di tempat ini lagi." Ucap Emma.
"Ia mbak...selamat ya mbak.." Ucap mereka bersamaan.
"Baik Mbak.."Jawab mereka semua bersamaan.
"Baiklah,itu saja yang saya beritahu kepada kalian.untuk hari ini kalian tidak usah melanjutkan lagi pekerjaan kalian sampai 2 hari kedepan.
Restoran dan Toko akan saya liburkan kecuali bagian pengiriman teruskan saja mengirim barang yang sudah terlanjur di pesan pelanggan kita.Satu lagi saya akan berbagi rejeki untuk kalian semua tampa terkecuali dan nanti akan saya kirim kemasing-masing rekening kalian." Ucap Emma.
"Baik mbak,terimakasih banyak mbak.." Ucap mereka semua bersamaan lagi.
"Sama-sama.baiklah kalian semua boleh pulang kerumah kalian masing-masing.selamat sore." Ucap Emma.
"Ia Mbak selamat sore juga." Ucap mereka bersamaan kemudian dengan tertip keluar dari metting itu.
"Mbak...Zara ngak nyangka mbak mau menikah..kenapa tiba-tiba sih mbak..terkejut Zara mbak.." Ucap Zara membuat Emma tersenyum.
__ADS_1
"Calon suami mbak maunya kami cepat menikah Zara.." Ucap Emma.
"Ia Mbak,selamat ya mbak.Zara ikut bahagia banget mbak akan menikah." Ucap Zara memeluk tubuh Zara.
"Makasih Zara.." Ucap Emma membalas pelukan Zara.
"Ya sudah pergilah belanja sana,cariin baju bagus buat keundangan mbak besok.. Siapa tau ada pria yang tertarik sama kamu Zar.." Ucap Emma Mengoda Zara.
"Ih Mbak ah..Zara belum kepikiran mbak, zara mau fokus biayain adek Zara kuliah sekarang mbak." Ucap Zara.
"Ia mbak tau..,semangat.." Ucap Emma.
"Ia mbak,ya sudah aku pulang dulu mbak.." Ucap Zara.
"Ia hati-hati zar.." Ucap Emma yang di angguki Zara. Setelah kepergian Zara, Emma masuk keruangannya. Bersamaan dengan itu,ponselnya berbunyi.
"Ia kak.." Dego yang saat itu tengah menghubungi Emma.
"Aku sudah mengirimkan uang kerekening kamu,nanti uang itu kamu pakai untuk memberikan karyawan kamu sayang.." Ucap Dego.
"Ya ampun kak,kenapa harus ngirim segala sih,kan aku udah bilang uang aku itu cukup untuk ngasi mereka kak. aku jadi ngak enak ah kakak ini.." Ucap Emma merasa tidak enak dengan suaminya.
"Tidak masalah sayang,itu tidak seberapa.aku masih di ruangan metting.I love you." Ucap Dego kemudian mematikan teleponnya.
"Ya ampun ini orang main matiin aja, awas kamu nanti ya.." kesal Emma kemudian dia membuka rekening tabungannya,bertapa terkejutnya Emma melihat jumlah uang yang Dego kirim untuk dirinya.
"Ya Ampun suamiku,banyak banget dia ngirim,ini sih bukan sedikit lagi. benar-benar ya,gini ya kalau suami sultan." Guman Emma.Emma lansung memulai mentransperkan uang sebanyak 5juta keseluruh karyawannya yang sudah sebanyak 30 orang jumlahnya sekarang.
Uang yang Dego berikan tadi sebesar 500juta,Emma gunakan setengahnya untuk dia sumbangkan kedua panti asuhan anak-anak dan juga kepanti jompo binaannya,sedangkan setengahnya lagi masih dia simpan untuk bila nanti dia jadi pulang kampung,Emma mau sumbangkan untuk panti Asuhan di kotanya.setelah selesai mengirim semuanya,Emma kembali kerumahnya menemui bibiknya untuk bersiap-siap mereka mau menginap beramai-ramai di Mension Handaranata.
__ADS_1