Wanita Milik Ceo Dingin

Wanita Milik Ceo Dingin
33


__ADS_3

Pagi itu Emma tengah ikut bersama mamy membuat sarapan.


"Hmms..,wangi sekali masakan kamu sayang.." ucap mamy Rosa.


"Iya Mam,ini udah selesai." ucap Emma lalu memindahkan nasi Goreng buatannya kedalam wadah lalu menyimpannya diatas meja makan.


Tidak lama Dea datang menghampiri mamy dan Emma.


"Emma kalau masak jagonya Mam.." ucap Dea memuji sahabatnya.


"Itulah sayang,ini lihat masakannya udah bikin perut mamy keroncongan" ucap mamy di sertai candaannya.


"Biasa aja Mam.." ucap Emma.


"Ayo kita sarapan,Aku udah lapar ini." ucap Dea.


"Tunggu kakakmu dulu sayang.." ucap Mamy.


"Baiklah.kakak lama sekali sih." ucap Dea cemberut.


"Sabar cie.." ucap Emma tersenyum.


Tidak lama Dego datang menghampiri mereka.


"Ayo kita sarapan." ucap Mamy.


Mereka berempat duduk,lalu bergantian mengambil makanan. Sebelum makan tidak lupa mereka berdoa bersama. Setelah selesai mereka mulai menyuapkan makanan itu kedalaman mulut mereka masing masing.


"Kamu yang memasak ini?" tanya Dego.


"Iya kak." jawab Emma.


"Kenapa son,makanan buatan Emma enak kan'?"Tanya Mamy.


"Iya mam." jawab Dego menatap Emma.


"Aku mau membawanya sedikit kekantor Mam." ucap Dego membuat Mamy Rosa dan Dea menghentikan makan mereka.


"Kakak lagi kesambet apaan..,sejak kapan mau membawa bekal..?" tanya Dea melihat kakaknya lalu melihat kearah Emma.Emma tersenyum kearah Dea dengan ada perasaan malunya.


Ems.."Oke.Mamy paham.bawalah nanti makanannya,lagian masih banyak ini.Iyakan sayang.." ucap Mamy lalu menanyakan Emma.


"Iya Mamy." jawab Emma.


Sepuluh menit kemudian,mereka menyelesaikan sarapan bersama pagi itu.Dego dan Emma berpamitan dengan mamy Rosa dan Dea untuk berangkat kerja,lalu mengantar Emma pulang.


"Kamu mengajar pagi ini?" tanya Dego.


"Siang kak aku ngajarnya." jawab Emma.


"Emma.." panggil Dego.


"Iya..ada apa kak?" tanya Emma.

__ADS_1


"Tidak.lupakan." jawab Dego lalu dia tidak melanjutkan ucapannya.


"Kakak mau ngomongin apa..?" tanya Emma.


"Tidak ada." jawab Dego.


Tidak lama mereka sampai di Restoran Emma.


"Hati hati kak." ucap Emma saat itu dia sudah keluar dari mobil Dego. Dego menganggukan kepalanya lalu pergi dari sana untuk segera menuju kantornya.


Dego baru sampai di kantornya,dia pun lansung naik menuju keatas melalui lif belakang yang lansung menuju keruangannya.


"Tuan muda.." Sapa Reza namun kening Reza mengeryit karena melihat Tuannya menenteng kantong bekalnya, Reza berpikir sejak kapan Tuannya mau membawa bekal kekantor.


"Kau mau bertanya kenapa aku membawa bekal Reza?" Ucap Dego menebak pikiran Reza.


"Anda selalu bisa mengetahui apa yang saya pikirkan Tuan." Ucap Reza sedikit tersenyum.


Dego tersenyum juga namun membuat Reza ketakutan,karena Tidak biasanya Tuannya tersenyum sumringah seperti saat itu.


"Tentu saja."jawab Dego.


kemudian dia melanjutkan langkahnya menuju ruangannya,yang saat itu di ikuti Reza dari arah belakangnya.


"Dimana Rehan?" tanya Dego.


"Ada di ruangannya Tuan muda, aku menyuruhnya mempelajari semuanya dulu." jawab Reza.


"Tuan muda Mengenai urusan keluarga Almarhum Tuan Besar, Aku sudah mengurusnya.Hari ini mereka akan berangkat menuju Negara yang sudah Tuan katakan." jelas Reza.


"Baiklah." jawab Dego kemudian mulai mengerjakan pekerjaannya, sedangkan Reza,dia lansung kembali menuju ruangannya lagi.


***


Di rumah Emma baru selesai membersihkan rumahnya,dan juga mandi.setelah itu dia lansung menuju ruangan Dapur restoran untuk melihat pekerjaan karyawannya.


"Pagi Semuanya.." sapa Emma.


"Pagi Mbak.." jawab Mereka semua.


"kamu mencari apa Susi..?" tanya Emma melihat karyawannya itu sedang kebingungan.


"Ini Mbak,bahan untuk pembuatan kue habis tapi hanya susunya saja." jawab Susi.


"Habis ya..,ya sudah Mbak akan belikan,kamu buat yang ada bahannya saja dulu.Zara catat semua yang kira mau mau habis atau pun sedikit lagi, sekalian aja mbak belanjakan hari ini." Ucap Emma.


"Baik Mbak.." jawab Zara lalu mulai mengecek semuanya, sedangkan Emma membantu susi membuatkan adonan kue.


Setengah jam kemudian,Zara sudah selesai mengecek semua stok bahan makanan dan bahan lainnya, dia lansung memberikan datanya kepada Emma.


"Kamu ikut mbak,Zara." ucap Emma yang di angguki Zara.


Mereka pun pergi menuju pusat perbelanjaan untuk terlebih dahulu membeli bahan bahan untuk pembuatan Kue dan lainnya.

__ADS_1


Buk..Tiba tiba ada seorang wanita paruh baya menabrak tubuh Emma yang saat itu lansung di tahan oleh Zara dan Doni.


"Ibu jalannya hati hati dong,hampir saja atasan kami terjatuh karena ibu." ucap Doni.


Wanita itu lansung berbalik lalu menengok kearah mereka.


"kamu!!,Ck..,Dasar wanita miskin. Rupanya kamu masih disini ya.." ucap Wanita itu dengan gaya sombongnya.


"Ngapain kamu belanja disini?,


memangnya kau punya uang bisa beli barang barang disini,atau jangan kamu sudah menjual tubuh kam__"


"Jaga bicara anda Nyonya.anda boleh memaki saya,tapi jangan pernah mengatai saya seperti itu.jika anda tidak menyukai saya silahkan,tapi jangan mengatakan kata kata yang tidak baik kepada saya." ucap Emma tegas.


"Halah..dasar wanita sok suci. Ingat ya kamu wanita miskin.Jangan pernah kamu dekati putraku lagi,kalau aku tau kau mendekati putraku lagi,hidupmu tidak akan aman." ucap wanita itu mengancam Emma,namun Emma malah tersenyum.


"Nyonya mengancam saya,silahkan.., Asal anda tau,putra anda lah yang mengejar saya,saya juga ingin menegaskan kepada anda,jika saya sama sekali tidak tertarik dengan putra anda yang ya..menurut saya sangatlah bukan tipe pria yang saya sukai.Nyonya yang sangat terhormat,


saya doakan semoga anda memiliki menantu yang sangat baik nanti ya." Ucap Emma dengan nada menyindir namun sangat membuat wanita itu merasa marah. Emma lansung membawa Zara dan Doni pergi dari sana.


"Tunggu pembalasanku wanita miskin.." triak Wanita itu.


Sedangkan Emma tidak mau mendengar ucapan Wanita itu lagi. Emma memilih menuju kedepan untuk segera membayar belanjaanya lalu pergi dari sana.


"Mbak nggak apa apa?" tanya Zara.


"Kalian tenang saja,mbak baik baik saja.wanita itu hanya mengeretak.


Mbak nggak takut sama sekali." jawab Emma.


Mereka pun lansung menuju mobil,


menunggu Doni memasukan barang barang kedalam begasi mobil. Setelah selesai,mereka pun lansung pergi dari sana menuju pasar untuk membelikan bahan makanan lagi dan sayur sayuran.


"Mbak kalau Zara boleh tau,siapa Nenek sihir tadi..?" tanya zara.


"Dia itu mamanya Pria yang menyukai mbak sejak berapa Tahun lalu, dia tidak menyukai mbak dan malah menuduh mbak menginginkan putranya dan harta kekayaan mereka.


faktanya putranya lah yang mengejar ngejar mbak.mbak juga nggak mau sama putranya.ya itulah yang membuatnya sampai sekarang terus begitu kalau bertemu mbak." Jelas Emma.


"Oh gitu..ih zara geram mbak,rasanya tadi mau Zara kasi cabai aja tu mulut nenek sihir itu,awas aja kalau ketemu lagi,biar Zara aja kasi pelajaran mbak." ucap zara dengan meluapkan kekesalannya kepada wanita paruh baya tadi karena sudah menjelekan atasannya.


"Sudah jangan pikirkan..biarkan saja.


nanti ada saatnya dia akan merasakan karmanya." ucap Emma.


"Iya Mbak,mbak benar banget." jawab Zara.


Mereka sekarang menuju pasar,tidak lama mereka sampai dan lansung segera memilih semua bahan bahan yang akan mereka beli. Setelah selesai mereka pun segera kembali keRestoran.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terimakasih dukungan like dan komentar novel ini dengan kata yang baik. Jika ada salah ketik akan di perbaiki nantinya.😊🙏

__ADS_1


__ADS_2