Wanita Milik Ceo Dingin

Wanita Milik Ceo Dingin
41


__ADS_3

Saat ini mereka bertiga tengah sarapan bersama di rumah Emma.


Dego dan Emma sekali-sekali saling melirik,Dea yang melihat kejadian itu hanya mengeleng gelengkan kepalanya.


"Udahlah kalian berdua,hari ini pergi daptar pernikahan saja,dari pada lama -lama." celetuk Dea lalu dia meletakan sendoknya kemudian melihat kearah Emma.


"Cie gimana kamu,kata kakak tinggal nunggu jawaban kamu..?" Ucap Dea bertanya.Emma menghentikan makannya lalu melihat kearah Dego lalu Dea.


"Memangnya disini boleh begitu?" tanya Emma mengenai aturan pernikahan di negara itu.Dea tidak menjawab namun matanya menyuruh kakaknya menjelaskan.


"Disini kebanyakan orang memang memilih mendaptar pernikahan mereka terlebih dahulu setelah itu baru melakukan resepsi pernikahan. untuk kita berdua aku menurut saja dengan mau kamu,tapi seperti ucapan aku sebelumnya." Dego memegang tangan Emma sambil mengusapnya.


"Aku tidak akan mempublikasi pernikahan kita dan kamu adalah istriku kemedia,alasannya kamu pun tau sebelumnya aku sudah memberitahu kamu.." Ucap Dego menatap mata calon istrinya itu.


"Ia kak,aku mengerti." Jawab Emma lalu kembali melihat kearah Dea kemudian melihat lagi kearah Dego.


"Aku ngikut saja bagaimana baiknya kak." Jawab Emma tersenyum.


"Kamu serius..?" tanya Dego.


"Ia kak aku serius.." jawab Emma yang saat itu lansung di peluk Dea.


"Cie...Aku senang dengarnya,kan kalau gitu enak kaliannya." Ucap Dea membuat Emma dan Dego tersenyum.


"Ia Cie,.." Jawab Emma membalas pelukan Dea dengan satu tangannya,


karena tangannya yang satunya saat itu Dego pegang.

__ADS_1


"Kalau begitu pagi ini kita daptar pernikahan." Ucap Dego yang di angguki Emma.


Saat bersamaan dengan itu,ponsel Dea berdering,Dea melepaskan pelukannya Dari Emma lalu melihat ponselnya sedangkan Emma dan Dego kembali melanjutkan makan mereka.


"Kenapa ngak di angkat cie?" tanya Emma membuat Dea memperlihat ponselnya tertera nomor baru masuk.


"Aku ngak mau angkatin nomor baru Cie." Ucap Dea namun Nomor itu kembali menghubungi Dea.


"sini biar kakak angkat." Ucap Dego meminta ponsel adiknya yang lansung Dea berikan,Dego mengangkatnya namun di aktifkannya speakernya.


"Siapa ini?" tanya Dego.


"Apakah ini benar nomor Nona Dea,


saya asisstennya Tuan muda Justin ingin menanyakan pesanan Jas di butik Nona apakah sudah selesai?" mendengar itu Dego menatap adiknya lalu memberikan lagi ponsel itu kearah Dea.


"Tuan Baner ia benar ini nomor saya, mengenai jasnya sudah selesai saya kerjakan,apa Tuan mau mengambilnya?" Jawab Dea lalu bertanya juga.


"Oh ia..ia..saya akan menyiapkannya." Ucap Dea yang di iyakan Baner dari sana lalu mematikan sambungan teleponnya. Dea mengirim pesan keasisstennya untuk menyiapkan jas milik Tuan Justin karena akan di ambil oleh Anak buahnya.


"Cie..siapa?" tanya Emma pensaran.


"Nanti aku jelaskan,aku pergi dulu ya mereka sudah dalam perjalanan menuju kebutikku." Ucap Dea bangun lalu mencium pipi Dea dan kakaknya, kemudian dia lansung pergi dari rumah Emma menuju Butik miliknya.


Di dalam Dego menarik bangku duduk Emma agar berdekatan dengan dirinya,Dego memeluk pinggang Emma,hal itu dirasakan Emma dengan matanya menatap Dego.


Perlahan Dego mencium lembut bibir Emma yang saat itu Emma nikmati lalu dia membalas ciuman Dego juga. Dego mengangkat tubuh Emma membawanya kedalam kamar Emma lagi,Dego membaringkan tubuh Emma diatas tempat tidur bersamaan dengan dirinya menindih Emma.

__ADS_1


"Aku belum kenyang sarapan." Ucap Dego lalu kembali mencium bibir Emma lagi yang kemudian cium itu kembali turun kebawah jenjang leher Emma,dan berapa menit kemudian Dego menaikan baju Emma lalu dia kembali menyesap dua Bukit kembar Emma lagi membuat Emma tidak sadar mengeluarkan ******* Kecilnya.


Akh emm..


Dego masih bermain di bukit kembar Emma yang sekarang menjadi candunya,yang selalu membuatnya ingin dan ingin lagi menyesapnya. Setengah jam kemudian,Dego menyudahi permainannya itu lalu mencium kening Emma dengan sangat lembutnya.


"Terimakasih sayang.." Ucapnya dengan tersenyum,dan Emma lansung memeluk tubuh Dego karena dia masih belum terbiasa jadi masih malu-malu,membuat Dego tersenyum.


"Sayang dadamu menyentuh dadaku,apa kamu sengaja ingin mengodaku.." bisik Dego dengan suara sensualnya,seketika itu Emma memukul pelan dada Dego.


"Kamu yang membuatnya terbuka." Ucap Emma perlahan menurunkan baju dan ********** lalu merapikannya.


"Sungguh ini membuatku candu sayang.." Ucap Dego lalu meletakan wajahnya di tengah 2 bukit kembar Emma.Emma memeluk erat tubuh calon suaminya itu.Dego menaikan wajahnya lalu menatap mata Emma lagi.


"Ayo kita daptarkan pernikahan kita, setelah itu.." Dego mendekatkan wajahnya kearah telinga Emma.


"Kita melakukan malam pertama kita." Ucap Dego membuat bulu kuduk Emma berdiri seketika Karena ucapan Dego barusan. Dego kembali melihat Wajah Emma yang gugup saat itu, Dego memegang tangan Emma lalu menciumnya kemudian kembali mencium kening Emma.


"Bersiaplah." Ucap Dego yang perlahan di angguki Emma. Dego membawa Emma bangun untuk bersiap siap karena mereka akan mendaptarkan pernikahan mereka berdua.


***


Di lain tempat,Dea baru sampai di butik kemudian dia lansung masuk menuji ruangannya.


"Gimana Fit sudah semuanya..?" tanya Dea kepada asisstennya.


"Sudah Nona." Fitri meletakan 3 helai jas itu di depan Dea,Dea lansung melihatnya sudah sesuai apa belum. Dea kembali menyuruh fitri menyimpan kembali jas itu biar nanti bisa di coba lansung oleh pemiliknya.

__ADS_1


Tidak lama datang rombongan 5 buah mobil kedepan butik milik Dean. Mereka lansung masuk kedalam butik Dea,dan saat itu Fitri memberitahu Dea kalau orangnya sudah datang. Dea keluar menemui pemilik yang memesan jas di butiknya.


"Damian!"


__ADS_2