Wanita Milik Ceo Dingin

Wanita Milik Ceo Dingin
64


__ADS_3

Setelah berpamitan dengan Mamy Rosa,Dego dan Emma lansung berangkat menuju Bandara dan lansung terbang menuju tempat yang akan mereka tuju.


Di rumah Utama Handaranata sore hari itu,terdengar suara ponsel Mamy Rosa berdering sore itu.


"Hallo sayang..." Jawab Mamy mengangkat telepon dari Dea.


"Hallo Mam..mamy lagi apa?" Tanya Dea baru menghubungi Mamy setelah 2 hari kepergian honeymoon mereka.


"Mamy lagi membaca saja di ruangan Kerja Daddy nak.kamu sama suami kamu apa kabar..sehat saja kan..?" Ucap Mamy kemudian menanyakan keadaan anak dan menantunya.


"Ia Mam,kami baik-baik saja Mam. Aku menelpon Mamy mau menanyakan kabar mamy..mamy sudah sehatkan.." Ucap Dea.kamarin di hari pernikahan mereka mamy sedikit tidak enak badan jadi Dea masih mengkhuatirkan keadaan mamynya.


"Ia sayang,Mamy sudah sehat sekali nak.berliburlah sepuasnya,jangan khuatirkan mamy.buatin Mamy cucu yang banyak.." Ucap Mamy mengoda putrinya.


"Mamy....," Dea merasa malu mendengar godaan Mamynya.

__ADS_1


"Mamy paham sekali dengan kalian. Mamy pernah merasa seperti kalian jadi mamy paham sayang.. Oh ya, kakak kamu tadi siang sudah berangkat honeymoon juga nak.." Ucap Mamy kemudian memberitahu Dea mengenai keberangkatan Dego dan Emma.


"Baru berangkat Mam?,bukannya mereka mau berangkat di hari yang sama dengan kami Mam.." Ucap Dea bingung.


"Mereka ngak jadi perginya,kakak kamu di sibukan dengan pekerjaannya nak makanya baru hari ini bisa pergi nak.." jelas Mamynya baru membuat Dea paham.


"Owh..Gitu,Ia Mam..,kami kalau pulang nanti ada bilang Mamy..kalau begitu Udah dulu ya Mam,Dea masih mau masak makanan Damian Mam.." Ucap Dea


"Ia Sayang.." Ucap Mamy kemudian mengahkiri telepon bersama putrinya.


"Kenapa lama sekali sayang.." Ucap Damian manja,bahkan saat itu dia hanya mengunakan celana pendeknya saja tampa memakai baju saat keluar menemui istrinya.


"Tadi masih menghubungi mamy, menanyakan kabar mamy.kemarin waktu nikah kita,mamy kurang sehat suamiku.kata mamy sekarang, mamy sudah sehat.." Dea menghentikan tangannya kemudian membalikan tubuhnya kearah suaminya.Dea mengecup lembut bibir suaminya yang saat itu suaminya tahan.Damian mengangkat tubuh Dea keatas meja makan lalu mendudukan istrinya disitu dengan bibir mereka masih bertautan.


"Aku selesaikan masaknya dulu Dam,ya.." Ucap Dea menahan tangan suaminya ingin menelusup kedalam baju tidurnya.

__ADS_1


"Baiklah,masaklah.aku tunggu kamu disini.." Ucap Damian yang di angguki Dea kemudian melanjutkan memasaknya sampai selesai.Dea menghidangkan makanan yang dia masak di depan suaminya.


"Hemm wangi sekali istriku.." Ucap Damian mengambil sendok kemudian lansung mencoba masakan istrinya.


"Emm..Enak istriku.." Dean tersenyum senang karena suaminya memuji masakannya.


"Makasih suamiku,maaf aku hanya bisa memasak spaghetti untukmu.." Ucap Dea sedikit tidak enak,jujur dia belum terlalu pandai memasak makanan yang lain.dia pandai memasak sekarang ini berkat Emma mengajarinya.


mendengar Ucapan istrinya,Damian mendekati istrinya.Damian mencium kening Dea dengan lembut.


"Jangan merasa bersalah,aku tidak menuntut kamu harus bisa memasak. Makanan bisa kita beli,lagian aku tidak mau kamu melakukan semuanya. Kamu cukup melayaniku saja jangan yang lain.." Ucap Damian kembali menyesap bibir Dea,mereka berdua kembali berciuman.


"Makan dulu suamiku.." Ucap Dea membuat Damian menghentikan ciumannya.


"kita makan bersama ya.." Ucap Damian yang di angguki Dea.mereka berdua saling menyuapi satu sama lain dengan sesekali memberikan kecupan bibir mereka.dunia benar- benar hanya milik mereka berdua sekarang ini.

__ADS_1


__ADS_2