Wanita Milik Ceo Dingin

Wanita Milik Ceo Dingin
26


__ADS_3

Tut...tut...


"Hmm Halo kak..." jawab Emma yang baru bangun dari tidurnya,tadi dia merasa lelah lalu membaringkan tubuhnya kemudian dia ketiduran.


"Kamu belum mandi.?" Tanya Dego yang saat ini dia sudah kembali keApartemennya.


"Tadi aku ketiduran..Ho..hoam.. Capek banget.." Jawab Emma masih di posisi baringnya namun detik kemudian matanya melotot menyadari Dego hanya menggunakan Handuk saja saat itu.


"Kak..ke..kenapa kakak__" Ucapnya terputus.


"Saya Baru selesai mandi." Jawab Dego memakaikan bajunya.


"Mandi sana setelah itu baru istirahat." Ucap Dego.


"Iya..Aku mau mandi dulu." Ucap Emma.


"Jangan di matikan." Ucap Dego.


"Baiklah." Emma meletakan ponselnya di atas meja riasnya. Emma masuk kedalam kamar mandinya sedangkan Dego kembali melanjutkan memakai pakaiannya karena dia juga baru selesai mandi.


"Kak aku baru selesai." Ucap Emma.


"Kenapa tidak ganti baju dulu, atau kamu sengaja supaya aku melihat kamu hanya mengunakan kimono kamu itu??" Ucap Dego menjaili Emma.


"Nggak..Apaan sih,siapa juga mau." Ucap Emma kesal lalu menuju tempat pakaiannya sedangkan Dego tersenyum disana.


"Sudah malam tidak baik menggunakan Bra saat tidur malam." Ucap Dego membuat Emma melototkan matanya.


"Kenapa kakak tau,atau jangan jangan kakak__"


"Apa!!,Buang jauh jauh pikiran kotormu,


Mamy yang mengatakan itu padaku,aku hanya mencari tau kebenarannya memang itu tidak baik buat kesehatan." Jawab Dego.


Emma tidak bicara,dia masih menyelesaikan memakai pakaiannya, setelah itu dia duduk menghadap meja riasnya. Disana Dego menatap Lekat wajah Emma yang sangat cantik menurutnya biar pun tidak memakai mek up Apa pun.


"Apa setiap wanita sebelum tidur menggunakan skincare?" Tanya Dego.


"Tidak juga..aku hanya memakai pelembab wajahku." Jawab Emma baru selesai memakai handbody dan pelembab wajahnya.


"Besok kamu kemana?" Tanya Dego.


"Rencananya mau lansung ke makam papa mama,udah itu rencananya mau ketempat yayasan panti jumpo." Jawab Emma.


"Baiklah.Kalau kamu sudah berada di makam orangtuamu,hubungi aku,aku mau melihat mereka." Ucap Dego.


"Iya besok ada aku hubungi kakak,tapi bukannya besok kakak sibuk,Kan' besok Ulang Tahun perusahaan kalian?" Ucap Emma.


"Sisibuknya aku,Apa aku tidak bisa membagi waktuku denganmu Hmm?" Ucap Dego.


Dego berbaring Di atas tempat tidurnya, lalu kembali membuka bajunya lalu berbaring telentang,Apa yang Dego lakukan di lihat semua oleh Emma. Emma kembali gugup melihat Dego tidak memakai bajunya lagi.


"Kenapa Diam?" tanya Dego.


"Di..diam Aja." jawab Emma gugup.


"Aku tidak terbiasa mengunakan baju jika mau tidur,kamu gugup melihat tubuhku..?" Tanya Dego menggoda Emma lagi.


"Nggak lah,ngapain gugup ngak bagus begitu.." Ucap Emma berbohong.


"Wajahmu tidak bisa berbohong Emma, kau mengatakan tubuhku tidak bagus, baiklah tunggu kamu kembali aku akan menghukummu." Ucap Dego.

__ADS_1


"Siapa takut,Emang benaran nggak bagus kok." Ucap Emma lagi namun matanya tidak melihat kearah Dego,


Dego tersenyum melihat kegugupan Emma.


"Sepertinya kamu kepanasan disana?,Apa AC nya tidak menyala?" Tanya Dego menjaili Emma lagi.


"AC dingin banget,saking dinginnya mau membeku aku." Jawab Emma Asal. Dia berjalan menuju tempat tidurnya lalu berbaring dan menyelimuti tubuhnya.


"Sudah tau dingin kenapa mengunakan baju tidur seperti itu,jelek sekali." Ucap Dego membuat Emma melototkan matanya.


"Apa katamu baju tidurku jelek??"


"Iya memang jelek."


Emma membuka selimutnya.


"Baju tidurku bagus begini kakak bilang jelek,mata kakak itu yang rusak." kesal Emma,namun kini Dego yang tersenyum bahkan menahan ketegangannya.


"Emma Aku tau kamu memiliki buah melon yang sangat besar,tapi tidak bisakah kamu membuatku tergoda..?" Ucap Dego tersenyum menaikan alisnya, hal itu membuat Emma lansung menutupi depannya dengan selimut. Dia lupa kalau saat ini dia tidak mengunakan Branya alhasil buah dadanya terlihat jelas menyembul dari baju tidur seksinya.


"Dasar mesum.Udah ya aku mau tidur..?" Ucap Emma kesal.


"Jangan marah.Temani aku sampai tidur." Ucap Dego.


"Kamu dengar apa yang aku katakan?" tanya Dego lagi.


"Iya aku dengar.." jawab Emma.


Saat bersamaan dengan itu,Dering ponsel Dego yang satunya berbunyi yang lansung dia lihat dan dia angkat.


"Ada apa Reza?." Tanyanya.


"Kamu beristirahat saja,Aku mau keluar sebentar." Ucap Dego.


"Kemana?" pertanyaan Emma membuat Dego tersenyum.


"Apa kamu takut kekasihmu ini bertemu dengan wanita lain malam begini.?" tanya Dego.


"Terserah kamu." jawab Emma.


Dego berjalan menuju ruang Gantinya lalu meletakan ponselnya di atas meja parfumnya.Dego memakai baju kemejanya dan mengantikan Celananya, hal itu membuat Emma menegang karena melihat tubuh tegap,kekarnya otot otot Dego bahkan bawahnya Dego menyembul meskipun tidak bangun tapi terlihat sangat besar.


"Ya ampun Besar sekali." Guman Emma bergidik ngerik namun terdengar Oleh Dego,karena ponsel Emma sudah di simpan Dego alat penyadap jadi sekecil apapun suara orang Dego bisa mendengarnya.


"Apa yang Besar..?" tanya Dego membuat Emma gugup.


"Nggak Ada,Aku masih menonton." Jawab Emma Asal.


"Menonton apa?,Tv kamu saja tidak menyala..?" Ucap Dego membuat Emma merutuki kebodohannya,dia malu karena ketauan berbohong.


"Kamu mau kerja kemana malam malam begini?" tanya Emma mengalihkan pembicaraan Dego tadi.


"Hanya Mau menyantai sebentar..," Jawab Dego masih mengunakan parfumnya.


"Kalau kamu tidak mengantuk,aku tidak mematikan biar kamu tau apa yang mau aku lakukan.." ucap Dego namun Emma tidak menjawab.


"Tidurlah sekarang,ini sudah malam. Kamu besok mau pergi kan'???" tanya Dego sengaja memancing Keinginan Emma.


"Ngantuk ku sudah hilang." jawab Emma asal.


"Baiklah,Sekarang aku sudah tau jawabannya.." Ucap Dego.

__ADS_1


"Jawaban Apa?" Tanya Emma.


"Kamu tidak ingin mengahkiri obrolan kita, dan kamu mencuringai kepergianku ." Ucap Dego.


"Si..siapa yang mencurigai kakak, sama sekali nggak.." kilah Emma lagi padahal sebenarnya entah kenapa dia merasa penasaran Dego mau pergi kemana.


"Kalau begitu Aku matikan ya,selamat malam." Ucap Dego.


"Matikan saja tapi jangan pernah hubungi aku lagi." Ancam Emma,namun Dego bukannya takut dia malah tersenyum.


"Baiklah.." Dego lansung mematikan teleponnya.


"Dasar laki laki brengsek..Emangnya kerjaan apa larut malam begini kalau nggak ketemu wanita?..iiiih kesal ah benar benar bikin kesal.." Emma menendang nendang selimutnya karena sangat kesal kepada Dego,pikirannya terus tertuju kepada Dego disana ingin pergi.


Semantara Dego masih tersenyum sambil melihat ponselnya.


"Aku yakin kamu pasti sangat kesal saat ini,dalam hitungan ketiga jika kamu menghubungi aku,itu berarti kau sudah mulai menyukaiku Emma." Ucap Dego.


Satu


Dua


Ti__


Tring...tring...Dego sangat senang sekali melihat Emma yang kembali menghubunginya.


"Kenapa menghubungiku?,Kamu tadi bilang aku tidak boleh menghubungi kamu lagi?"Tanya Dego melihat wajah Emma memerah.


"Kakak jahat." Ucapnya.


"Terimakasih,Aku mengerti sekarang kamu sudah mulai menyukaiku." Ucap Dego serius. Emma tidak menjawab karena dia masih menahan malunya karena sudah duluan menghubungi Dego.


"Jangan di matikan lagi,Kamu mau melihat apa yang mau aku lakukan malam begini bukan..?" Ucap Dego. Emma tidak menjawab lagi.


Dego masuk kedalam mobilnya,dengan meletakan ponselnya di depannya,dia mulai melajukan mobilnya dengan kecepatam sedang Menuju Bar.


"Tetaplah Diam selama aku masih melewati tempat ini..?" Ucap Dego lagi lalu Dia masuk kedalam.


"Tuan Muda.." Ucap Reza.


Mereka berdua masuk kedalam ruangan VIP.


"Tuan Muda." Sapa Tuan Viter menyalami tangan Dego.


"Maaf menganggu waktu istirahat anda. Saya besok Harus kembali keNegara saya,makanya saya mengajak anda bertemu malam ini juga." Ucap Tuan Viter.


"Tidak masalah Tuan Viter." jawab Dego.


Reza meletakan Berkas di depan Dego dan Tuan Viter namun Reza tersenyum mengetahui jika Atasannya tengah Vedio call dengan kekasihnya.


"Kamu mau kemana?" Tanya Dego kepada Emma.


"Mau ambil minum dulu." Jawab Emma mambuat Tuan Viter lansung kebingungan mendengarnya itu.


"Maaf Tuan viter,saat ini saya sedang Vedio call bersama calon istri saya." Ucap Dego membuat Tuan Viter tersenyum lalu menepuk pelan bahu Dego.


"Tidak apa Anak muda,semoga acaranya nanti di lancarkan,katakan saja kapan acaranya,biar nanti saya menyiapkan tiket Honeymoon dan hadiah untukmu." Ucap Tuan Viter yang membuat Dego tersenyum.


"Terimakasih Doanya,tentu saja saya akan mengabari anda." jawab Dego.


Malam itu kerjasama penting itu berhasil Dego dapatkan,dan Emma juga mengetahui jika Dego begitu tidak lelahnya berkerja,dan juga Juga sedikit demi sedikit memahami Dego.

__ADS_1


__ADS_2