
"Terimakasih Cie."Ucap Dea bahagia.
"Iya." jawab Emma.
"Jangan menangis lagi lihat matamu bengkak tu cie." ucap Emma menghapus air mata sahabatnya itu.
"Iyakah?,pasti wajahku jelek sekali." Dea bangun lalu Berjalan menuju kamar Emma meninggalkan Dego dan Emma saat itu saling pandang.
"Kamu yakin dengan Ucapanmu?" Tanya Dego dengan serius namun Emma tidak menjawab.
"Sudah ku duga kamu___" Emma meletakan jari telunjuknya diatas bibir Dego membuat Dego seketika itu terdiam.
"Aku tidak pernah mengingkari janjiku pada siapa pun,mengenai tadi Aku Serius." Ucap Emma
Dego kembali menarik tubuh Emma kedalam rangkulannya.
"Baiklah Aku percaya." Ucap Dego lalu melepaskan Emma,dia bangun dan lansung berjalan menuju keluar untuk segera kembali kekantornya.
Is.."Anehnya main pergi begitu aja."Gerutu Emma.
"Kakakku udah pergi cie?" tanya Dea tidak melihat kakaknya disana lagi.
"Udah kali,dia aja main pergi aja nggak ada bilang." Jawab Emma bangun berjalan menuju tempat minum.
"Dia memang seperti itu cie,tiba tiba datang dan pergi." ucap Dea.
Emma kembali duduk di dekat Dea.
"Cie kamu yakin mau tinggal disini selama aku pergi?,nanti kakak kamu nggak ngijinin Gimana?." tanya Emma.
"Disini ajalah,kakak pasti ngijinin kok tenang aja,lagian nggak jauh juga kekampus sama ke butikku.Kamunya pulang jangan terlalu lama,nanti aku kangen.." Jawab Dea kembali memeluk sahabatnya.
"kalau aku nggak sibuk pengen banget aku ikut kamu kesana." ujar Dea sebenarnya ingin ikut kembali keNegara Sahabatnya itu.
"Nantilah tunggu ada libur kamu ikut aku kesana."ucap Emma.
"Boleh lah tu,sekalian ajakin mamy liburan."
"Boleh dong..,Aku mau nyimpan bawaan aku lagi." Ucap Emma bangun lalu berjalan menuju kamarnya yang juga di ikuti Dea saat itu.
"Aku mau tidur lagilah mumpung libur." Ucap Dea lansung berbaring tengkurap di atas tempat tidur.
"Kakak kamu itu nggak ada libur apa kerjanya cie,minggu Kerja juga..?" Tanya Emma.
"Iiii udah mulai perhatian nih?" Goda Dea .
__ADS_1
"Bukan Begitu,Aku serius cie nanya.?" ucap Emma.
"Benaran juga nggak apa apa,kan kamu kekasih kakak aku." ucap Dea terus menggoda Emma.
"Apaan sih."
"Ih benaran kenyataannya kan' kamu kekasih kakak aku sekarang??,Awas aja kalau bucin nanti baru tau rasa. Coba sekali sekali tatap kakakku dengan hati kamu,Dia itu cowok paling sempurna menurut aku cie,Tampan,gagah,sispek, Tinggi oke,apalagi ya..ih kadang aku irilah lihat kakak aku." Ucap Dea panjang kali lebar.
"Taulah." jawab Emma.
"Ih kamu ini,di kasi tau nggak mau.kamu tadi nanyain libur kakak kan?,
masalah kakak aku,Dia ngak pernah ada liburnya cie,kalau kantornya ya tutup lah hari minggu,karyawan juga libur hanya yang masuk bagian Resepsionis sama pengamanan,Tapi kalau ahkir bulan kayak gini mereka di suruh masuk semua Lembur." Jelas Dea.
"Oh...pantasan saja." Ucap Emma.
"mm,Aku mau tidur." Ucap Dea.
***
Di kantor Dego baru saja tiba disana,dia lansung menuju ruangannya.
"Tuan muda." Ucap Reza sudah menunggu kedatangan Dego.
"Ada apa dengan Bara?,dia ingin menerobos masuk.?" tanya Dego lalu duduk di kursi kebesarannya.
Dego duduk menyandar dengan matanya menajam kedepan.
"Buat jadwal pertemuannya 3 hari kedepan." Ucap Dego.
"Baik Tuan."
"Apa jadwalku besok?"
"Besok agenda Anda mengunjungi proyek dengan Tuan Robert, meetting Bersama dengan____ "bla bla..begitu panjang Agenda pekerjaan Dego setiap harinya.
Hmm..huuuuuuhs..."terkadang aku merasa Lelah Reza." Ujar Dego memejamkan matanya.
Reza sangat mengerti dengan apa yang atasannya keluhkan,semenjak masih duduk di bangku SMA dia mendampingi Anak dari majikan Orangtuanya itu sampai sekarang,Dia sangat mengetahui sekali Gimana jadi seorang Dego Grabreil Handaranata menanggung begitu banyak beban setelah kepergian papinya.
"Tetap semangat Tuan muda,ada masanya nanti ada yang akan membantu anda menjalan perusahaan ini.saya berjanji akan selalu bersama anda Tuan muda bahkan sampai keturunan Anda Tuan muda." ucap Reza.
"Hmm,kau benar Reza,Aku tidak tau jika kau tidak ada di sampingku." Ucap Dego lalu membuka matanya kembali duduk dengan tegap.
"Besok cansel saja pertemuan yang tidak terlalu mendesak,aku mau mengantar Emma kebandara siangnya." Ucap Dego.
__ADS_1
"Baik Tuan muda." jawab Reza sambil mencoret sesuatu di tapnya.
"Kapan adikmu pulang Za?" Dego menanyakan Adiknya Reza yang baru kemarin menyelesaikan pendidikan S2nya.
"kemungkin Besok Tuan." jawab Reza lagi.
"katakan padanya Minggu Depan dia sudah harus masuk." Ucap Dego.
"Baik Tuan muda,saya sudah menyampaikan padanya."
"Hamm Baiklah,kau bisa kembali." Ucap Dego.
"Baik Tuan Muda ,saya permisi." Jawab Reza lalu dia kembali menuju ruangannya.
Rehan admaja Adiknya Reza Baru kemarin menyelesaikan pendidikannya di jenjang strata 2,dalam waktu 1 tahun dia sudah menyelesaikannya.
Dego meminta Rehan menjadi seketarisnya,posisi itu sudah lama kosong semenjak seketaris papinya meninggal 4 tahun yang lalu,dia sengaja tidak ingin memilih orang luar apalagi wanita yang memegang posisi itu.
Dego memilih adiknya Reza membantu kakaknya bersamanya karena anak itu sangat cerdas samanya dengan kakaknya.
Mereka berdua orang yang sangat beruntung di kehidupan mereka,semua biaya kehidupan mereka maupun pendidikan mereka Dego yang tanggung,
ini semua sebagai bentuk balas budi Dego atas pengapdian orangtua mereka karena sudah lama bekerja dengan keluarga Handaranata, orangtua Reza dan Rehan juga sudah meninggal 3 tahun yang lalu akibat kecelakaan tragis saat ingin kembali kekampung halaman mereka. Papa Reza supir pribadi almarhum papi Dego dan mama mereka kepala pelayan rumah Utama sekaligus pengasuhnya Dego sejak bayi.
Dego kembali berkutat dengan pekerjaannya sampai dia melupakan jam makan siangnya,di ruangan lain Reza melihat jamnya sudah menunjukan pukul 3 sore.
"Tuan sudah makan apa belum ya? Lebih baik aku menanyakannya." Guman Reza lalu berjalan menuju ruangan Dego.
"Ada apa reza?" tanya Dego dengan tangan sibuk menanda tangan tumpukan berkas di depannya.
"Tuan muda sudah makan siang?" tanya Reza.
"Jam berapa ini?"
"Jam 15:20 Tuan." jawaban Reza membuat Dego menghentikan kegiatannya.
" Lain kali Anda jangan lupa makan siang Tuan muda,kesehatan anda sangatlah penting dari pekerjaan dan lain." Ucap Reza mengingatkan Dego.
"Terimakasih Reza,kau selalu mengingatkan ku." Ucap Dego kemudian mengambil makanan yang Emma buatkan tadi pagi.
Reza menganggukan kepalanya lalu kembali lagi menuju ruangannya.
Di ruangan Dego,dia membersihkan tangannya kemudian dia lansung memakan bekalnya.
"Dia Pandai sekali memasak." Guman Dego lalu mulai memakan makananya sampai habis.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih untuk semuanya yang sudah membaca dan setia menanti setiap lanjutan Episode Novelku ini,bantu like dan komentar yang baik biar Author semangat Update,jika ada salah ketik nanti akan di perbaiki tulisannya.🙏🙏