
Hari ini kepulangan Emma KeNegara A setelah 4 hari bertolak kekampung halamannya.
"Emma berangkat dulu bik." Ucapnya memeluk tubuh bibiknya.
"Ia nak,Kabari bibik kalau kamu sudah sampai ya?" ucap bibiknya.
"Ia bik,nanti aku ada bilang kalau sudah sampai,bibik berhati hatilah disini." Pesan Emma.
"Ia sayang." jawab Bibiknya.
Emma masuk kedalam mobil taxi yang akan mengantarnya kebandara.mobil itu mulai melaju membawa Emma pergi menuju bandara.berapa jam kemudian dia sampai disana.
"Terimakasih pak." Ucap Emma lalu dia menyeret kopernya masuk kedalam bandara.
Tring...terdengar bunyi ponselnya berdering membuat Emma berhanti sejenak.
"Hallo kak." jawabnya.
"Kamu sudah mau berangkat?" tanya Dego.
"Ia.ini aku udah di bandara." jawab Emma.
"Baiklah.kabari aku jika sudah sampai rute kedua." ucap Dego.
"Ia." jawab Emma.
Dego mengahkiri teleponnya sedangkan Emma kembali melanjutkan langkahnya masuk kedalam karena pesawatnya sebentar lagi akan berangkat.
pagi itu cuacanya sangat cerah seperti hati Emma yang sangat bahagia,sedikit lega dia rasakan setelah bertemu dengan orangtuanya.pagi-pagi tadi dia pergi lagi kekuburan orangtuanya untuk berpamitan dia akan kembali keNegara yang menjadi tempat Usahanya sekarang.
Pesawat yang membawanya sudah mengudara di langit nan biru sampai kepersinggahan pertama dan selang setengah jam dia kembali mengudara menuju penerbangannya yang terahkir.
Berapa jam Mengudara ahkirnya Emma sampai Di Negara A petang itu. Emma keluar dari sana dengan matanya melihat Arah depan mencari sosok kekasihnya.
Emma melambaikan tangannya kearah Dego yang saat itu sudah menunggu kedatangannya. Setelah sampai di depan Dego,Mereka berdua lansung berjalan menuju mobil dan pergi dari sana.
"Lansung pulang atau mau makan dulu?" tanya Dego.
"Pulang aja kak,Aku juga capek." jawab Emma.
"Baiklah."
Gerson melajukan mobilnya menuju Restoran Emma.tidak lama mereka sampai disana. Emma keluar dari mobil yang lansung mendapat pelukan dari Dea.
"Cie.." Dea lansung memeluk tubuh Emma.
"Aku kangen banget sama kamu." ucapnya masih memeluk Emma.
"Baru berapa hari kali,udah kayak setahun." Ucap Emma lalu melepaskan pelukan mereka berdua lalu melihat kearah Dego yang saat itu berdiri menatap mereka berdua.
"Kakak nggak masuk dulu.?" ucap Emma.
__ADS_1
"Aku ada kerjaan,lain kali saja." jawabnya lalu masuk lagi kedalam mobil dan melajukan mobilnya lagi pergi dari sana.
"Kenapa kamu lihatin kakak aku terus." tanya Dea karena sahabatnya masih melihat kearah mobil Dego yang sudah menjauh dari Restorannya.
"kakakmu sibuk sekali,ndak pernah aku dengar dia nggak kerja. Udah gitu ngomongnya huh..." Ucap Emma menghembuskan napasnya.
"Begitulah Kakakku.yuk kita masuk." mereka berdua masuk kedalam rumah dan masuk menuju kamar Emma.
"Aku mau mandi dulu." Ucap Emma lalu berjalan menuju kamar mandinya.
lima belas menit kemudian Emma menyelesaikan mandinya dan lansung berganti pakaian.
"Selama aku nggak ada gimana Restoran Aku cie." Tanya Emma sambil mengunakan pelempab wajahnya.
"Kamu tau Mamanya Andre yang dulu pernah menghina kamu itu cie,Dia kemarin sore makan disini sama Geng arisannya." ucap Dea.
"Emm..,lalu?"
"Ya nggak kebayang aja kalau dia tau Restoran ini punya kamu cie." Ucap Dea.
"Emm biarkan saja,jangan kamu panas panasin dia.Aku juga nggak pernah demdam sama Dia." Ucap Emma.
"Kamu gitu trus cie."
"Ya mau gimana lagi..?" tanya Emma.
"Lain kali kalau ketemu jangan mau kalah cie,awas aja kalau dia masih berani gangguin kamu,nanti aku suruh kakakku urusin nenek sihir itu." kesal Dea.
"Jangan ngomong gitu Dea,nggak baik.
"Makan yuk." Ucap Emma mengajak Dea makan,mereka berdua keluar dari Kamar menuju kedapur Restoran.
"Mbak sudah pulang..?" Tanya Zara.
"Udah..,Gimana kalian lancar semuanya.?" tanya Emma kepada karyawan bagian dapur restorannya.
"Semuanya lancar mbak.." jawab Mereka semua bersamaan.
"Syukurlah.silahkan lanjutkan kerjaan kalian.Zara buatin mbak nasi Goreng dua sama Udang goreng ya nanti antar keruangan mbak." Ucap Emma.
"Baik mbak." jawab Zara.
Emma dan Dea melanjutkan langkah mereka menuju Ruangan Emma.
"Cie..kamu lihat.bukan kah itu Andre, Ngapain dia disini?" Ucap Dea.
"Ia ya,bukannya dia masih di luar negeri cie?" tanya Emma.
"Oh..aku lupa,dia udah pulang sebelum kamu berangkat pulang waktu itu, terus dia ada kekantor kakakku." jawaban Dea membuat Emma melihat kearah Dea.
"Kekantor kakak kamu,Ngapain?" tanyanya.
__ADS_1
"Dia sama kakak Aku temanan Cie." jawab Dea lagi.
Mereka berdua sudah berada di dalam ruangan Emma saat ini.
"Temanan?.Berarti dia kenal dong sama kamu?" ucap Emma bertanya lagi.
"Kenal Gitu aja cie,tapi dia nggak tau kalau kamu sahabat aku.ngapain ngasi tau buat apa coba,ntar nenek sihir itu tau trus nyariin kamu,Aku nggak mau cie." Ucap Dea.
"Emm baiklah.Besok kamu ngajar?" ucap Emma mengalihkan pembicaraan sahabatnya membahas mamanya andre.
"Nggak.kamu udah ngajar besok?" Tanya Dea balik.
"Ngajar aku besok sekalian ngumpulin tugas anak anak yang aku kasi berapa hari lalu." jawab Emma.
"Ia lah."
Dari arah pintu Zara datang membawa pesanan Emma tadi.
"Terimakasih ya zara." ucap Emma kepada karyawannya.
"Sama - sama mbak,Saya permisi." Emma menganggukan kepalanya menanggapi ucapan Zara.
"Makan yuk.aku udah lapar ini." ucap Emma mengambil piring nasi goreng miliknya.Dea menghentikan memain ponselnya lalu duduk mendekati Emma. Mereka berdua mulai memakan nasi goreng itu.
"Ya ampun aku lupa mengabari bibik." Ucap Emma mengejutkan Dea,dia lansung mengambil ponselnya lalu menghubungi Bibiknya.
"Iya nak.." jawab bibiknya.
"Bik Aku udah sampai setengah jam lalu, maaf Emma lupa memberitahu bibik tadi, aku datang lansung mandi terus keResto." Ucap Emma.
"Nggak apa apa nak,syukurlah kalau kamu udah sampai." jawab bibiknya.
"Ia bik,bibik udah makan?" tanya Emma.
"Udah nak,bibik udah makan tadi." jawab bibiknya.
"Iya bik,Emma masih makan bik sama Dea juga." ucap Emma.
"ya udah makan aja dulu kalau gitu." Ucap bibiknya.
"Iya bik.selamat malam." Ucap Emma.
"Malam juga sayang."
Yak.." kamu kok habisin Udangnya sih cie,Aku kan' masih pengen makannya.." omel Emma sedangkan Dea hanya tersenyum nyinyir.
"Siapa suruh nggak di makan." jawab Dea.
iss.." Dasar rakus." Ucap Emma kembali melanjutkan makannya tampa ada Udang kesukaannya.
"Biarin.." jawab Dea.
__ADS_1
Mereka berdua masih makan malam itu dengan canda tawa mereka.
#Terimakasih dukungan like dan komentar novel ini dengan kata yang baik. Jika ada salah ketik akan di perbaiki nantinya๐๐๐.#