
Di kantor Dego baru saja sampaj,saat dia ingin menuju keruangannya,dia melihat Andre tengah mengobrol dengan Reza Asisstenya di depan pintu ruangannya.
"Dego.." Sapa Andre kemudian ikut masuk mengikuti Dego,begitu juga Reza dan Rehan ikut juga masuk kedalam.
"Ada apa kau menemuiku sepagi ini.?" Tanya Dego kemudian duduk di kursi kebesarannya lalu menatap kearah Andre.
"Kenapa kau tidak mengundangku keacara pernikahanmu.Selamat atas pernikahanmu semoga selalu sampai selamanya.Aku dengar berita ini dari rani." Ucap Andre.Dego belum menjawab tapi dia menatap lekat kearah Andre membuat Andre mengenryitkan keningnya.
"Terimakasih Ucapanmu,maaf aku tidak mengundangmu,karena aku hanya membuat acaranya untuk pihak keluarga saja." Jawab Dego.
"Baiklah,Aku pahami tapi Wanita mana istrimu?" Ucap Andre saat itu sangat ingin mengetahui apakah dugaannya benar atau tidak. mendengar pertanyaan Andre menanyakan siapa istrinya,Dego kembali diam dan melihat terus kearah Andre.
"Namanya Emmanuela Gresilea.Dia wanita yang sangat aku cintai,dialah yang menjadi Istriku." Ucap Dego menekan ucapannya.mendengar apa yang Dego katakan,seketika itu Andre lansung mematung diam,hatinya begitu sakit mengetahui kenyataannya Emma,wanita yang sudah lama dia sukai menjadi Istri temannya,begitu hancur dan terasa runtuh dunia saat itu seperti hatinya saat itu andre rasakan.
"Ka..kau menikahi Emma..?" Ucap Andre berat mata sayunya menatap Dego yang saat itu masih menatap kearahnya.
"Ia dan dia sekarang adalah istri sahku." Ucap Dego lagi.
Reza dan Rehan saling pandang saat itu karena bingung melihat ekspresi Andre saat itu.
__ADS_1
"Tapi kenapa Dego.,kenapa harus Emma.?" Tanya Andre dengan perasaaannya sangat sakit sekali mengetahui kenyataan Emma menjadi istri Dego.
"Aku menyukainya sejak pertama kali kami bertemu,dah aku mencintainya.." Jawab Dego jujur apa yang dia katakan sungguh benar dia katakan.
"Tapi kenapa Harus Emma Go,kau tau Emma itulah wanita aku ceritakan padamu selama ini. wanita yang sangat aku sukai...,kenapa harus dia menjadi istri kamu..!" Ucap Andre dengan nada sedihnya bercampur saat itu.
"Maaf Andre,aku tidak tau kalau Emma wanita yang kau ceritakan itu, aku mengetahui kalau dialah wanitanya 2 hari lagi kami akan menikah. Aku tau kau menemuinya kekampus,saat itulah aku baru tau Emmaku wanita yang kau cari.Aku tidak bisa mengalah Andre,karena aku sangat mencintainya.." Ucap Dego jujur mengatakan kepada Andre.andre terdiam saat itu namun kemudian dia lansung keluar dari ruangan Dego membuat Dego dalam hatinya sedikit rasa bersalah kepada Andre tapi bagaimana lagi, Emma sekarang adalah istrinya dan selamanya dia akan tetap mempertahankan Emma jadi miliknya.
"Reza kau yang mengantikan aku metting,Aku tidak mau di ganggu. Jangan ada yang berani masuk keruanganku!!" Ucap Dego yang membuat Reza dan Rehan lansung keluar dari sana.
"Kak..kalau aku menanggkap pembicaraan mereka tadi,artinya wanita yang Tuan Andre sering ceritakan itu adalah Nona kita sekarang,begitu??" Tanya Rehan kepada kakaknya.
***
Emma tengah serius melihat laporan pemasukan semua usahanya saat itu namun tidak lama teralihkan dengan ketukan pintu ruangannya.
"Masuk.." Ucap Emma,yang tidak lama Zara masuk kedalamnya.
"Mbak saya mau mengantar laporan yang mbak minta tadi sekalian memberitahu Mbak.di depan seorang pria menanyakan Mbak,kalau ngak salah Namanya Pak Amir mbak.." Ucap Zara membuat Emma mengernyitkan keningnya berpikir mengingat siapa pria itu.
__ADS_1
"Baiklah..makasih Zara.nanti mbak menemuinya." ucap Emma.
"Baik Mbak,kalau saya permisi mbak.." Ucap Zara yang diiyakan Emma kemudian dia keluar dari ruangan Emma.Emma mengemas pekerjaannya lalu kemudian segera keluar menemui Pak Amir.
"Pak Amir,sudah lama menunggu pak.." Ucap Emma ramah.
"Tidak juga mbak,saya datang karena ingin menanyakan rencana yang mbak katakan dengan karyawan saya kemarin."Ucap Pak Amir kepala rombong yang membuat perumahan milik Emma yang sudah jadi itu.
"Oh ya...saya hampir lupa pak..itu saya mau nyuruh bapak,untuk tambahin buatkan tempat parkiran di depannya,atasnya di tambah atapnya lagi pak, jadi kalau markirin kendaraan enak pak." Ucap Emma memberitahu pak Amir.
"Baiklah Mbak,nanti saya bilang yang lain biar lansung di kerjakan..,hanya itu saja kah mbak..?" Ucap Pak Amir.
"Hanya itu saja pak,yang lain semuanya sudah sesuai.terimakasih atas bantuan bapak..saya sangat menyukai pekerjaan kalian." Ucap Emma memuji pengerjaan rumahnya begitu rapi di lakukan pak Amir dan anak buahnya.
"Sama-sama Mbak..,baiklah hanya itu saja yang saya tanyakan mbak,saya mau lansung memberitahu mereka untuk lansung bekerja nanti. Saya permisi.." Ucap Amir bangun di ikuti Emma bangun dan menundukan kepalanya."Sama-sama pak,silahkan.."setelah itu Pak Amir lansung pergi dari sana.
Saat Emma ingin masuk kedalam, Emma melihat Mobil suaminya datang masuk menuju rumah belakang.
"Loh kok sudah balik,inikan baru jam 11..?" Guman Emma kemudian berjalan menuju rumah belakang ingin menemui suaminya.
__ADS_1