
Dua hari setelah acara pernikahan Dego dan Adiknya Dea sudah di laksanakan.Dego dan Emma pagi ini tengah berpamitan dengan Mamy Rosa mau berangkat menuju tempat kerja mereka masing-masing.Dego mulai melajukan kendaraannya menuju Restoran mengantar istrinya dan bibiknya kesana.berapa belas menit kemudian mereka tiba disana. bibik duluan turun membiarkan anak menantunya bicara berdua.
"Nanti Aku pulang makan siang kerumah sayang.." Ucap Dego sambil mengemgam tangan istrinya.
"Ia suamiku.mau aku masakin apa..?" tanya Emma.
"Terserah kamu saja.."perlahan Dego memajukan wajahnya lalu menautkan bibirnya di bibir Emma.mereka berdua kembali berciuman sampai 2 menit kemudian barulah Dego melepaskannya.Dego kembali mencium lembut kening Emma.
"Aku kekantor dulu.." Ucap Dego yang mendapatkan anggukan kepala dari Emma. " berhati-hatilah.." Ucap Emma yang diiyakan Dego.Emma turun dari mobil suaminya lalu melambaikan tangannya.Dego lansung melajukan mobilnya menuju kantornya.Melihat mobil suaminya sudah menjauh,Emma lansung masuk kedalam rumah lansung menuju kedalam kamarnya.5 menit kemudian dia keluar lagi mencari Bibiknya.
"Bik.."Panggil Emma sambil masuk kekamar bibiknya.
"Ada apa nak..?" Mereka berdua duduk diatas tempat tidur bibiknya.
"Emma mau ngomong sama bibik.." Mendengar itu bibiknya menatap Emma menunggu apa yang mau Emma katakan.
"Emma sama Suami Emma sudah bicarakan mengenai dimana kami akan tinggal.Kami berdua memutuskan akan tinggal di rumah Utama dan bibik ikut tinggal disana. Dea kan' mau pindah sama suaminya keNegara suaminya,jadi Mamy pasti sendiri,dan bibik juga sendiri.kalau kami tinggal di Apartemen,kasian kan kalian berdua,takut kalian kenapa- kenapa.jadi keputusan kami,kita akan tinggal bersama Bik,Bibik ngak keberatan kan dengan keputusan ini..?" Ucap Emma mengemgam tangan bibiknya,bibiknya tersenyum kearahnya.
"Bibik setuju aja nak,tapi bagaimana mertua kamu,Apa dia mengijinkan Bibik tinggal disana bersama kalian..?" Ucap bibiknya.
"Mamy sangat setuju bik,kami sudah memberitahu ini sama Mamy..tinggal bibik saja yang belum kami beritahu." Ucap Emma.
__ADS_1
"Emm..baiklah.bibik terserah kamu aja sayang.." Bibiknya memeluk tubuh Emma dengan mengusap belakang Emma.
"Bibik terimakasih banyak sama kamu nak.." mendengar itu Emma menguraikan pelukan mereka.
"Jangan bicara seperti itu.bibik sudah Emma anggap seperti Mama.Aku tidak mau bibik tinggal sendirian nanti bibik sakit atau apa,Emma ngak mau bik.kemana pun Emma pergi ataupun tinggal,bibik harus ikut Emma,hanya bibik satu-satunya keluarga aku bik." Ucap Emma.
"Ia nak..bibik juga ngak mau jauh dari kamu nak." Ucap bibiknya.
"Ia bik.kalau begitu nanti bibik berkemas bawa pakaian bibik,tinggal disini sedikit juga bisa,siapa tau bibik kangen rumah ini bisa menginap disini kita." Ucap Emma.
"Ia nak..punya kamu mau bibik bantuin mengemasnya..?" Ucap bibiknya ingin membantu ponakannya itu mengemaskan barang-barangnya.
"Biar nanti ja bik.Aku mau kedepan dulu bik.." Ucap Emma yang di angguki bibiknya. Emma keluar dari kamar bibiknya menuju dapur Restorannya.
"Mbak selamat ya untuk pernikahan mbak,maaf saya ngak bisa hadir waktu itu karena anak saya sakit mbak..?" Ucap salah satu karyawannya.
"Ngak apa-apa..,ya sudah saya mau masuk dulu kedepan.Zara buatkan mbak minuman ya sama bawa kue juga." Ucap Emma.
"Ia Mbak.." Ucap Zara.
Emma menuju kearah depan Restorannya melihat Restorannya. Dia begitu bangganya dengan seluruh karyawannya,berkat bantuan mereka Restorannya terus ramai pengunjungnya.Emma selalu memberitahu kepada karyawannya untuk utamakan sopan santun,ramah kepada semua pelanggan yang datang,harus menampilkan senyuman dan berkerja dengan sangat teliti. Meskipun karyawannya terbilang orang-orang yang dia ambil berkerja di jalanan bahkan ada yang jadi pemulung tapi Emma bersyukur mereka semuanya mudah menangkap semua apa yang Emma ajarkan.
__ADS_1
Setelah mengecek semuanya sesuai, bersih dan rapi,Emma kembali menuju kedalam ruangannya.disana Zara tengah meletakan minuman dan kue untuknya. "Terimakasih Zara.." Ucap Emma yang di angguki Zara.
"Zara mbak mau bicara.." Zara lansung gugup mendengar Atasannya mau membawanya bicara.
"Mbak mau bicara Apa Mbak..?" tanya Zara.mendengar itu Emma tersenyum.
"Mbak tadi lihat kamu di antar sama Reza.kamu dekat sama dia..?" tanya Emma tersenyum.mendengar itu Zara bingung mau menjelaskan sama Emma.
"Emm itu..sebenarnya ngak juga sih mbak,dia yang maksain saya mbak mau mengantar saya kesini." Ucap Zara jujur.tadi pagi saat dia menunggu taxi dengan adiknya tiba- tiba Reza datang kedepan kontrakan mereka mengatakan ingin menjemput dia.tidak enak menolak ahkirnya Zara dan adiknya ikut bersama Reza.
"Sepertinya dia menyukai kamu Zara.." Ucap Emma tersenyum.
"Tapi saya keberatan Mbak,mbak tau saya dan adik saya.saya berbeda jauh dengan dia mbak..lagian saya ngak ada perasaan dengan dia mbak.." Jawab Zara.
"Mbak mengerti zara..terserah kamu saja.mbak tidak memaksa kamu hanya memberitahu kamu.terlihat sekali kalau Reza sepertinya menyukai kamu.kalau suatu saat dia mengatakan perasaannya sama kamu,kalau kamu memang belum memiliki perasaan sama dia. Katakan jujur sama dia,jangan kamu menyakiti perasaan kamu mau pun dia.itu pesan mbak." Ucap Emma.
"Ia mbak,mkasih mbak.mbak sangat baik sekali kepada kami." Ucap Zara.
"Sama-sama kalian semua keluarga mbak juga.oh ya mbak hampir lupa. nanti kamu data siapa-siapa yang tinggal di rumah kontrakan yang jauh ya termasuk kamu.kalau sudah tau semua,kasi tau mbak." Ucap Emma.
"Baik mbak,nanti saya lansung kirim ke mbak datanya.kalau gitu Zara keluar mbak." Ucap Zara di angguki Emma.
__ADS_1
Emma tersenyum kemudian dia melihat tapnya,disana terlihat Rumah yang dia bangun sudah jadi.Emma membuat rumah mes untuk karyawannya sebanyak 15 pintu yang tidak jauh dari Areal Restorannya. kasian melihat karyawannya jauh berangkat kerjanya.