
Masih di hotel,ditempat resepsi kedua pengantin baru itu.acaranya tidak terasa sudah selesai juga saat itu dengan keluarga yang masih berada disana.
Setelah mengobrol bersama dengan penuh kegembiraan,kini Damian dan Dea berpamitan dengan seluruh keluarga karena mereka ingin pergi kesuatu tempat yang akan menjadi tempat mereka menghabiskan Malam pertama nanti mereka yaitu di Mension yang Damian sudah katakan kepada Dea berapa hari lalu.
"Berhati-hatilah kalian berdua,sampai beritahu Mamy" Ucap Mamy Rosa.
"Ia Mamy,kalau begitu kami berangkat dulu."Ucap Dea.kemudian Damian membawa Dea masuk kedalam mobil lalu segeralah mobil itu melaju menuju tujuan mereka yang masih di tempuh dengan mengunakan Jet pribadi Damian baru akan sampai disana.
"Kalian berdua ngak lansung juga mau pecah telor..?"Ucap Opa Dego Mengoda Dego,membuat Emma tersenyum malu saat itu.
"Kami akan berangkat besok Opa." jawab Dego.
"Baiklah...,kalau begitu ayo kita semua beristirahat." Ucap Opanya.
Mereka kemudian beramai-ramai keluar dari sana menuju kamar hotel yang sudah di sediakan disana. Saat ini Dego dan Emma sudah berada di kamar mereka yang ada di hotel itu. Dego menurunkan perlahan tubuh istrinya diatas tempat tidur mereka.
"Capek..?"
__ADS_1
"Ia capek banget,suamiku.." Ucap Emma sedikit meringis karena perutnya terasa nyeri lagi membuat Dego mengusap perut istrinya.
"Apa kamu tadi juga menahannya..?" Tanya Dego yang lansung di angguki Emma.Dego membawa istrinya kedalam pelukannya.
"kita bersihkan tubuh dulu udah itu baru kita beristirahat,aku bantu melepasnya." Ucap Dego kemudian membantu istrinya membuka Gaun pengantinnya.setelah lepas Gaun itu,Dego kembali mengendong tubuh istrinya menuju kamar mandi lalu ingin membantu istrinya membersihkan tubuhnya.
"Suamiku biar aku sendiri saja" Ucap Emma tidak enak suaminya malah mau membantunya membersih tubuhnya yang saat itu masih kuat datang bulannya.
"Baiklah kalau begitu aku tunggu disini."Ucap Dego membuat Emma gugup."Tapi suamiku..aku malu. Baiknya kamu keluarlah sebentar.." Ucap Emma.
"Bersihkanlah,aku juga mau mandi." Ucap Dego kemudian menuju kearah bak perendaman,dia membuka seluruh pakaiannya membuat Emma lansung berdenyut bawahnya karena melihat bawah suaminya berdiri tegak saat itu.
"Cepatlah sayang,nanti kamu kedinginan.aku tau tubuhku dan juga milikku ini sangat mengodamu."Ucap Dego mengoda istrinya membuat Emma lansung memerah pipinya,dia pun segera membersihkan tubuhnya yang saat itu di lihat oleh Dego yang sudah menegang melihat tubuh istrinya. kalau saja istrinya tidak sedang datang bulan,saat itu juga Dego sudah membawa istrinya berdayung hangat malam itu.
"Bersabarlah,nanti kamu akan masuk juga."Guman Dego sambil memegang senjatanya yang saat itu sudah hidup. Dego tidak bisa menahannya lagi,dia bangun lalu berjalan menuju ruangan shower dimana istrinya baru selesai menyabuni tubuhnya,Dego memeluk lembut tubuh istrinya dengan kedua tangannya sudah memegang kedua gunung kembar milik istrinya lalu meremasnya dengan lembut.Kecupan lembut di bahu mulus istrinya juga dia berikan membuat Emma terbuai dengan apa yang suaminya lakukan.
"Suamiku..."Dego membalik tubuh istrinya kemudian menghempitkannya kearah dinding dengan tangannya memutar air Shower itu supaya mengenai tubuh mereka berdua. Dego perlahan mengecup kuat kedua gunung kembar Emma lagi membuat Emma bergelinjang hebat.Dego memain senjatanya lalu di arahkannya kedepan milik istrinya.
__ADS_1
"Suamiku jangan,aku masih deras datang bulannya..."Ucap Emma mengingatkan suaminya
"Aku tidak memasukannya sayang, aku tau.biarkan dia seperti ini,kamu lihat dia sudah tidak sabar ingin masuk."Dego mengangkat sebelah kaki Emma keatas punggungnya, perlahan Dego mengesek ujung senjatanya dengan lembut di milik istrinya membuat Emma seketika itu melenguh bergetar.
"Suamiku...ah.."Dego terus mengesekannya dengan mereka berdua bersautan mendesah.
Ahh....Dego mengeluarkan semua cairannya mengalir bersamaan air membasahi tubuh mereka berdua.
Emma lansung memeluk tubuh suaminya dengan lemas.
"Maafkan aku.." perlahan Dego mengangkat sedikit wajah istrinya lalu mencium kembali bibir istrinya.
"Jangan merasa bersalah,selesai kamu datang bulan aku bisa mendapatkannya.aku mengerti. Ayo kita berganti pakaian" Ucap Dego lalu mematikan air shower dan mengambil handuk lalu memberikan kepada istrinya membiarkan istrinya segera memakai pakaiannya karena dia masih tengah datang bulan. Setelah selesai beganti pakaian,mereka berdua lansung berbaring diatas tempat tidur mereka dengan saling memberikan pelukan hangat.
"Suamiku,kenapa dia masih.." Bisik Emma karena merasa senjata suaminya terasa menusuk bawahnya membuat Dego tersenyum.
"Dia tau saat ini dia dekat dengan miliknya,tidak apa istriku.dia sangat penyabar.ayo kita tidur aku sudah mengantuk"Ucap Dego yang kembali melahap lembut bibir istrinya yang kemudian turun kebawah lagi dan kembali menyesap lagi dua bukit kembar istrinya membuat Emma sampai menarik rambut suaminya karena esapan kuat Suaminya.setelah puas memainkannya barulah Dego benar-benar tidur dengan lelapnya membuat Emma tersenyum melihat suaminya begitu aneh kebiasaanya sekarang seperti bayi menyusui dengan ibunya.Emma menyelimut tubuh mereka sampai keatas bahu mereka kemudian dia terlelap mengikuti suaminya.
__ADS_1