
Di Restoran,Dego dan Emma sudah sampai disana,mereka berdua lansung masuk kedalam rumah dan segera berganti pakaian dengan pakaian tidur mereka.
"Tante jam berapa sampai besok?" Tanya Dego sambil mengantikan pakaiannya di depan Emma,tampa dia sadari Emma begitu gugup melihat tubuh suaminya.
"Mu..mungkin siang sampai." jawab Emma.Dego baru menyadari tatapan Emma saat itu,membuat Dego tersenyum lalu berjalan kearah depan Emma.
"Ke..kenapa..?" tanya Emma terkejut melihat Dego berdiri tepat di depannya yang saat itu hanya menggunakan Boxernya.
"Mata kamu tadi teralihkan karena ini kan..?"ucap Dego mencubit gemas hidung Emma.
"Sekarang kamu mulai nakal Istriku." Ucapanya lagi lalu duduk di samping Emma.
"Kenapa ngak jawab?" tanya Dego lagi dengan menatap wajah cantik istrinya.
"Ya..a..aku ngak ngerasa begitu." jawab Emma gugup membuat Dego lansung merangkul pinggang Emma untuk berdekatan dengannya yang kemudian mengangkat tubuh Emma keatas pangkuannya.
"Emma..." Dego menyatukan bibir mereka berdua,perlahan Emma merangkulkan tangannya di leher Dego.berapa menit kemudian Emma melepaskan ciuman mereka.
"kenapa?" tanya Dego.
"Emm,itu kamu ngak sakitkah di timpa seperti ini..?" tanya Emma yang saat itu malah membuat Dego tersenyum.
"Tidak...istriku,malahan terasa nyaman karena bersentuhan dengan milikmu.." Jawab Dego membuat kening Emma mengerut.
"Kenapa bisa begitu?" tanya Emma lagi-lagi membuat Dego tersenyum.
Dego membawa Emma berbaring lalu memeluknya,namun perlahan Dego turun kearah bawah dada Emma lalu seperti jadi kebiasaannya sekarang, dia kembali menjenguk Dua bukit kembar Emma yang membuat Emma saat itu berdesir dadanya,bergejolak berirama bersamaan esapan dan remasan di lakukan Dego padanya.
"Kak....emm.." Ah..
__ADS_1
Dego menghentikannya lalu kembali memeluk tubuh Emma.
"Terimakasih Sayang.." ucap Dego mengecup lembut kening istrinya.
"Kak.."Dego menatap mata Emma dengan penuh rasa cintanya.
"Ada apa?" tanya Dego merapikan rambut panjang istrinya.
"Setelah kita menikah,bisakah kita pulang menemui orangtuaku..?" tanya Emma.
"Tentu saja bisalah,apa yang tidak bisa untukmu.sebenarnya aku ingin kesana menemui mereka sebelum kita menikah tapi karena waktu sangat mepet begini,tidak mungkin kita kesana." Dego kembali mencium kening Emma.
"Aku yakin orangtua kamu pasti merestui pernikahan kita." Dego mencium tangan Emma berukang kali."kamu harus percaya padaku,aku akan menjaga kamu seumur hidup aku,mencintai kamu, menjadikan kamu satu-satunya istriku yang tidak akan tergantikan." Emma meneteskan air matanya terharu mendengar apa yang Dego katakan padanya,dia memeluk erat tubuh suaminya itu.
"Terimakasih begitu mencintaiku kak, maaf sebelumnya aku meragukan perasaanmu padaku." ucap Emma.
"Justru aku yang berterimakasih sama kamu,kamu mau menerima pria pemaksa sepertiku." Ucap Dego tersenyum.
"Ia kak,jangan berubah tetap seperti biasanya karena itu semakin membuatku mencintaimu kakak." Ucap Emma serius.
"Baiklah..aku akan memenuhi keinginanmu,kalau aku memaksamu malam ini kita melakukan malam pertama kita bagaimana??" ucap Dego sengaja mengerjai Emma.
"Ah kakak,jangan begitu.kan kemarin kakak selalu bilang,ngak baik melakukannya sebelum menikah." Ucap Emma membuat Dego memeluk erat tubuhnya lagi.
"Aku bercanda.tentu saja aku mengingatnya sayang,meskipun dia ini tidak sabar lagi.Baik kita tidur,aku juga sudah mengantuk.. Selamat malam istriku." Ucap Dego kemudian mencium Emma lagi.
"Selamat malam juga suamiku." jawab Emma masih malu malu.lalu meringkuk dalam pelukan hangat Dego berikan.
***
__ADS_1
Damian kembali menyatukan bibir mereka dan juga kembali mengulang kegiatannya tadi dia lakukan sampai berapa belas menit kemudian Damian memposisikan senjatanya di depan milik Dea,mengeseknya membuat Dea melenguh kuat,berapa belas menit kemudian Damian mengeluarkan erangan panjangnya dan kemudian kembali menindih tubuh Dea.
"Terimakasih sayang.." Damian mencium kening Dea dengan lembut namun dia memyadari wajah Dea yang cemberut saat itu.
"Kenapa Istriku...?"Tanya Damian memeluk tubuh Polos Dea begitu juga dengannya yang kemudian menutupinya dengan selimut. Dea menatap tajam kearah Damian,
membuat Damian bertanya-tanya kenapa dengan Dea.
"Kamu ah..sebel aku..!!" Ucap Dea merajuk kemudian membelakangi Damian,Damian memeluk tubuh Dea.
"Kok sebel sama aku,memang aku kenapa...Maaf ya kalau aku melakukan kesalahan.." Ucap Damian mengecup bahu belakang Dea. Dea berbalik lagi kearah Damian.
"Kamu kenapa ngerjain aku sih..Ah kamu sebel banget Dam..!!" lagi -lagi Dea meluapkan kekesalannya yang awalnya Damian tidak mengerti namun sekarang dia lansung mengerti
,yang membuat Damian tertawa kecil membuat Dea memukuli dadanya.
"Kamu Jahat ah..Jahat...." Ucap Dea berulang kali.Damian memegang tangan Dea membuat Dea tidak bisa lagi memukuli dadanya.
"Kamu marah gara-gara aku ngak jadi bobolan milik kamu yang super montok ini hmm.." Ucap Damian membuat Dea memerah wajahnya, sedangkan Damian kembali tertawa kecil namun kemudian dia mencium kening Dea.Damian menatap lekat wajah calon istrinya.
"Aku sengaja tidak melakukannya, karena aku mau kita melakukannya saat kita sudah sah menjadi suami istri Dea,dan tadi aku hanya ingin memuaskan keinginan kita berdua." Ucap Damian menjelaskan Kepada Dea.Dea memeluk Erat tubuh Damian menyembunyikan wajah malunya.
"Aku ingin tapi aku menahannya Dea, aku mau kita melakukannya di Malam pertama kita menjadi suami istri..
kamu mengerti." Ucap Damian lagi yang lansung di angguki Dea dengan penuh rasa malunya,dia tadi berharap Damian membawanya mengayuh malam itu padahal ternyata sekadar melepaskan semua hasrat mereka.
"Ah kamu bikin aku malu Dam,kamu tau aku kira kamu benaran mau ngajak aku main kudaan..,ih Damian...!" Ucap Dea sungguh sangat malu saat itu membuat Damian tertawa.
ππDea..Dea kepedean bakal belah Duren taunya ngak...π€π€π€πππ
__ADS_1