Wanita Milik Ceo Dingin

Wanita Milik Ceo Dingin
54


__ADS_3

Karena acaranya sangat mendadak, Dego dan Damian bekerja sama untuk menyelesaikan persiapan pernikahan mereka dan juga keamanan di tempat yang akan mereka gunakan untuk pemberkatan pernikahan mereka besok.Begitu juga Room Hotel yang akan mereka jadikan tempat resepsi yang akan mengundang pihak keluarga maupun kerabat mereka masing-masing.


Malam itu,Dego kembali menjemput Emma dan bibik untuk membawa mereka keMension Handaranata. Dirumah Emma itu,Dego menyewa pihak keamanan untuk menjaga Restoran maupun rumah Emma karena kosong.


Tidak lama Dego sampai membawa Emma dan bibik di kediaman Handaranata.mereka bertiga bersamaan masuk,yang saat itu lansung di sambut keluarga besar Dego yang sudah datang.


"Cucu mantuku..." ucap Oma Dego Momy dari Mamy Rosa.


"Ia Oma.." Ucap Emma menyalami tangan Oma kemudian beralih menyalami tangan Opa Dego,begitu juga Dego ikut menyalami tangan Opa dan Omanya lalu di susul bibiknya Emma.


"Ahkirnya kamu menikah juga cucuku.." Ucap Opa yang membuat Dego tersenyum.


"Ia Opa..Opa bahagia Dego menikah?" Ucap Dego bertanya balik kepada Opanya.


"Tentu saja Opa sangat bahagia, kalian juga malah barengan menikah, tapi sepertinya Opa merasa cucuku yang perempuan ini yang tidak sabar merasakan senjata Damian makanya tidak sabar menikah juga.." Ucap Opa lalu mengoda Dea.


"Opa ah..."Ucap Dea malu.mereka semua tertawa melihat kearah Dea yang memerah wajahnya saat itu.


"Opa senang kalian mendapatkan pasangan yang benar-benar kalian sukai dan saling mencintai,opa doakan semoga pernikahan kalian selalu di berkati kebahagiaan selamanya." Ucap Opa.


"Amin..terimakasih Opa.." Jawab mereka bersamaan.


"Untuk nak Emma dan bibiknya, anggap kami seperti keluarga kalian. Kamu nak Emma,kamu sangat diterima baik di keluarga kami." Ucap Opa mengusap kepala Emma.

__ADS_1


"Terimakasih Opa,Oma dan semuanya,Emma sungguh bahagia karena kalian menerimaku dan bibik menjadi bagian keluarga kalian.." Ucap Emma meneteskan air matanya,Dego lansung memeluk Emma lalu menghapus air mata Emma.


"Sama-sama nak..,ya sudah Opa mau berisitirahat,capek sudah menghajar Damian tadi.." Ucap Opa membuat semua tertawa lalu berjalan membawa Oma menuju kamar mereka.


"Damian tato kau sangat bagus." Ucap Dego melediki adik ipar, membuat mereka semua kembali tertawa.


"Kau benar Dego,karya Opa tidak pernah di ragukan." Sambung Omnya saudara Mamynya yang kembali membuat mereka semua tertawa lagi.


"Sudah..jangan mengoda menantuku. Dego,Emma bawa bibik makan, soalnya kami sudah duluan makan bersama tadi." Ucap Mamy Rosa menyudah ledekan mereka kepada Damian yang saat itu wajahnya penuh coretan dari Opa tadi karena kalah bermain kartu.


"Baik Mam.." Ucap Dego kemudian membawa Emma dan Bibik menuju ruangan makan.


"Kaluarga kalian begitu ramah,dan suka bercanda ya nak Dego..?" Ucap Bibik Emma.


"Ia nak.." Ucap bibiknya.


"Kamu mau makan apa Kak..?" tanya Emma membuat Dego tersenyum.


"Aku tidak sabar ingin memakan kamu sayang.."


Bugh Emma lansung memukuli lengang Dego membuat bibik melihat itu tersenyum,dan bahagia ponakannya mendapatkan suami yang begitu mencintai ponakannya itu.


"Malu tau dengar bibik.." bisik Emma membuat Dego semakin tersenyum.

__ADS_1


"Suapi aku sayang.." Ucap Dego.


Saat itu Emma lansung menyuapi Dego makan dengan sangat telaten bergantian dengan Dego juga menyuapi Emma makan.Setelah selesai makan,Emma dan Dego mengantar bibik menuju kamarnya. Setelah itu,Emma dan Dego menuju kamar Dego.


"Ikut aku mandi sayang.." Ucap Dego lansung mengendong tubuh Emma menuju kamar mandi.Dego melancarkan Aksinya meminum susu lagi sampai mereka berdua sama-sama kedinginan baru Dego menyudahi kegiatan mereka.


***


Di kamar lain,Dea tengah menghapus banyak coretan di wajah Damian dengan Toner Bedaknya karena ulah Opanya tadi.


"Masa sih kamu bisa kalah sih Dam dari Opa..,kan jadi gini jadinya.." Ucap Dea.


"Aku sengaja mengalah.." Ucap Damian membuat Dea mengeryitkan keningnya. "Kenapa??" tanya Dea.


"Kalau tidak begitu Opa terus saja tidak menyetujui kalau aku membawa kamu pindah kenegaraku." sambung Damian lagi.


"Owh...jadi karena itu kamu mengalah.bukannya biasanya harus menang dulu baru bisa di kabulkan, kenapa ini malah terbalik harus kalah.aneh deh?" Ucap Dea tidak mengerti.


"Opa kamu membuat trik yang aneh. Tapi aku berhasilkan mengelabuinya." Ucap Damian senang.


"Hmm..tapi kalau aku ngak mau pindah kesana gimana..?"ucap Dea serius.


"Memangnya kamu ngak ikut aku pindah kenegara aku ?" Damian malah balik bertanya.

__ADS_1


"Bukan begitu,Aku mau kok.." hehehe..Damian lansung mengelitiki tubub Dea karena sudah berani mengerjainya.Damian kembali menindih Tubuh Dea lalu membawa Dea berciuman lagi bahkan mengulangi lagi kegiatan terbaru yang sering mereka lakukan sekarang.


__ADS_2