Wanita Milik Ceo Dingin

Wanita Milik Ceo Dingin
59


__ADS_3

Pagi itu Dego dan Emma sudah bangun bahkan sekarang mereka juga tengah sarapan bersama dengan seluruh keluarga mereka.


"Kalian berangkat jam berapa nanti nak..?" tanya Bibik Emma.Emma melirik sekejap kearah suaminya.


"Ngak jadi bik kami perginya,minggu depan ini kami perginya soalnya kak Dego masih di sibukan dengan pekerjaannya minggu ini." Jawab Emma menjelaskan.


"Emm begitu,ia nak.." jawab Bibiknya menanggapi apa yang Emma jelaskan.


"Ia Tante,Aku menunda kepergian kami karena pekerjaanku belum selesai.jika aku tinggal begitu saja, kasian Reza dan Rehan nantinya." Ucap Dego.


"Ia nak..." Jawab bibik maupun mamy Rosa.


"Mereka Opa lansung pulang hari ini?" tanya Dego kepada Opa Omanya.


"Belum...,Kami masih mau seminggu tinggal disini.kalian menginaplah dirumah Utama,Opa juga masih kangen kalian." Ucap Opanya.


mendengar itu Dego melihat kearah Emma.


"Gimana sayang?" Tanya Dego.


"Terserah kamu suamiku.." Ucap Emma.


"Kalau Tante gimana?" Tanya Dego.


"Bibik juga nak,terserah kalian.lagian Resto masih di liburkan Emma juga kan.." Ucap Bibiknya.

__ADS_1


"Ia Tante.Baiklah kalau begitu kita pulang kerumah utama dulu." Ucap Dego.


Setelah mereka selesai makan,semua lansung bersiap-siap untuk kembali kerumah Utama.


Mengenai keluarga Damian,semalam mereka tidak jadi menginap di hotel melainkan pulang kerumah Deri berkumpul disana.


Keluarga Handaranata tengah beramai-ramai pulang menuju kediaman Utama Handaranata.


Berapa belas menit kemudian mereka sampai disana,kemudian lansung masuk kekamar masing-masing untuk kembali beristirahat.


"Sayang..."Sampainya di kamar Dego lansung memeluk tubuh istrinya kemudian membawanya berbaring. Dego lansung membawa istri bermesraan menukarkan kembali silva mereka.


Emm..Ah..terdengar lenguhan Emma karena suaminya kembali memainkan Dua gunung kembarnya bergantian dan menyesapnya sampai Emma mengangkat tubuhnya.


Dego kembali mencium istrinya sampai dia kembali turun lagi mengulangi lagi permainannya.saat itu Emma merasa milik suami sudah bangun terasa menusuk selah pahanya.perlahan Emma menurunkan tangannya lalu mencoba memberanikan diri menyentuh milik suaminya.merasakan itu Dego membuka bawahnya agar istrinya bisa memegang miliknya secara lansung.


"Aku tau kamu pasti sakit menahannya suamiku.." Ucap Emma masih terus memainkan milik suaminya.


"Teruskan istriku,ahh yeah..." Dego kembali membumkam mulut istrinya dengan ciuman dan kecupan hangat di setiap tubuh istrinya,sedangkan Emma masih terus memainkan milik suaminya. Sampai setengah jam kemudian Dego mengerang kuat mengeluarkan semua air miliknya. Dego mencium kening istrinya kemudian menindih tubuh istrinya.


"Terimakasih istriku.." Ucap Dego kembali membawa istrinya kedalam pelukannya.


"Maafkan aku suamiku.." Ucap Emma kasian melihat suaminya belum bisa bermain dengannya karena dia masih datang bulan saat itu.


"Jangan merasa bersalah,nama juga proses alami yang kalian wanita miliki. kita tidak bisa mengaturnya dia harus kapan datangnya,Aku pasti sabar menunggu kamu selesai istriku.

__ADS_1


Kita mandi ya.." Dego perlahan mengangkat tubuh Emma lalu membawanya menuju kamar mandi.


Meskipun sudah sering mandi bersama beberapa hari ini,Emma tetap masih malu-malu di lihat suaminya.selama 20 menit mereka mandi,kini Dego sudah membantu Istrinya mengeringkan rambutnya. Setelah itu mereka beristirahat,namun sebelum itu Dego mengantikan seprei yang sudah kotor terkena cairanya tadi dengan yang baru.mereka berdua barulah berbaring dengan saling berpelukan.


"Suamiku?" Ucap Emma.


"Ada apa?kamu mau mengatakan sesuatu?" Tanya Dego.


"Aku mau menanyakan,kita nanti tinggalnya dimana..?" Ucap Emma ingin tau mereka mau tinggal dimana setelah ini.


"Dea berencana pindah kenegara suaminya,tentu saja Mamy akan sendiri disini dan Tante juga akan sendiri di rumah Restoran. Menurut kamu gimana,aku akan mengikuti kemauan kamu mau tinggal dimana. Aku tidak mau memaksa kamu mengikuti keinginan aku" Ucap Dego.


"Ia suamiku,kasian juga Mamy sama Bibik sama-sama tinggal sendiri.aku bukan orang yang egois suamiku. baiknya kita tinggal bersama saja dengan Mamy sama bibik,kalau bersama kan enak,ramai,terus kalau sakit apa kita ada ngurusin satu sama lain." Ucap Emma.


"Emm kamu benar,baiklah.kalau kita tinggal bersama Mamy di rumah utama ini,dan tante kamu juga akan tinggal disini.Gimana.." Ucap Dego memberikan usulan mereka akan tinggal bersama mamynya yang nanti akan membawa bibiknya Emma tinggal bersama mereka juga.


"Ia Suamiku Aku mau,jadi kalau bersama begini kan enak berkumpul terus.." Ucap Emma setuju.


"Ia istriku.terimakasih kamu mau menjaga Mamyku begitu dengan tante kamu." Ucap Dego.


"Jangan berterimakasih.Aku sangat bahagia bisa bersama Mamy,aku menganggap Mamy,Mamaku juga sama dengan bibikku,dia sudah aku anggap seperti Mamaku..." Ucap Emma yang saat itu lansung mendapatkan ciuman lagi dari suaminya.


"Ia istriku.beruntungnya aku,aku juga sangat bahagia memiliki istri seperti kamu..,terimakasih sudah mau hidup bersamaku pria pemaksa ini. Aku mencintaimu Emma,sangat mencintaimu sekarang dan selamanya." Dego mengecup lama kening Emma.


"Ia Suamiku..Aku juga mencintaimu.." Ucap Emma membuat perasaan Dego bahagia,sekarang Emma membalas perasaannya.

__ADS_1


"Ia istriku." Dego mengeratkan pelukannya namun kemudian dia kembali turun kearah dua gunung kembar istrinya yang kemudian kembali menyesapnya sampai Dego tertidur.Emma benar-benar merasa lucu melihat kebiasaan suaminya sekarang.perlahan Emma juga terlelap tidurnya.


__ADS_2