
"Emma,Aku mau kamu menjawab ucapanku ini,entah itu tidak atau pun ia,aku siap Emma dengan jawaban kamu." Ucap Dego masih berjongkok dengan kotak cincin berlian di tangannya,dia tunjukan di depan Emma.Melihat Emma terdiam,Dego bangun dan berdiri di depan Emma, ada rasa kecewa Dego rasakan saat itu.
"Baiklah Emma,mungkin ini jawabanmu.Aku tidak akan memaksamu,aku mengerti ini sangatlah terlalu cepat untukmu. Maafkan aku,karena sudah secepat ini memintamu untuk menikah denganmu." Dego ingin menyimpan kembali Kotak cincin yang dia buka di depan Emma tadi namun di hentikan Emma dengan memegang tangannya, Hal itu membuat Dego menatap Emma.tampa di duga Dego,Emma lansung memeluk tubuhnya,membuat Dego terdiam karena tidak tau apa maksud semua yang Emma lakukan padanya saat itu.
"Maafkan aku."
Dego merasa kecewa mendengar Ucapan Emma,tapi dia mencoba untuk tidak menampakan di depan Emma.
"Aku menerima keputusan kamu, maafkan aku juga,karena sudah memintamu sece___" Ucapan Dego terhenti karena jari Emma,dia letakan di tengah mulutnya,membuat Dego menatap mata Emma yang saat itu Emma juga menatap dirinya.Emma menurunkan tangannya lalu menjulur jari manisnya kedepan Dego,
membuat Dego kebingungan.
"Pasangkan cincin itu untukku.." Ucap Emma masih membuat Dego bingung.melihat itu Emma tersenyum kearah Dego.
"Dego Handaranata. I want to marry you for the rest of my life and also grow old with you"Ucap Emma membuat Dego yang kali ini terpaku.
"Kamu tidak mengerjaiku kan Emma?" tanya Dego belum percaya.
"Dego Handaranata. I want to marry you for the rest of my life and also grow old with you" Emma kembali mengulangi kata-katanya dengan tersenyum.Dego mengeluarkan air matanya seketika itu dia lansung memeluk erat tubuh Emma.
"Terimakasih Emma,terimakasih...aku mengira kamu menolakku.terimakasih Emma.Aku aku akan menempati janjiku menua bersamamu,
mencintaimu seumur hidupku." Ucap Dego benar-benar sangat bahagia malam itu.Emma mengusap belakang Dego dengan lembut.
"Ia...maaf aku tidak lansung menjawab tadi,aku masih terkejut,aku merasa ini mimpi yang membuatku tidak ingin bangun.."
__ADS_1
Mendengar itu,Dego mengurai pelukan mereka.Dego mengambil cincin tadi lalu menyematkannya di jari manis Emma.
"Sekarang ini bukan mimpi lagi Emma, tapi ini nyata." Ucap Dego tersenyum bahagia.Emma menganggukan kepalanya juga tersenyum.Dego lansung membawa Emma kedalam pelukannya lagi.
"Terimakasih Emma,terimakasih mau menerimaku." Ucap Dego kemudian menangis.
"Emm ia kak,Maafkan aku sebentar membuat kakak kecewa tadi."
"No..aku tidak apa-apa,sekarang aku merasa bahagia Emma." Ucapnya masih memeluk Emma.
"Ia kak.." jawab Emma.
Dego melepaskan pelukannya lalu memegang kedua pipi Emma,perlahan Dego mendekat lalu mengecup lama kening Emma.Emma menikmati kecupan hangat Dego berikan itu.
"Terimakasih Emma." Ucapnya lagi.
"Ehem..mengenai tadi.." Emma tidak melanjutkan ucapannya karena bingung bagaimana menanyakan kepada Dego.
"Yang pastinya Aku tidak akan bertunangan dengan kamu,melainkan kita lansung menikah saja.bahkan dalam waktu dekat ini.."
Deg! Dalam waktu dekat pikir Emma, bagaimana mungkin.
"Semuanya mungkin Emma." Jawaban Dego mengejutkan Emma.
"Tapi kak,Bi..bibikku masih disana.."
__ADS_1
Dego menjentikan tangannya dan keluarlah layar besar di depan mereka berdua.Bertapa terkejutnya Emma melihat Mamy Rosa,Dea,dan juga bibiknya bergabung,mereka bahkan menyaksikan kejadian itu sejak dari awal.
"Bi..bibik.." Ucap Emma kaget sekali.
"Selamat ya sayang,sebentar lagi kamu akan menikah,senangnya bibik mendengar kabar ini nak.Lusa bibik kembali" Ucap Bibiknya lalu berderai air matanya bahagianya begitu juga Emma ikut meneteskan air matanya.
"Terimakasih bik.terimakasih merestui kami." Ucap Emma yang di angguki bibiknya.
"Selamat son,ahkirnya mamy dapat menantu juga." Ucap mamy Rosa begitu bahagianya.
"Ia..mamy,makasih mamy sudah menerimaku." Kali ini Emma yang menjawab.
"Justru mamy berterimakasih sama kamu mau menerima putra mamy ini sayang,sekali lagi terimakasih sayang" Ucap mamy Rosa.
"Selamat ya cie,yey...Ahkirnya aku punya kakak ipar yang juga sehabatku..." Seru Dea bahagia sekali.
Emma menganggukan kepalanya menanggapi ucapan Dea dan Mamy rosa."Iya Mamy,Dea.."
"Baiklah mam,bibik.kalian sudah selesai dan kini giliranku menghabiskan waktu kami." Ucap Dego yang di pahami Mamy Rosa, Dea dan Bibiknya Emma. Mereka pun mengahkiri Vedio call itu.
Kini tinggal Dego dan Emma.Mereka berdua masih terdiam dengan mata mereka saling menatap,dan kemudian mereka berdua saling melemparkan senyuman.
"Ak..aku.." Ucap mereka bersamaan gugup.
"Kamu duluan?" Ucap Dego membiarkan Emma bicara duluan.
__ADS_1
"Emm...mengenai pernikahan..?" ucap Emma.
"Satu minggu dari sekarang kita akan menikah." Jawaban Dego membuat Emma terkejut.