When A Man Falls In Love

When A Man Falls In Love
Bagian 10


__ADS_3

Hari-hari kini telah berlalu dan Bryan pun menepati ucapannya pada Lucas untuk menjauh dari Arianna , sudah hampir dua Minggu berlalu ia tidak pernah mendengar kabar tentang Arianna dan ia juga tidak pernah menemui gadis kecil itu , Bryan bisa saja menemui gadis itu dengan alasan ingin membeli buku atau melihatnya kejauhan namun niatnya selalu ia urungkan karna Bryan tidak ingin membuat Arianna tidak nyaman dan ia juga tidak mau membuat hatinya terlalu berharap pada gadis itu .


Seringkali wajah mungil Arianna terlintas dalam pikirannya . mata indah nya dan senyum lembut gadis itu selalu saja berkeliaran bebas dalam ingatannya hingga membuat Bryan tidak bisa berhenti memikirkan gadis itu dengan sekuat tenaga Bryan menyibukkan dirinya agar bisa melupakan bayangan Arianna dalam pikirannya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bryan terlihat tengah berkutat dengan laptopnya seraya menatap berkas-berkas yang ada di mejanya dan tiba-tiba pintu ruangannya pun terbuka . terlihat Lucas tengah berjalan santai menghampiri meja kerja Bryan setelah memasuki ruangan tersebut .


" bagaimana ? " tanya Bryan santai seraya melihat kearah Lucas


" Ini berkas yang kau pinta " ucap Lucas seraya menaruh map di meja Bryan


" Terimakasih " sahut Bryan seraya mengambil berkas itu dan melihatnya


" Ah , aku hampir lupa , ini ada undangan dari salah satu rekan bisnis mu , hari ini beliau menikahkan putrinya " ucap Lucas seraya menaruh undangan tersebut


Bryan menatap ke arah undangan yang ada di mejanya tersebut . ada rasa malas untuk menyentuh undangan tersebut dan tidak ada minat untuk Bryan datang ke tempat ramai seperti itu pikirnya .


" Jangan berpikir kau tidak akan datang ke sana " Sahut Lucas seolah mengerti pikiran Bryan saat ini


mendengar ucapan Lucas , Bryan pun mengalihkan pandangannya ke arah Lucas seraya tersenyum penuh arti . Lucas yang telah mengerti pun langsung ikut tersenyum kuda untuk membalas senyuman Bryan


" Aku tidak bisa menggantikan mu saat ini , masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan , pastikan kau datang kesana karna beliau adalah investor besar di perusahaan kita , mengerti " Ucap Lucas panjang lebar menolak niat buruk Bryan


" Ayolah Lucas , sekali ini saja " ucap Bryan

__ADS_1


" No . no . no " ucap Lucas seraya menggerakkan jari telunjuknya di udara


" Bersiaplah , aku sudah memilih hadiahnya untuk kau bawa kesana , dan dekatilah wanita-wanita yang hadir disana , kemungkinan salah satu dari mereka adalah jodohmu " ucap Lucas lantang Seraya membalikkan badannya dan berlalu meninggalkan ruangan tersebut


Bryan yang mendengar kata terakhir Lucas pun langsung menatap tajam kearah Lucas namun Lucas tak melihat tatapan tersebut karena ia sudah membalikkan badannya dan berlalu pergi .


Bryan menatap kearah undangan tersebut lalu membuang nafas beratnya seolah undangan tersebut adalah beban untuknya , sebelumnya Bryan pernah mendatangi salah satu acara pernikahan rekan bisnisnya namun saat tiba di sana Bryan harus bertemu dengan rekan bisnisnya yang lain dan mereka pun membicarakan hal yang menurut Bryan sangat membosankan karena saat pembicaraan tersebut Bryan harus pura-pura tersenyum senang .


Bryan merasa malas saat mereka menanyakan pada dirinya , kapan ia akan mengadakan resepsi untuk dirinya sendiri . dan hal itulah yang membuat Bryan malas untuk datang ke acara-acara seperti itu menurut nya .


" Huhf " hembusan nafas Bryan seraya bangkit dari kursi kerajaannya


" Datang dan ucapkan selamat padanya lalu pergi " ucap Bryan pada diri sendiri seraya merapihkan jasnya .


Bryan pun meninggalkan ruangannya dan berjalan menuju ruangan Lucas . Lucas yang melihatnya dari jendela kacanya pun langsung menyibukkan dirinya seolah dia memang tengah sibuk saat ini.


" Apa yang harus aku bawa ? " tanya Bryan


" Aku sudah menaruhnya di mobil mu " ucap Lucas cepat


" Oh . ternyata kau sudah merencanakan nya " ucap Bryan jengkel dibalas senyuman senang oleh Lucas


Bryan pun pergi meninggalkan ruangan Lucas , ia berjalan santai nan gagah melewati koridor kantornya banyak karyawan yang menatap kagum kearahnya saat itu . setelah pintu lift terbuka Bryan pun masuk kedalam kotak besi tersebut dan dengan sabar ia menunggu lift itu sampai di lantai bawah namun tiba-tiba lift tersebut berhenti di lantai tujuh , Bryan yang melihatnya merasa bingung karna lift yang ia gunakan saat ini adalah lift eksekutif yang hanya ia dan Lucas saja yang sering menggunakan nya tidak ada orang lain yang menggunakan lift tersebut dan tak berapa lama pintu lift pun terbuka terlihat beberapa anak muda tengah berdiri tepat di depan lift nya saat ini dengan pakaian rapi dan membawa map di tangannya .


" Apa kalian tidak ingin masuk ? " tanya Bryan dari dalam lift tersebut

__ADS_1


" Maaf Tuan seperti kami salah memencet tombol lift " ucap salah satu dari mereka


" Tidak masalah masuklah , Aku juga ingin turun kebawah " ucap Bryan seraya mengibaskan tangannya seolah memberi isyarat untuk masuk


mereka pun masuk kedalam kotak besi tersebut , Bryan menatap satu persatu kearah beberapa orang tersebut yang kini ada di depan nya karna posisi Bryan saat ini berada di belakang mereka . dari kelima orang itu Bryan menatap lama kesalahan satu wanita yang berdiri tepat di depan pintu lift tersebut , wanita itu terlihat tidak asing di mata Bryan dan ditambah lagi dengan sikap nya yang menurut Bryan sangat mencolok . sejak masuk wanita itu hanya menundukkan kepalanya dan menggenggam map yang ada di dadanya saat itu , Bryan bisa melihat dari punggung badannya bahwa wanita itu seolah tengah menutupi sesuatu pikirnya .


tiba-tiba Bryan tersentak saat mengingat sesuatu . saat ia ingin menyentuhnya pundak wanita itu tiba-tiba pintu lift pun terbuka dan dengan cepat wanita itu keluar dari kotak besi tersebut . Bryan yang melihatnya merasa sangat yakin bahwa wanita itu adalah Arianna dan dengan cepat Bryan pun mengejar wanita tersebut


hingga membuat orang yang berada di sana pun langsung menatap bingung kearah keduanya termasuk para karyawan yang ada di kantor tersebut .


Bryan menarik pergelangan tangan wanita tersebut saat ingin masuk kedalam salah satu taksi yang baru saja berhenti di depan kantornya itu . wanita tersebut pun langsung menatap Bryan dengan wajah menyerit sakit saat pergelangan tangannya di genggaman oleh pria tersebut .


" Kenapa kau berlari ? " tanya Bryan langsung namun Arianna hanya terdiam menatap kearah Bryan


" Hey , apa kalian tidak ingin naik " teriak supir taksi tersebut dari dalam mobilnya


Brian langsung membungkukkan badannya seraya meminta maaf kepada supir taksi tersebut , dan menarik lengan Arianna menjauh dari taksi tersebut .


Arianna yang mendapatkan perlakuan tersebut pun memberontak agar tangannya di lepaskan oleh Bryan namun Bryan tak juga melepaskan genggamannya pada tangan Arianna .


" Apa yang kau lakukan " ucap Arianna seraya menggerakkan lengannya


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2